Tanjungpandan (WP), Keluarga merupakan basis pembangunan bangsa. Apabila kita menginginkan bangsa ini menjadi bangsa yang sejahtera, yang harus kita lakukan pertama kali adalah membangun kesejahteraan keluarga itu sendiri. Persoalannya kemudian adalah, membangun kesejahteraan keluarga bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah, tapi juga tugas dan tanggung masyarakat, baik secara institusional atau kelembagaan maupun secara personal atau persorangan. Adapun tugas dan tanggung jawab pemerintah lebih diarahkan kepada pembangunan infrastruktur, fasilitasi dan pembinaan.

Oleh karena itu, salah satu sasaran pembangunan keluarga sejahtera adalah menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga, baik dalam bidang Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan, pendidikan, agama, maupun kelembagaan keluarga yang Mawaddah Sakinah Warohmah sebagai basis pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Demikian Bupati Belitung Ir.Darmansyah Husein memberikan penekanan kepada sejumlah peserta yang hadir dalam rangka Penilaian Kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional XVI Tahun 2009 Tingkat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diselenggarakan di Kantor Kepala Desa Air Merbau, Jumat, 23 Januari 2009, Pukul 14.30 WIB.

Menurut data dari Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Belitung, sepanjang tahun 2006-2007. partisipasi dalam ber-KB di Kabupaten Belitung dengan tubekti (MOW) merupakan kontrasepi yang banyak digunakan tetapi mengalami penurunan dari 1257 (2006) menjadi 1096 peserta KB (2007). Sedangkan vasektomi (MOP) merupakan kontrasepsi yang paling sedikit pesertanya yakni 16 peserta (2006) dan 13 peserta (2007.) Pada tahun 2007 jumlah pasangan usia subur sebanyak 25895 pasangan, meningkat menjadi 26609 pasangan (2007), tetapi pada tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 26407 pasangan. Sedangkan Wanita Usia Subur (WUS) pada tahun 2006 sebanyak 26137 orang, mengalami pnuruna pada tahun 2007 menjadi 35643 orang. Pada tahun 2008 jumlah WUS meningkat menjadi 36576 orang.

Keberadaan PUS dan WUS di Kabupaten Belitung tentunya perlu diperhatikan mengingat kondisi kesehatan akan berdampak pada kualitas generasi berikutnya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, pada tahun 2007 terdapat 28 kasus kematian neonatus dimana 42,86 persennya diakibatkan oleh masalah Berat Badan Rendah (BBLR)

Salah satu upaya untuk menumbuhkan partisipasi itu adalah penyelenggaraan penilaian berbagai kegiatan pembangunan keluarga sejahtera, yang dilaksanakan pada momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Melalui kegiatan ini diharapkan kepedulian dan partisipasi masyarakat semakin meningkat, sehingga pembangunan keluarga sejahtera dapat semakin optimal. “Harapan kita, melalui penilaian ini Kabupaten Belitung tidak saja kembali mendominasi Juara I lomba kegiatan Harganas Tingkat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, tapi juga tercatat sebagai kabupaten paling berhasil dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan keluarga sejahtera” ujar Bupati diakhir sambutannya (Fithrorozi)