09-12-03-dialog-interaktif-calegTanjungpandan (WP), Infrastruktur kita sudah baik, APBD kita pun sudah sehat. Saat ini tinggal perlu upaya percepatan pembangunan dan mencapai sasaran yang ditetapkan, seperti yang dijelaskan Ir. H.Darmansyah Husein, mantan politisi Senayan yang terpilih sebagai Bupati Belitung dalam dua periode (2004-2008 dan 2008-2013) bersama Andi Saparudin Lanna,SH dan Sahani Saleh BA ketika memberikan kata sambutannya dalam acara Dialog Interaktif Calon Legislatif Periode 2009-2014 dengan tema “ Membangun Kualitas dan Integritas Calon Legislatif Kabupaten Belitung” di Gedung Serbaguna, Sabtu, 3 Januari 2009.

Sementara H.Muas SH, politisi yang menjadi anggota MPR pada umur 25 tahun mewakili Propinsi Sumatera Selatan di era Orde Baru selama 15 tahun mengingatkan, di tengah resesi (keuangan global) saat ini, lima tahun kedepan (anggota legislatif) akan berada dalam suasana tsunami ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi harus mendorong pemerataan. “ Kita tidak akan berhasil jika pertambangan masih diusahakan secara monopoli. Tanpa pendidikan dan kesehatan, SDM kita tidak akan berhasil ditingkatkan, jelas Muas.

Perubahan sistem politik mengarah menjadi pada mekanisme lebih demokratif dan terbuka. Memilih wakil rakyat itu bukan untuk untuk main-main tapi bagaimana mewujudkan aspirasi rakyat, agar rakyat merasakan adanya perubahan. Jadi jangan main-main dengan politik. Perubahan sistem pemilu yang dihembuskan Mahkamah Konstitusi menekankan pada suara terbanyak berarti yang memilih adalah rakyat bukan partai, sedangkan mesin partai berjalan sesuai ketentuan yang diatur UU mengenai partai politik.

Dalam catatan Muas, jumlah pemilih di Provinsi Bangka Belitung terkecil dibandingkan dengan pemilih di 32 provinsi lainnya. “Hanya sekitar 700 pemilih dalam Pemilu 2009, masih dibawah Provinsi Kepulauan Riau dengn 900 pemilih dan Provinsi Bengkulu 800 pemilih. Di Republik ini diperkirakan lebih kurang 113.000 pemilih” ujar Muas.
Meski sempat molor dari waktu yang direncanakan Dialog Interaktif yang digagas oleh Mingguan Belitung News dan Akademi Manajemen Belitung akhirnya dapat terselenggara dengan menghadirkan partai peserta Pemilu 009. Dialog interktif ini menghadirkan dua moderator, H.Mochtar H.Motong dan H.Rustam Effendi BSc dengan jumlah 20 orang narator diantaranya Bupati Belitung Ir.Darmansyah Husein, Kapolres Belitung AKBP Rudi Tranggono, Ir.Nurman Sunata (LSM), Kabag Humas Setda Suharyanto SAP, Drs,Wiliyadi SIp,MSi (birokrat), kepala Desa Paal Satu Susanto, kepala desa Batu Itam Bahani, Hamrin dan Camat Sijuk Drs.Ramansyah.

Sementara peran perempuan dalam politik dan partisipasi perempuan di Lembaga Eksekutif dan Yudikatif diharapkan nantinya dapat mempengaruhi pengambilan keputusan-keputusan politik. Berdasarkan Eselon, kedudukan perempuan di birokrasi hanya mencapai 24,75 % persen dari 509 pegawai yang menduduki jabatan Eselon. Sedangkan di lembaga yudikatif (Kejaksaan dan Pengadilan ) hanya sebesar 14,29. Pada periode sebelumnya dari 25 anggota DPRD Kabupaten Belitung hanya terdapat 2 perempuan. Berdasarkan data yang dikutip dari KPU Kabupaten Belitung, pada pemilu 2009 nanti, dari 431 calon anggota DPRD Kabupaten Belitung, sebanyak 296 orang (68,68 %) adalah laki-laki dan perempuan 135 orang (31,32 %). Artinya secara total, kuota 30 persen perempuan sudah terpenuhi untuk tingkat kabupaten. Meskipun demikian, masih ada 7 (tujuh) partai yang belum memenuhi kuota 30 persen tersebut, yaitu Partai Keadilan Sejahtera 29,63 %, Partai Demokrasi Pembaruan 25,00 %, Partai Karya Perjuangan 0 %, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia 26,67 %, Partai Bulan Bintang 12,00 %, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 12,50 %, Partai Bintang Reformasi 25,00 %

Harus ada kemitraan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Babel, H.Rustam Efendi BSc yang bertindak sebagai moderator mengingatkan bahwa dalam UU tentang pemerintah daerah, pemerintah itu terdiri dari eksekutif dan legislatif. Hal senada juga disampaikan H.Muas,SH yang melihat fungsi dan kedudukan Dewan sangat strategis terutama sisi sentralnya sebagai pengawas eksekutif walaupun sistem yang kita anut adalah presidensial. Namun DPRD tidak hanya mengawasi pemerintah daerah, masih ada lembaga pemerintah yang lain yang perlu diawasi yakni organisasi vertikal lain termasuk kepolisian , ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung H.Mochtar H Motong yang juga beritindak sebagai moderator.

Menurut Kapolres Belitung, saat ini polisi telah mereformasi dirinya dengan cepat. “Kita juga bersedia dipanggil ke DPRD (setiap waktu), tetapi kekurangan kita juga dibantu “ ujar AKBP Rudi Tranggono,SSt,MK.

Perlunya Membangun Citra
Dalam analis terakhir Gerindra merupakan partai yang mewakili (kekuatan) partai baru. Ini karena iklannya luar biasa, makanya pencitraan itu penting. Seperti juga Barrack Obama karena iklannya yang luar biasa (di internet). Kepada mahasiswa Manajemen Informatika Akademi Manajemen Belitung, Muas juga berpesan untuk menguasai teknologi informasi. “Jadi kalau kita mau jadi pemimpin yang berhasil cobalah mencitrakan diri kita dengan baik: ujar Muas.

Ketenagakerjaan
Partai buruh melihat selama ini buruh tidak ditempatkan pada posisi yang semestinya. Perusahaan tidak berhasil jika buruh tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu Partai Gerindra berupaya nantinya perusahaan dan buruh dibuat saling menguntungkan dan membuat perlindungan buruh menjadi lebih baik. Atas jawaban caleg tersebut, Williyadi yang kini bertugas di Dinas Tenaga Kerja Sosial berharap jika sudah duduk di DPRD nanti mereka tidak akan demo masyarakat. Lalu bagaimana jika anda sudah duduk di DPRD sudah mengetahui “kompor” demo, tanya Nurmansunanta. Yuli Restuwardi Caleg dari PDI Perjuangan menjawab yang diawali dengan pekik merdeka bahwa semakin kita tahu sumber demo tentunya semakin mudah menyelesaikan masalah, yang terpenting bagaimana mekanismenya. DPRD kedepan harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Demo pada dasarnya dijamin oleh UUD mengenai kebebasan berbicara, berserikat dan berkumpul jawab caleg dari dari PKB. Ini bukan barang haram, ujar Ishak Kolidi, caleg dari Partai Golkar.

Acara ini bertujuan, pertama, untuk mendukung pembangunan kegiatan Kabupaten Belitung, Kedua membanguna pola pemikiran masyarakat agar menempatkan kualitas dan integritas yang baik sehingga SDM yang lebih bersih, transparan dan profesional. Ketiga untuk memberikan kesempatan untuk mensosialisasikan diri ke masyarakat. Program acara ini diharapkan dapat berguna bagi calon legislatif dan masyarakat untuk melakukan pemilihan, jelas Ketua Penyelenggara, Hendrik, SE.(fithrorozi)