Setelah melewati tahapan pemilihan langsung, pasangan Dahsa-TT, Ir.Darmansyah Husein dan Sahani Saleh BA akhirnya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belitung Periode 2008-2013. Pengesahan Ir H Darmansyah Husein sebagai Bupati Belitung masa jabatan 2008-2013 sebagaimana dijelaskan dalam Surat Keputusan Mendagri nomor 131.19-922 tahun 2008 tanggal 3 Desember 2008 tentang pengesahan dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih yang diterima Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belitung Sabtu (6/12) lalu. Sedangkan Salinannya disampaikan kepada KPU Kabupaten Belitung, Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih serta instansi terkait lainnya.

Sedangkan Surat Keputusan Mendagri Mendagri juga mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 131.19-923 tahun 2008, tanggal 3 Desember 2008, menjelaskan tentang pengesahan dan pengangkatan Sahani Saleh, BA sebagai Wakil Bupati Belitung masa jabatan 2008-2013. Kedua SK Mendagri tersebut ditujukan kepada Gubernur Bangka Belitung dan berlaku sejak dilakukan pelantikan.

Surat Keputusan Mendagri tentang pengesahan dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih itu diterima Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belitung Sabtu (6/12) lalu. Kedua SK Mendagri ditujukan kepada Gubernur Babel. Salinannya disampaikan kepada KPU Kabupaten Belitung, Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih serta instansi terkait lainnya.

Dalam UU No. 32 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Nasional dinyatakan, setelah dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati terpilih, maka harus segera disusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah yang mengacu kepada visi dan misi Bupati/Wakil Bupati terpilih. RPJMD akan menjadi sebuah cetak biru atau blue print langkah pembangunan.

Adapun Visi misi yang disampaikan Ir.Darmansyah dan Sahani Saleh BA dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Belitung pada tanggal 6 Oktober adalah ““ Terwujudnya masyarakat Kabupaten Belitung yang mandiri, maju, sejahtera, berdaya saing dan bermartabat melalu pengembangan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan potensi daerah yang berpihak pada kerangka pembangunan sektoral, regional dan global “

Visi tersebut diwujudkan dengan melaksanakan misi :
1. Membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatkan sumberdaya daerah yang berpijak pada aspek kelestarian lingkungan

2. Menarik sebanyak-banyaknya investasi luar ke daerah untuk membuka akses berusaha masyarakat dan penciptaan lapangan kerja

3. Meningkatkan nilai tambah (added value) sumber daya alam yang dimiliki daerah melalui pengembangan industri hilir yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi dan barang jadi.

4. Meningkatkan pelayanan publik melalui optimalisasi kinerja pemerintah daerah yang efektif, terpadu dan berkesinambungan

5. Mempersiapkan sumberdaya manusia yang unggul, terampil dan siap pakai, melalui penguatan fasilitas pendidikan umum dan kejuruan

6. Mempercepat laju pembangunan kecamatan dan desa di seluruh wilayah Kabupaten Belitung yang berorientasi pada keunggulan karakteristik masing-masing wilayah

7. Mendorong terciptanya rasa ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat melalui upaya pembuatan peraturan daerah, penegakan peraturan dan pelaksanaan hukum yang berkeadilan

8. Mengisi kerangka pembangunan sektoral, regional maupun global melalui optimalisasi segala potensi daerah baik potensi kewilayahan maupun sumberdaya manusia.

Dalam berbagai kesempatan, Ir.Darmansyah berulang kali menekankan dengan struktur keuangan daerah yang sehat dan dukungan infrastruktur yang sudah ada maka sudah saatnya segenap pemangku kepentingan pembangunan di daerah ini untuk segera melakukan percepatan (Speed Up)

Konsep percepatan yang dikenal masyarakat selama ini melekat pada institusi Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Dalam perspektif institusi ini, makna percepatan identik dengan ketertinggalan sebuah daerah yang disadari bahwa pembangunan wilayah (regional development), termasuk daerah tertinggal, selalu bersifat lintas sektor dan lintas pelaku.

“ Setiap wilayah atau desa semestinya memiliki produk unggulan. Upaya untuk menciptakan produktivitas masyarat itu juga membutuhkan peran kaum perempuan, jangan hanya mengisi waktu luang dengan mengkutuan-mencari kutu rambut “ ujar Sahani Saleh, mantan pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Belitung ini ketika memberi sambutan dalam Musrenbang Kecamatan di Sijuk jauh sebelum mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Belitung Periode 2009-2014.(fithrorozi)