University of GroningenTanjungpandan (WP), Atas kerjasama Institut Teknologi Bandung, Bappenas dan University of Groningen Belanda, keempat peserta Kabupaten Belitung mengikuti Program Pelatihan Pengembangan Ekonomi Lokal dari 2 November hingga 8 Desember 2008. Lima peserta tersebut yakni Budi Setiawan (LSM KPLB/Swasta), Suwardian (Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belitung), Bakri Hauriansyah,SE (Bappeda dan PM Kabupaten Belitung), Ir.Yudhi Dharma (Penguasaha), mengikuti program pelatihan pengembangan sumberdaya lokal (Local economic resource development) selama 2 minggu di Intitut Teknologi Bandung dan 3 minggu di Belanda didampingi oleh Mery Hasmenda dari Universitas Sriwijaya.

“Sebetulnya program ini bersifat full sector dimana instansi atau lembaga terkait dalam pengembangan ekonomi lokal dilibatkan termasuk Dinas Perindagkop, UKM dan Koperasi, sayangnya mereka tidak lulus dalam seleksi yang dispersyaratkan Panitia Penyelenggara “ jelas Bakri Hauriansyah didepan Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo,SE,MA.

Seperti yang disebutkan dalam surat dari Asisten Professor Faculty of Economics and Business University of Groningen, Dr Bartjan W Pennink, program kursus singkat ini ditujukan untuk membantu tim dari berbagai disiplin dalam membangun rencana usaha (pengembangan potensi ekonomi lokal) didaerah masing-masing. Program ini didanai oleh NUFFIC (Pemerintah Belanda), Bappenas (Indonesia) dana pendamping dari Pemerintah Kabupaten Belitung.

“Menjadi penampil terbaik tentunya membanggakan bagi kami, tapi ini (pelatihan) selama 5 minggu memang bukan akhir dari program pengembangan sumberdaya lokal. Selesai pelatihan ini akan ditindaklanjutkan dengan penyusunan Action Plan Pengembangan Ekonomi Lokal selama lima tahun yakni dari 2009 hingga 2013. Sayangnya ketika kami selesai anggaran pembangunan tahun 2009 sudah selesai dibahas. Karenanya kami berharap anggaran 2009 bisa disesuaikan untuk mendukung Action Plan 2009-2013” ujar Bakri ketika melaporkan hasil pelatihan selama 5 minggu kepada Penjabat Bupati Belitung di Ruang kerjanya, Senin pagi (21/12).

“ Saya bangga anda bisa membuat Belitung menjadi lebih dikenal dan menjadi penampil terbaik dalam program ini. Saya berharap pelatihan bisa ditindaklanjuti untuk mengembangkan ekonomi lokal. Ini perlu perlu koordinasi untuk menindalanjuti hasil pelatihan ini ke Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Perindagkop, Dinas Perikanan dan Kelautan” harap Penjabat Bupati Haryono,SE,MA didampingi Kepala Kantor Diklat Mirang Uganda, SH

“ Sambal lingkong menarik perhatian orang-orang Belanda disana, bahkan Fakultas Ekonomi Universitas Groningen siap mendukung upaya pengembangan abon khas Belitung ini dan merekomendasikan banyak hal termasuk faktor higinitas, packaging dan labeling. Maklum saja produk kita tidak memiliki informasi expire date dan informasi kesehatan yang jelas ” ujar Budi Setiawan . “Letak daratan dibawah laut membuat mereka bersiasat, dengan teknologi aliran air bisa diatur. Mereka menjadikan air laut sebagai sahabat ” tambah Yudi Dharma. Pada tanggal 30 Desember nanti, Tim ini akan mempresentasikan hasil pelatihan didepan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagaimana yang diharapkan oleh Penjabat Bupati Belitung, Haryono Moelyo,SE,MA.

Selain Kabupaten Belitung yang mempresentasikan produk sambal lingkong, ada dua daerah lain yang diikutsertakan dalam Program Pengembangan Ekonomi Lokal yakni Kabupaten Pinrang, Sulawesi Tenggara yang mempresentasikan produk udang, Kota Pekalongan yang mempresentasikan produk batik. Dalam presentasi di depan Netherland Education Support Office peserta menampilkan berbagai permasalahan pokok dan alternative pemecahan masalah sehingga action plan yang disusun nantinya dapat focus dengan permasalahan utama pengembangan ekonomi lokal di kabupaten/kota masing-masing. (fithrorozi)