Tanjungpandan (WP), Minat terhadap tanaman hias kini telah menjadi trend masyarakat baik yang tinggal di perkotaan maupun yang tinggal di pelosok pedesaan. Tanaman hias tidak hanya dimanfaatkan sebagai dekorasi ruangan dan memperindah lingkungan sekitar, tetapi juga dimanfaatkan sebagai simbol untuk menyatakan perasaan suka maupun duka

Sejak tahun 2005 Pemerintah Kabupaten Belitung telah merintis pembangunan kebun bibit yang terdiri dari kebun bibit holtikultura, kebun bibit perkebunan lada dan karet, ranch peternakan sapi, pengembangan Balai Benih Utama Tanaman Pangan hingga upaya pengembangan tanaman nurseri.

Selama ini banyak orang yang berasumsi bahwa jenis tanah dan iklim yang dimiliki Belitung menyebabkan sulitnya tumbuh kembang tanaman hias. Seiring waktu berjalan, yang ditandai dengan kemajuan pengetahuan dan tehnologi pertanian akan tata cara penanaman dan pemeliharaan yang baik dan benar serta tersedianya suplemen pendukung tanaman, seperti pupuk, pestisida dan insektisida, maka asumsi tersebut berangsur hilang. Saat ini, banyak jenis tanaman hias dapat dijumpai di Belitung sebagai penghias taman dan menjadi komoditas ekonomi yang diminati penggemar tanaman dari berbagai kalangan.

”Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, permintaan terhadap tanaman hias meningkat pesat yang berdampak terhadap peningkatan produksi dan bermuara pda peningkatan ekonomi masyarakat. Kegiatan produksi tersebut perlu didorong agar memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian lokal dan nasional. Popularitas dan trend minat terhadap tanaman hias pun meningkat dari waktu ke waktu. Anthurium, Aglonema, Adenium dan Sensiviera adalah sekian dari komoditas tanaman hias yang meningkat harganya”, ujar Pejabat Bupati Belitung Haryono Moelyo, SE.,MA dalam sambutannya yang dibacakan oleh Syarifudin, SH Staf Ahli bidang Administrasi Pemerintah Kabupaten Belitung sesaat sebelum membuka Pameran dan Lomba Tanaman Hias Tahun 2008, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan, bertempat di Taman Bunga Desa Buluh Tumbang-Kecamatan Tanjungpandan.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa saat ini para pencinta dan pemulia tanaman hias sekarang sudah terampil menghasilkan varian-varian baru melalui persilangan antara varietas unggul maupun jenis lokal, sehingga didapatkan jenis yang memiliki tampilan dan bentuk yang unik serta warna yang beragam. Tidak mengherankan jika tanaman ini menjadi buruan para kolektor tanaman hias.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Belitung menyambut baik kegiatan ini dengan harapan melalui kegiatan pameran dan lomba tanaman hias ini dapat menjadi rintisan bagi peningkatan produksi dan kecintaaan kita pada semua jenis tanaman khususnya tanaman hias. Ke depan, pemerintah Kabupaten Belitung telah berkomitmen untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah seperti lada, padi, ternak, buah-buahan dan tanaman hias.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat, pencitraan dan kecintaan masyarakat akan tanaman hias, meningkatkan kerjasama antar pemilik nurseri tanaman hias, memperkenalkan beberapa tanaman hias yang memiliki nilai ekonomis dan banyak diminati, serta sebagai ajang tukar menukar informasi dan transaksi.

Kegiatan Pameran dan Lomba Tanaman Hias Tahun 2008 ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 17-19 Desember 2008, bertempat di Nurseri Tanaman Hias (eks Taman Bunga) Desa Buluh Tumbang. Adapun jenis kegiatan yang akan ditampilkan adalah pameran tanaman hias, lomba/ kontes tanaman hias, terdiri dari: Kategori Aglonema, Anthurium, Adenium, Sansivera dan plasma nutfah lokal, Bursa Lelang Tanaman Hias serta diiringi oleh hiburan lainnya.

Peserta pameran dan Lomba Tanaman Hias Tahun 2008 yang diundang berasal dari pemilik Nurseri, Perkumpulan Pecinta Tanaman Hias, Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Belitung, Perkumpulan Tanaman Angrek, Dinas/Instansi se Kabupaten Belitung dan partisipan lainnya. Jumlah peserta keselurahannya sebanyak 37 orang/nurseri.

Penjabat Bupati Belitung sebagaimana yang dibacakan Syarifudin,SH dalam sambutannya mengharapkan sarana dan prasarana yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan agar pembangunan kebun bibit menjadi sumber bibit pertanian dan menjadi pusat rujukan dan konsultasi pembenihan Selain itu, dengan pemanfaatan yang ada secara efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah petani dan masyarakat pada umumnya di Kabupaten Belitung. Untuk mengimplementasikan program meningkatkan ketahanan pangan dan pengembangan agribisnis yang sejalan dengan program pembangunan nasional, maka revitalisasi pertanian pembangunan pedesaan dan pembangunan infrastruktur pedesaan perlu terus ditingkatkan (Zakina)