dscn8391Tanjungpandan (WP), Jumlah pelamar CPNS Kabupaten Belitung dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Banyaknya peminat membuat pelamar berupaya mempersiapkan diri menghadapi testing. tak jarang jarang pelamar ingin mengetahui jumlah formasi tertentu.

Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo,SE,MA didampingi Sekda Ir.Mulgni, Asistem II Bidang Administrasi Drs.Jasagung Hariyadi, Msi, Asisten III Nuhadi S.Ipem, Kadin Pendidikan Sumardi,SPd, Kepala Inspektorat Drs, Slamet dan Kabag Kepegawaian Achdian Asmaie meninjau pelaksanaan Test CPNS . Jumlah peserta testing CPNS Formasi tahun 2008 diikuti sebanyak 756 peserta. Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Bagian Kepegawaian Setda menempati 9 koordinator dan 85 pengawas mengawasi pelaksanaan testing di tiga lokasi yakni SMAN 1 Tanjungpandan (19 ruang, dengan 337 peserta, SMPN 6 Tanjungpandan (10 ruang dengan jumlah peserta 193 orang) dan SMPN 3 Tanjungpandan (12 ruang dengan 226 peserta)

Penerimaan CPS tahun ini diikuti 78 pelamar dari S1-Guru, 22 peserta dari S1-Medis, 137 pelamar formasi S1-Teknis, 26 pelamar formasi DII Guru, 74 dari Sekolah Perawat Kesehatan, 253 pelamar untuk formasi D3 Teknis, 7 pelamar dari Sekolah Menengah Farmasi dan 159 pelamar dari D3 Kesehatan.

“ Setiap peserta harus mengalokasikan waktu 1 menit per soal untuk dari 100 soal ujian, jadi kalau yang memiliki nama yang panjang, waktu mengisi soal jadi berkurang” ujar Redi Kusuma Wardhani (23 tahun). Menurut Slamet Tim UNPAD bersama 5 orang rekannya yang menyerahkan soal ujian di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, pembagian tugas setiap dibuat tidak saling berhubungan “ saya bahkan tidak tahu alokasi waktu ujian ini “ ujar Slamet yang didampingi . Setelah soal ujian dimusnahkan, seluruh Lembar Jawaban Komputer (LJK) akan dikirim keluar Belitung untuk diperiksa.

“ kita semestinya memberikan toleran waktu kepada peserta, bagaimanapun mereka mengharapkan peluang menjadi PNS “ ujar Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo,SE,MA ketika meninjau tes CPNS di tiga lokasi Minggu (14/12) sejak jam 09 hingga jam 11 pagi. Panitia memberikan batas waktu 15 menit keterlambatan peserta dan setelah soal selesai peserta tidak diperkenankan keluar ruang hingga batas akhir ujian selesai. “Besanya harapan menjadi PNS membuat peserta mempertimbangkan peluang lulus. Banyak mereka yang berdomisili di Tanjungpandan ini mengikuti tes ke Beltim bahkan ke Bangka Tengah“ ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada Wartapraja (Fithrorozi)