Tanjungpandan (WP) Sebanyak 77 calon haji (calhaj) Kabupaten Belitung, berangkat ke Jeddah pada hari Jum’at, 14 Nopember 2008, melalui Embarkasih Palembang – Sumatera Selatan. Direncanakan rombongan kloter 8/PLG ini akan kembali ke Tanah Air pada tanggal 23 Desember 2008.

Untuk itu, pertama-tama sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dan sanak keluarga, karena Beliaulah Rahmatan Lil Alamin yang telah mengantarkan umat manusia ke pintu gerbang iman dan Islam, untuk mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat. Selanjutnya, melalui kesempatan yang baik ini saya ingin mengingatkan kita sekalian, bahwa tidak semua umat Islam beruntung mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji. Kendala yang dihadapi bukan hanya masalah dana, tapi juga masalah kuota, usia dan kesehatan jiwa dan raga “ ujar Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo, SE,MA dalam sambutan pelepasan Calan Haji Kabupaten Belitung 1429 H/2008 M.

Pada musim haji tahun ini, para calhaj Babel asal Babel yang berjumlah 913 akan menempati maktab atau tempat tinggal sekitar 3-7 Km dari Masjidil Haram. Lokasi ini lebih jauh dibanding Jum’at, 14 November 2008 kan sebelumnya, karena ada perluasan mesjid.

Tidak jarang, setelah melampaui daftar tunggu sesuai ketentuan kuota, maut datang menjelang berangkat ke Tanah Suci. Kalau pun diberi berkah usia yang panjang, tidak jarang pula kondisi kesehatan menjadi sumber hambatan. Oleh karena itu, kesempatan untuk memenuhi panggilan Allah pada musim haji tahun ini, patut disyukuri oleh Jemaah Calon Haji Kabupaten Belitung. Salah satu wujudnya adalah benar-benar menggunakan kesempatan ini untuk melaksanakan Rukun Islam yang kelima, sesuai dengan bimbingan Manasik Haji yang telah diikuti sebelum berangkat ke Tanah Suci. Hal ini tidak berarti, pejalanan haji sama sekali bebas dari unsur wisata. Namun unsur wisata dimaksud hendaknya diarahkan untuk wisata ziarah, yang bermanfaat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Belanja cendramata boleh saja disempatkan, namun jangan sampai berlebihan.

Ujian terbesar ibadah haji adalah ujian kerendahan hati dan kesabaran. Pengalaman selama ini menunjukkan, sikap tinggi hati dan ketidak sabaran seringkali menimbulkan berbagai kesulitan.

Tercatat 107 calhaj, masing-masing 77 orang asal Kabupaten Belitung dan 30 orang calhaj dari kabupaten Belitung Timur. Rombongan ini diterbangkan dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air bernama Sherly, dengan nomor penerbangan SJ 8860 dengan Pilot Captain Bimo H.

Oleh sebab itu, Haryono berharap agar para calhaj dapat mempergunakan kesempatan untuk memenuhi panggilan dengan sebaik-baiknya dengan penuh dengan rasa keikhlasan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Kepada Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) Haryono berharap agar dapat melaksanakan bimbingan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan, dilandasi rasa tanggung jawab terhadap amanah yang telah dipercayakan oleh Pemerintah Daerah, serta senantiasa memperhatikan kesehatan dan keselamatan jemaah secermat mungkin, sejak berangkat ke Tanah Suci sampai dengan kembalinya ke Tanah Air.

“Kepada keluarga jemaah saya mengajak, mari kita berdoa semoga Jemaah Haji Kabupaten Belitung selamat sampai di Tanah Suci, diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melaksanakan rukun haji, dan kembali ke Tanah Air menjadi Haji yang mabrur”, ujar Haryono Moelyo diakhir sambutannya.

Pemberangkatan tahun ini dilaksanakan selama empat hari hingga hari Minggu (16/11). Terdapat 8 calhaj gagal diberangkatkan karena beberapa sebab, yang utamanya sakit. Jadi jumlah calhaj Babel yang diberangkatkan melalui embarkasi Palembang, seluruhnya berjumlah 913 orang.
Keberangkatan rombongan Calhaj Kabupaten Belitung dilepas oleh Pejabat Bupati Belitung Haryono Moelyo, SE., MA, beserta seluruh unsur muspida di Masjid Jamik Al Mabrur. Kamis, 13 Nopember 2008), Turut hadir Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung H.Syamsudin Basri dan istri. Rombongan calhaj ini berangkat ke Bandara Hananjoeddin dengan menggunakan empat bus dibawah guyuran hujan di Kota Tanjungpandan. (Zakina/Syafei)