Oleh Fithrorozi

Poster dua belas anak Belitong mengisi sudut “ bahkan sebuah harian terbitan ibukota menyebut ada virus melayu “Belitong” yang sedang menjalar pada anak-anak kota. Seperti pelangi, 12 anak yang memerankan tokoh laskar “pendidikan” ini seketika mewarnai sudut-sudut kota Jakarta dan event-event wisata Sail Indonesia 2008 di Tanjungpandan.

Selama 18 bulan 12 anak Tanjong dan Gantong mengikuti proses produksi, film Laskar Pelangi dan selama enam hari mereka yang masih bersekolah di bangku SD dan SMP menghadiri undangan dari Presiden, Menteri, Direktur perusahaan pertambangan hingga perusahaan penerbangan. Mereka baru saja diperkenalkan oleh media sebagai orang terkenal.

Teks “Societet” yang tertulis di baju Zulfani (pemeran Ikal) bisa jadi adalah kelompok yang lelah dengan citra baru mereka. Istilah societet digunakan korporat Belanda untuk membangun kegembiraan. Bagi penduduk lokal yang terikut dengan kegembiraan korporasi, sama saja dengan kesejahteraan “ Untuk ape sekulah kalo kan jadi kuli juak “. Adegan ikal melawan barisan karyawan timah mengayuh sepeda kegigihan menjadi simbol melawan keadaan. Lantas apakah Zulfani juga akan melawan konflik kegembiraan sebagai seorang artis dengan citra sebagai simbol kegigihan dalam kehidupan nyata.

Ketika pejabat menyampaikan pesan silaturahmi pada acara Halal Bihalal masyarakat Bangka Belitung, banyak undangan berpaling dari mimbar karena ingin menyongsong kedatangan sang “laskar ”. Semakin polos mereka bersikap semakin tegas citra artis itu terlihat. Zulfani tentu tidak sama dengan Ikal yang semangat mengayuh sepeda perlawanan.

“Sebaiknya diproteksi dari intervensi orang dewasa” kata Moyo sebelum menghadap Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo mendampingi Kadin Pendidikan Sumardi SPd saat menyampaikan laporan kerja ke Penjabat Bupati seusai tugas memenuhi undangan nonton film bersama Presiden RI Bambang Yudoyono.

Semangat Berilmu

Berbeda dengan tamu pemerintah lain, Penjabat Bupati Belitung keluar ruang menghampiri Kucai Cs. Pameran Laskar Pelangi minus Harun didampingi Sumardi S.Pd dan Moyo bertatap muka dengan Bupati Belitung di Ruang Kerja pada hari Senin (13/10). “ Saya kagum dengan bakat artis mereka, tetapi yang terpenting jangan lupakan sekolah kalian “ kata Haryono didampingi Kabag Humas Setda Kabupaten Belitung Suharyanto.

“Pertamina Foundation yang menjadi sponsor utama film Laskar Pelangi akan memberikan beasiswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi kepada 12 anak, sedangkan Miles Film dan Mizan Production yang memproduksi film ini akan memberikan beasiswa melanjutkan ke SLTA ”, ujar Moyo yang bersama Kadin Pariwisata Provinsi Babel Yan Megawanti, Kadin Pendidikan Kabupaten Belitung, Sumardi SPd mendampingi dua belas anak sekolah ini menenuhi undangan nonton bersama Presiden RI.

Tidak ada prestasi sekolah yang menonjol dari mereka tetapi kreativitas di dunia acting ternyata memiliki daya pikat tersendiri bagi penonton, terutama Mahar yang kreatif dalam memerankan salah satu tokoh Laskar Pelangi. Novel anak karyawan rendahan perusahaan tambang timah ini tak pelak memberi berkah bagi 12 anak pendukung laskar Pelangi. “Ini merupakan momentum kita untuk menekankan kembali pendidikan budi pekerti ” kata Haryono

Aksi mereka di layar lebar telah membuat penonton tertawa. Penonton menadah air mata dengan tawa, penonton dibiarkan tawa dan tangis menari bebas. “ filmnya lucu ” komentar sebagian besar penonton. Mereka tidak hirau dengan pesan moral dan tak terbius dengan pesan utama. Ada pesan kasih dari bu Muslimah, ada pesan perlawanan dari orang berilmu seperti Lintang, tapi Ikal justru meraih pendidikan luar negeri justru karena cinta monyet. Seperti toko serba ada penonton dibiarkan menjadi pesan secara swalayan selama dua jam. Mungkin ini yang membuat kekecewaan pembaca novel.

Banyak letupan-letupan emosi disimpulkan dengan dialog penuh makna.” Banyak memberi lebih baik daripada banyak menerima” ucap Ikranegara yang memerankan tokoh Harpan. Sayang-sayangnya pesan itu tidak mampu dirangkaikan menjadi tema utuh. Akankah film ini menjadi inspirasi sebuah perubahan. Perubahan adalah dinamika masyarakat dengan membuat perubahan bukan alam, (tambang). . Sebagai anak laki-laki, Lintang merasakan bertanggung jawab merubah nasib dengan pendidikan, Sayangnya pendidikan tidak merubah nasib Lintang, kepada anak perempuan Lintang menitip pesan perubahan. Dari sebuah mimpi ide perubahan menjadi kenyataaan.

Maka bertanyalah kita akankah Zulfani Cs bisa belajar dari Cs yang semangat menimba ilmu dan menganalisa nasib dari kecerdasan Lintang. Pendidikan adalah modal sebuah perubahan, merubah paradigma berkompetisi, merubah pola pikir yang gemar menerima menjadi gemar memberi.

Ada yang prihatin dengan kesulitan masyarakat Belitong menonton citra kampong halamannya yang rencananya akan disajikan terbuka pada tanggal 25 Oktober nanti, tapi banyak pula yang prihatin terhadap dampak pencitraan terhadap anak-anak pameran tokoh film ini.