Tanjungpandan (WP), Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan multimedia tidak membuat orang enggan berkirim surat bahkan perangko ataupun kartu pos sebagai bagian dari media penyampai pesan memunculkan komunitas tersendiri yakni komunias pencinta perangko (filateli). Dengan perangko keberagamaan flora dan fauna lokal dikenal oleh masyarakat global seperti perangko kembang simpor (Dillenia sufroticosa) yang menjadi puspa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Belitung memiliki keberagamaan hayati yang menjadi objek wisata potensial yang perlu dikembangkan selain pantai putih berbatu. “ Saya sangat terkesan dengan keindahan pantai Belitung” ujar Putri Parwisata 2008, Albertina Fransisca Mailoa  yang baru pertama kali berkunjung ke Pulau Belitung, usai mengikuti Soft Launching Babel Archi 2010 di Tanjung Kelayang. Belitung sangat identik dengan pariwisata pantai, karena itu museum masih belum menjadi prioritas tujuan wisata masyarakat. Demikian disampaikan Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo ketika membuka Gebyar Flora dan Fauna Jumat (10/10) di Museum Tanjungpandan

Selain sebagai media informasi dan edukasi, keberadaan kebun binantang mini dan rimbunan pohon yang menjadi bagian dari Museum Tanjungpandan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan jumlah kunjungan wisata terutama wisatawan lokal. Sehingga gagasan untuk menyelenggarakan event yang bertema lingkungan dan hayati Belitung perlu terus diupayakan.

“Kegiatan ini sangat mendukung upaya pariwisata apalagi sekarang Belitung sedang mendapat perhatian masyarakat pariwisata Indonesia. Tambah lagi momennya pas dengan adanya Sail Indonesia,” kata Haryono Moelyo. Acara yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dra Hotmaria Ida, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Drs Suhardi serta sejumlah anggota DPRD.


Meningkatnya kunjungan wisata ke Museum Tanjungpandan ini perlu didukung dengan penambahan fasilitas seperti kantin seperti kantin dan peningkatan jam layanan kepada pengunjung tertuama pada hari libur lebaran saat ini sehingga UPTD Museum Tanjungpandan dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dra Hotmaria Ida dalam sambutannya. (fithrorozi)