Sijuk (WP), “Kehadiran 25 kapal yang berlabuh di perairan Belitung hari ini (12/10) dan keikutsertaan beberapa pemkab dan pemprov Bangka Belitung yang  dihadiri pejabat negara mewakili Presiden RI merupakan bukti keberhasilan dalam menyelenggarakan event pariwisata berskala dunia di Kabupaten Belitung ” ucap Kabag Humas Setda Kabupaten Belitung, Suharyanto S.AP. Sail Indonesia 2008 sekaligus meresmikan soft launching pencanangan Babel Archipelago 2010 oleh Presiden RI yang diwakili Menteri Perhubungan RI Ir. Jusman Safii Djamal. Pada tahun 2007 Sail Indonesia dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Freddi Numberi.

Namun pemberian sticker terhadap yachter di pintu pertama Rally Sail Indonesia 2008 (Darwin – Kupang- Alor – Lembata – Ende – Riung – Labuan Bajo – Mataram – Makasar – Lovina Bali -Karimun Jawa-Kumai dan di Belitung) oleh pihak Bea Cukai Kupang telah berdampak negatif terhadap pelaksanaan Sail Indonesia 2008. Setidaknya penurunan jumlah peserta terlihat siginifikan di destinasi terakhir, Belitung.

Ditemui di sela-sela persiapan Soft Launching Pencanangan Babel Archipelago 2010 di Tanjung Kelayang, Belitung, Ketua Yayasan Cinta Bahari Indonesia (YCBI) Raymod Lesmana menyayangkan sikap yang diambil oleh Bea Cukai Kupang. Kejadian ini setidaknya berdampak pada tiga hal penting bagi peserta Sail Indonesia yang telah berlangsung sejak tahun 2001 dan pengembangan wisata bahari di tanah air, yakni physicological effect, penurunan benefit (manfaat) penyelenggaraan rally dan telah menimbulkan pertanyaan mengapa kegiatan pariwisata (bahari) kewenangannya justru Departemen Kelautan dan Perikanan (P2S DKP).

Menurut Staf Kantor Imigrasi Tanjungpandan, Weli Wiguna, pada prinsinya keluar masuk warga negara asing di Indonesia terkait dengan proses Customes, Imigration dan Quarantine (CIO) . Beberapa staff Imigrasi setiap pelaksanaan Sail Indonesia di Belitung menempati posko  di Tanjung Kelayang, “ Hingga saat ini di Belitung tidak ada Tempat Pemerikaan Imigrasi (termasuk warga asing yang datang melalui kapal pribadi)” ujar Weli Wiguna. Indonesia termasuk negara yang paling banyak mengeluarkan Visa (kurang lebih 50 negara) dibandingkan negara-negara di ASEAN. Pada awal tahun 2007 Wapres Yusuf meminta Dephubar mentargetkan  7 juta kunjungan wisman melalui Program Visit Indonesia Year 2008. Dalam cetak biru pemasaran 2007 itu juga disebutkan, target pemasukan devisa tersebut yaitu sebanyak 3,76 miliar dolar Amerika untuk target pesimistis, sebanyak 4,71 miliar dolar Amerika untuk target moderat, 5,82 miliar dolar AS untuk target optimistis dan 5,46 miliar dolar AS untuk target akselerasi. Pada tahun 2008 ditargetkan perolehan devisi sebesar 6,4 milyar dolar AS  (wisatanet.com,21 Des 2007)

Kita akui pemerintah Kabupaten Belitung cukup tanggap membaca peluang Sail Indonesia (2007  dan 2008) ini, namun beberapa koridor pemerintah tidak mungkin menjadi koridor YCBI, demikian sebaliknya. Inilah alasannya kenapa Yayasan tidak dapat optimal bersikap sehubungan keluhan peserta sail atas penyegelan kapal mereka di Kupang Juli yang lalu ” keluh Raymod.

Ide Sail Indonesia berawal ketika tahun 2001 Dirjen DKP Ir.Aji Sularso MM meminta dukungan YCBI untuk mendukung pelaksanaan lomba layar (Darwin Ambon dan Bali Race). Sejak tahun 2001 itulah bentuk race dirubah dalam bentuk rally, ujar Raymond mengenang tujuh tahun sebelum “ironi wisata bahari” terjadi di Kupang. Berdasarkan Clearance Approval For Indonesian Teritory (CAIT), Sail Indonesia 2008 berlangsung selama 3 bulan (Juli hingga Oktober) melewati 16 titik destinasi. Dalam empat tahun terakhir kita sudah berhasil melampai peserta event yang sama di Thailand (hanya diikuti 105 peserta) meskipun ada pembatasan peserta rally.

YCBI lebih terkonsentrasi pada upaya menggelar red carpet (karpet merah) dengan menggelar lintasan rally Sail Indonesia. Pemerintah tentunya bisa memanfaatkan event ini dan menikmati keuntungan sosial ekonomi ” Yayasan tidak menikmati keutungan dari objek wisata yang berkembang. Dengan adanya Sail Indonesia realitas masyarakat terlihat transparan. Ini juga peluang bagi upaya penurunan kemiskinan, media motivasi dan edukasi dunia kebaharian kita “ ucap Raymond berharap pemerintah daerah kreatif dalam memanfaatkan peluang ini.

Menurut Ketua Yayasan Cinta Bahari ini, sebaiknya titik destinasi seperti di Belitung tidak dialihkan ke destinasi lain, mengingat Belitung sudah tercatat di peta bahari dunia, justru yang lebih baik adalah membuat beberapa di destinasi wisata  dunia di dalam satu provinsi. Menurut Raymod  yang perlu dilakukan adalah bagaimana regulasi dapat mendukung pengembangan pawisata selain membenahi masalah infrastruktur ataupun teknologi bahari. Dengan dukungan regulasi maka alur bahari internasional, alur cargo, alur transportasi ataupun akan pelayaran bagi nelayan akan menjadi jelas ” ungkap Raymond (fithrorozi)