Sijuk (WP), Bagi Budin si penjual roti keliling, teriakan “ganti kaset” yang ditujukan untuk dirinya dapat diartikan ejekan. Meskipun banyak diantara mereka memang berharap agar Budin bisa mengantikan usaha atau meningkatkan skala usaha pedagang keliling seperti dirinya agar nasibnya tidak selau dekat dengan keranjang pempang dan sepeda butut. Pedagang seringkali dituntut kreativitas dalam melayani pelanggan dan jangan sungkan menerima kritikan. Komunikasi bisa dilakukan dengan penataan barang, kejelasan menu dan label harga atau komunikasi verbal seperti penjaga toko stand Awie yang menjual aneka minuman dan makanan.

Selain karena memang menyediakan kebutuhan para yachter. Anak buah Awie pun sikap mengajak salah satu yachter dari Australia untuk mengunjungi tokonya. Pasangan suami istri bertolak dari Darwin sejak Juli 2008 menghabiskan masa pensiunnya mengarungi rute Sail Indonesia 2008 dari Darwin – Kupang- Alor – Lembata – Ende – Riung – Labuan Bajo – Mataram – Makasar – Lovina Bali -Karimun Jawa-Kumai dan selama empat hari singgah di Belitung. “ it’s a nice and a beautiful place specially the sand but I don’t have information before” ujarnya. Meskipun kegiatan di pantai wisata Tanjung Kelayang ini baru resmi dibuka jari Jum;at (10.10), sudah ada yachter yang menambatkan yacht-nya di perairan Belitung seperti dua yachter asal Norwegia yang berlabuh di Pelabuhan Perikanan Tanjungpandan dan pantai wisata Tanjung Pendam.

Hai mister…hai mister….terikan anak-anak desa Keciput disapa ramah yachter. Dengan senyum dan bahasa tubuh mereka saling berkomunikasi. Hans, Teyo dan Robert (Belanda) bersama pasangan mereka masing-masing,  bercengkarama sembari duduk di bawah pondok  kursi kayu beratap rumbia di bibir pantai. Sisi kanan pantai ini relatif lebih sepi dibandingkan dengan sisi kiri pantai yang dijadikan pusat kegiatan Sail Indonesia 2007. Di areal ini dilengkapi information centre, kios bahan bakar dadakan, panggung pertunjukkan, cafetaria besar  dan peta besar pulau Belitung yang dilengkapi dengan lokasi wisata dan nama jalan.  Pada hari pertama ini (10/10) belum tampak  petugas imigrasi dan Yayasan Cinta Bahari yang melayani administrasi pelayaran seperti Sail Indonesia 2007 yang lalu.

Layanan informasi yang dibutuhkan yachter manca negara ini berbeda. Dari tahun kemarin. Sekarang mereka lebih membutuhkan peta kota Tanjungpandan” jelas Koordinator Guide Suwirno. Beberapa hari yang lalu banyak dari mereka yang mencari penyewaan motor untuk pergi ke kota Tanjungpandan, mungkin karena itu mereka membutuhkan informasi bergambar seperti peta tambah Madi Sungkowo. Sementara tiga mobil besar besar milik Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung masih terparkir rapi didepan pintu masuk areal.

Mudah-mudahan besok peta sudah dilengkapi lokasi atm, tempat perbelanjaan dan lokasi penting lainnya dan itu sudah tersedia di Information Centre” ujar Ketua Umum Sail Indonesia 2008 Drs.H.Jasagung Hariyadi,Msi didampingi Kabag Humas Suharyanto,S.Sos menanggapi kebutuhan tamu terhadap informasi wilayah. Selain kesiapan informasi dan media komunikasi, panitia juga menambahkan daya listrik dengan genset berkapisatasi 40 kilo watt yang disediakan PT.PLN Cabang  Tanjungpandan.

Untuk menambah informasi Wartapra meminjam buku berbahasa Belanda yang dipublikasikan tahun 1922 di Gravenhage (sekarang Deen Haag). Buku ini bercerita tentang proses penambangan timah pertama oleh NV.GMB dan kondisi sosial ekomoni masyarakat di Pulau Belitung. Hans, yachter asal Belanda, tampak antusias memperhatikan gambar-gambar para pioner penambangan seperti K.A.Beemann. Nama ini cukup dikenal dikalangan engineer dikotanya. “look….this is a tipical Dutch’s construction” ujar yachter Belanda ini yang sekian lama berprofesi sebagai ahli mesin sambil menunjuk gambar jembatan sungai Lenggang (Kecamatan Gantung,Beltim). Wartapraja menulis beberapa kata dalam bahasa Belanda yang sering menjadi judul gambar seperti woning (rumah),  leiding (ledeng atau pipa), laan (jalan yang ditumbuhi pohon di kanan-kirinya), hoofd administrateur (kepala administrasi). Gambar prasasti yang berjudul “het gedenkteken “(prasasti) tampak menarik perhatian Istri Hans “ Is it still exist ?”. Tentunya prasasti batu bertulis yang dibuat tahun 28 Juni 1928 untuk memperingati (teer herinnering) ekspedisi tambang timah pertama (28 Juni 1851) masih terlihat di halaman Museum Tanjungpandan (fithrorozi)