Tanjungpandan (WP),  “Selamat Datang Peserta Sail Indonesia 2008” dan “ Peluncuran Babel Archipelago”  dua tema ini terpampang di spanduk besar memasuki kawasan wisata pantai Tanjung Kelayang. Menurut Teguh Staff Humas, Pemkab Belitung menempatkan 4 titik baliho yaitu di  areal pantai wisata Tanjungpendam,  di sudut halaman Kantor Bupati, simpang tiga Tanjung Kelayang dan Lokasi  Tanjung Kelayang. Selain lima banner yang dipasang diantaranya di pusat perbelanjaan Barata Dept Store, Bandar Udara Hanandjuddin dan Kantor Bupati. “ Total titik spanduk yang dipasang di Kota Tanjungpandan berjumlah 7 buah sedangkan sisanya ditempatkan di Tanjung Kelayang. Semendar pemasangan spanduk ditempatkan di Simpang Membalong, Kampong Ujung, Aik Merbau, Tanjungpendam, Tanjung Kelayang, Simpang Kantor Camat (Marakas). Sementara  Pemprov Babel menempatkan 5 baliho  diantaranya di Tanjung Kelayang, Simpang Tanjung Binga,  Bandara Hanandjudiin.

 

Saat liburan hari raya pantai Tanjung Kelayang masih terlihat sampah dan dedaunan. Namun dengan dukungan anggota pramuka, masyarakat (Desa Keciput) pada hari Rabu (10/10) suasana pantai sudah tertata rapi.   Diantara pengunjung tampak pria usia 80-an Yazid membersihkan sampah dibibir pantai. Sisa hidupnya dihabiskan menunggu warung dan menjaga kebersihan pantai Tanjung Kelayang. Malam harinya, pantai Tanjung Kelayang dijaga oleh 3 warga Desa Keciput.

 

Pada Sail Indonesia 2008 ini panitia menambah beberapa fasilitas berupa 1 unit Musholla dan 3 unit kamar mandi sementara kamar bilas yang  ditujukan bagi pengunjung pantai wisata ini yang diperkirakan akan mencapai lebih dari 3.000 pengunjung. “Pada saat lebaran kemarin saja di Lokasi wisata Pemandian Alam Tirta Marundang mencapai 3000-an pengunjung menggunakan   50-an dan ratusan motor. Untuk memarkir kendaraan pemilik mobil merogok kocek Rp. 2.000, kemungkinan jumlah pengunjung Sail Indonesia ini bisa lebih besar dari pengunjung Tirta Marundang” kata warga Keciput bangga. 

 

“ Momentum ini semestinya dapat kita gunakan untuk menilai seberapa besar dampak Sail Indonesia ini bagi masyarakat  “ kata Dosen UBB Aldino. Multiflier effect ini sudah terlihat dari munculnya kios pedagang makanan yang menjual aneka makanan seperti kelapa muda dijual Rp.4.000 naik dari Rp.3000 tahun yang lalu, ikan bulat dijual seharga Rp.80 ribu per kilo yang disajikan dalam hidangan masakan khas “gangan”. Beberapa makanan bahkan ada yang dijual dengan harga variatif seperti  ikan jebong Rp. 60 ribu tapi di kios yang lain dijual dengan harga yang lebih murah Rp. 45.000.

 

“Variasi harga ini seringkali timbul ditengah tingginya tingkat kunjungan dilokasi wisata, hal ini seringkali dikeluhkan oleh  peserta yang berasal dari mancanegara, apalagi banyak barang yang diperjual belikan tidak memiliki label harga”, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dra.Hotmaria Ida.

 

“Label harga kami memang lebih tinggi dibandingkan harga di Kota Tanjungpandan. Pada Sail Indonesia tahun 2007 yang lalu kita menggunakan “struk” atau tanda bukti  dari cash register, tapi karena beban  biaya yang menjadi tinggi kita cukup menggunakan nota penjualan saja” ujar Awie pemilik SmartKet di Tanjungpandan

 

Pioner minimarket di Belitung ini menyediakan berbagai bahan makanan dari harga termurah Rp. 2.000 hingga Rp. 87.000 (pure dutch butter). Tentunya Jenis barang yang kami sediakan disesuaikan dengan selera atau karakter wisatawan misalnya miras ujar pemilik Izin penjualan miras ini. “ Sayangnya hingga hari ini aliran listrik belum ada hingga  sayuran segar sudah mulai layu bahkan produk ice cream bisa bisa kami jual disini.  Total barang yang disedikan Awie bernilai 10 juta. Awie juga berharap ada peningkatan fasilitas dibandingkan tahun sebelumnya seperti ketersediaan  WC dan rumah penginapan yang layak terutama bagi para pedagang

 

Sementara pemerintah kecamatan juga ikut menyemarakkan kunjungan wisata petualangan ini. “ Rencananya kami akan menampilkan tiga tema kegiatan ”, ujar Camat Sijuk Drs.Rahmansyah kepada Wartapraja. Pertama menyiapkan mempromosikan produk masyarakat kecamatan Sijuk seperti terindak, dodol, kaos oblong, kerupuk, ikan asin, belacan sijuk, aik madu dan industri rumah tangga lainnya. Untuk penjaga stand akan melibatkan 13 anak sma Sijuk yang mahir berbahasa Inggris.  Kedua, upacara Selamatan Laut “Buang Jong” yang akan digelar 12 Oktober. Ketiga, Pihak Kecamatan bersama Dinas Perhubungan  mengelola perpakiran untuk menghindari keluhan masyarakat terkait dengan pengelolaan perparkiran di areal wisata Tanjung Kelayang. Pengunjung tidak lagi dihambat dijalan yang terkesan dikenakan biaya masuk. Dalam rapat warga Desa Keciput beberapa waktu yang lalu besarnya iuran parkir untuk mobil sebesar Rp. 5.000 sedangkan parkir motor Rp. 3.000. Melalui panita kabupaten Sail Indonesia 2008,15 orang warga Keciput juga dilibatkan untuk melayani peserta Sail Indonesia yang ingin merapat kepantai, membersihkan lingkungan pantai  “ ujar Asri warga Desa Keciput (fithrorozi)