Tanjungpandan (WP), Tunjukilah kami jalan yang lurus…dan apa yang kami upayakan dalam rangka pendidikan politik ini bisa berjalan lancar, begitulah doa crew BM-01 (Belitung Memilih) Radio 104,6 BFM sebelum memulai program pendidikan poltik melalui Program Spesial Debat Kandidat Belitung Memilih.

 

Sejak 23 September yang lalu Ozie Azzura telah mengirim undangan kepada 7 (tujuh) pasang Calon Bupati  Belitung yakni Andi Saparudin Lanna, SH, Soehadi Hasan, H.Usmandie Andeska H.Muchtar H.Motong, Ir. Darmansyah Husein, Sudirman Norman,S.Sos.

 

Producer acara Zikri Hayat pun sejak beberapa yang lau disibukkan dengan persiapan debat public yang didahului dengan sosialisasi melalui radio dan spanduk dan dialog interaktif menjadi Belitung Memilih. Kehadiran tujuh orang ini bukan sekedar calon orang nomor satu tetapi diharapkan dapat memberikan pendidikan politik kepada masyarakat “ kata Ozzie

 

Sayangnya dari 7 calon hanya dua calon independent (Soehadi Hasan dan H.Usmandie Andeska) dan Sudirman Norman yang didukung partai Golkar, PBR, Partai Penegak Demokrasi, Sementara keterlambatan H.Muchtar Motong  di studio Berehun-1 Jl.Sudirman Tanjungpandan ini tidak dimungkin untuk dihadirkan karena alasan kemasan dialog  radio.

 

Tiga panelis Idil dari Universitas Bangka Belitung, Mansyur dan  Viriniani Puspita mengemas pertanyaan komparasi dan eksplorasi dbidang ekonomi, pariwisata dan pendidikan. Baik Andeska, Soehadi Hasan maupun menanggapi pertanyaan panelis secara beragam. Ketiganya menyingkapi konsep pembangunan ekonomi pasca tambang dengan cara berbeda, tetapi secara eksplisit ada keraguan mereka untuk lepas dari ketergantungn terhadap sektor pertambangan, kata Idil. Sementara Viriniani mempertanyakan institusi pendidikan seperti BLK dan Sekolah Pelayaran terkait dengan potensi wilayah kelautan. Menurut Sudirman Norman yang juga ketua Kadin dan Persatuan Hotel Restauran Indonesia, keberadaan  lembaga pendidikan disektor kelautan ini tidak signifikan mendukung misi pembangunan kepariwisataan yang dipaparkannya

 

Meski membutuhkan cukup tenaga waktu dan biaya acara pendidikan politik masyarakat ini tidak menerima dana sponsor baik dari swasta maupun dari partai politik atau kandididat “ Kegiatan ini murni Zero Budget, kami hanya ingin memberikan yang pertama dan utama bagi pendidikan politik masyarakat” kata Ozzie yang memimpin kurang lebih 14 crew radio yang dipersiapkan untuk mendukung acara ini .

 

Kreativas biak Belitong itu tentu perlu didukung sebagai bentuk kepedulian dan kemajuan Belitung. Demikian tanggapan Kapolres Belitung yang antusias mendukung pendidikan politik masyarakat ini ketika berkunjung ke Studio Berehun-1 dan Berehun-2 Radio BFM seusai acara debat kandidat.

 

Di akhir debat kandidat yang berlangsung dari 20:00-22:00, sejumlah crew mengadakan review acara debat public (on air) yang dikemas dalam program Bercelatu (Beranda tapi Bermutu) dipandu Zikri Hayat, Mansyur yang menghadirkan empat narasumber yaitu Fithrorozi, Usni Mariosa, Novil Setiawan dan Dr,Suhandri SPOg.

 

Dalam suasana bertabur spanduk ini diharapkan masyarakat pemilih tidak terkecoh dengan induksi kampanye sejumlah kandidat yang bersifat psikologis. Oleh karena kampanye dialogis  seperti yang diadakan Radio 104,6 BFM ini sangat strategis  jelas Dr.Suhandri.(fithrorozi)