Tanjungpandan (WP), Pulau Belitung sudah lama dikenal sebagai pulau penghasil timah. “Satu cangkir timahnya bisa menghidupi satu keluarga Pulau yang dihuni sebagian besan nelayan” begitulah kondisi masyarakat Beitung saat ini yang banyak berprofesi sebagai penambang timah inkonvensional ungkap Penjabat Belitung Belitung mengutip obrolan Kapolres Belitung AKBP Rudi Tranggono S.St,MK yang disampaikan Haryono Moelyo ketika memberikan sambutan kunjungan Panglima Komando Operasi I TNI AU Marsekal Muda TNI Imam Supaat.

 

Di bulan oktober ini Belitung disemarakkan dua kegiatan yang menyita perhatian masyarakat Belitung dan luar Belitung yakni  Peluncuran Babel Archipelago 2008 yang berlangsung pada Sail Indonesia 2008 di  Pantai Wisata Tanjung Kelayang dan Pemilu Bupati/Wabup Belitung yang berlangsung pada tanggal 23 Oktober 2008. “Tentunya hal ini membutuhkan suasana yang aman, tertib dan damai “, kata Haryono di Rumah Dinas Penjabat Bupati Belitung, Rabu (8/10) pukul 20:00 ketika menjamu rombongan korps TNI AU yang mengikuti kunjungan  Pangkoops I TNI AU di Belitung. Dalam kesempatan ini Penjabat Bupati juga berterimakasih atas responsif yang diberikan Kapolres Belitung mengatasi situasi pada dua hari pelaksanaan tahapan kampanye yang telah berlangsung sejak  tanggal 6  Oktober dan akan berakhir pada tanggal19 Oktober 2008.

  

Kunjungan ini terkait dengan pergantian Komando Lanud Tanjungpandan dari Letkol Pnb Ismed ke Letkol Pnb Hadezul. Keberadaan Lanud Tanjungpandan sangat strategis bagi pertahanan udara nasional karena penempatan pasukan tempur udara ini tidak mungkin optimal jika hanya ditempatkan di wilayah perbatasan. Selain tugas utama mempertahankan wilayah bangsa ini Belitung juga tersedia Area Latih Tempur di Buding. Oleh karena itu kami menyambut baik jika Pemkab Belitung berencana memperpanjang landasan hingga 2500 m, jelas Marsekal Muda Imam Supaat didepan Penjabat Bupati Belitung dan  unsur Muspida.

 

Ditubuh TNI AU terdapat dua komando operasi yakni Komando Operasi I dan Komando Operasi II yang kekuatannya dipusatkan di Jakarta dan Ujung Pandang, Sementara Komando Operasi I dipusatkan di Lanud Pekan Baru dan Sekayu, Sumsel. Komando Operasi I juga  membantu angkutan lebaran masyarakat. Hal ini diungkapkan Panglima menanggapi kondisi angkutan lebaran  yang masih membutuhkan dukungan transportasi udara yang disampaikan Penjabat Bupati Belitung.

 

Imam Supaat berharap akan banyak putra-putri dari suku  berbeda bisa  bergabung dengan TNI. “ Dengan suku yang berbeda tentunya ini berdampak baik untuk mendukung integritas atau upaya menyatukan wilayah kepulauan yang tersebar di nusantara ini “ ajak Marsda TNI Imam Supaat yang menyebutkan dari 125 perwira baru saat ini juga berasal dari suku yang berbeda. Tentunya sumberdaya ini membutuhkan fisik, psikis dan akademis yang baik.

 

Pangkoops I Marsda Imam Supaat  mengantikan Marda TNI Erry Biatmoko.yang merupakan lulusan AAU tahun 1973 dan mengawali karirnya sebagai penerbang tempur di Skuadron Udara III. Kemudian mantan Gubernur AAU ini dipercaya sebagai Komandan Skuadron Pendidikan 103 di Skadron 15 dan tahun 97/98 diangkat menjadi Atase Udara di London. Dari tahun 1999-2000  Imam Supaat menjabat Wakil Komandan Pangkalan Udara TNI-AU Pekanbaru dan kemudian menjadi Komandan Pangkalan Udara Supadio Pontianak, dan Lanud Iswahyudi Madiun , Wakil Asisten Operasi Kasum TNI dan terakhir menjadi Gubernur AAU.

 

Tampak Hadir Wakil Ketua DPRD Belitung Taufik Mardin, Dandim 0414 Letkol CZI Jangkung Widyanto, Ketua Pengadian Negeri Tanjungpandan Heri Setyobudi, MH, Kapolres Belitung AKBP Rudi Tranggono S.St,MK, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas, Kadin Pertambangan dan Energi dan kepala Bagian dilingkungan Setda Kabupaten Belitung (fithrorozi)