Tanjungpandan (WP), Ada empat fungsi Al-Quran yakni Al-Huda (petunjuk), Al-Bayinat  (penjelas), Al-Furqon (pembeda) dan As-Syifa (obat).  Sebagai petunjuk Al-quran berfungsi sebagai kerangka acuan dalam berpikir dan bertindak, Allah berfiman “ Kamu (Muhammad), tidaklah dijadikan Rasul, melainkan untuk menjalankan misi utama membaca rahmat bagi semesta alam”. Jika Nabi Isa membawa misi sebagai juru selamat maka  Allah SWT menugaskan Muhammad SAW untuk  menjalankan misi pembawa rahmat yang substansinya adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

 

Fungsi Al-qur’an kedua adalah Al-Bayyinah (Bukti), yakni memberi penjelasan kepada ummat. Di dalam al-qur’an inilah segala pangkal solusi masalah yang kita hadapi dapat ditemukan. Fungsi ketiga adalah Al–Fur’qon yakni memberikan pembedaan antara yang haq dan yang bathil.  Pilihan itu begitu jelas sehingga manusia akan dibedakan kedalam dua golongan yaitu golongan putih (Hizbulloh) dan golongan hitam (Hizbussyaiton) sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Maidah (Hidangan) dan Al-Mujaadillah :19. (Wanita yang mengajukan gugatan)

 

Dan fungsi keempat adalah As-Syifa, yakni pemberi obat. Menurut sebuah penelitian, 2/3 penduduk dunia mengidap gangguan jiwa. Sayangnya kita lebih banyak mengartikan gangguan jiwa itu semacam orang gila. Padahal stress, amarah yang berlebihan adalah bentuk dari gangguan jiwa. Orang segan berkonsultasi atas penyakit yang diidapnya, ujar Drs.Arham Armuza,Sip ketika memberikan pembekalan kepada peserta Pesantren Kilat yang digelar Ikatan Keluarga Pelajar Belitung (KPB) Cabang Belitung di Gedung Wanita, Sabtu (20/9)

 

Pelaksanaan pesantren kilat yang berlangsung selama dua hari (20-21 September 2008) dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Agama Tanjungpandan, Imam Safei. Menurut Ketua Pelaksana Muhammad Agry S.Z  tujuan IKPB Cabang Belitung menggelar pesantren kilat ini adalah untuk meningkatkan iman dan taqwa, ukuwah islamiyah dan silaturahmi antar pelajar se-Kabupaten Belitung.

Organisasi pelajar Belitung (IKPB) didirikan pada tanggal 13 Mei 1955 di Kelapa Kampit. Dimana organisasi terdiri dari mahasiswa dan pelajar Belitung yang bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan dan kekeluargaan dan memajukan pendidikan pelajar dan mahasiswa  sebagaimana disimbolkan pada lambang IKPB.

 

Panita Pelaksana berharap 500 peserta dari kalangan siswa SLTA se- Kabupaten Belitung yang diundang bisa mengikuti pelaksanaan pesantren kilat  “ Kami juga mengundang mahasiswa  STAIN, Akper, AMB untuk mengikuti pesantren kilat di bulan Ramadhan 1429 H ini “ ungkap Apriyanto.

  

Selain Arham Armuza, tampak hadir Ir.Yudhi Dharma  dan Ustadz Sharofie dari Yayasan Baitul Ummah Cabang Belitung yang juga menjadi narasumber pada pelaksana pesantren kilat ini  (fithrorozi).