Tanjungpandan (WP),   Selamat datang Penjabat Bupati Belitung beserta rombongan yang sudah bersusah payah datang mengunjungi masyarakat Pulau Gersik. Pulau yang sejak 12 Juli 1967 resmi memiliki pemerintahan desa yang mencakup  15 pulau baik yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni “ kata Kades Pulau Gersik Andi Saparudin. Beberapa tahun yang lalu pulau ini mengalami bencana angin pasang yang merusak beberapa rumah. Begitupun pada 10 hingga 20 tahun kedepan ada kekhawatiran terjadi pengikisan pantai (abrasi). Oleh karena itu kami menaruh harapan sentuhan pembangunan disini. “ tambah cucu dari Kades pertama Paterapi yang bergelar Patelolo.

 

Rombongan safari Ramadhan bertolak dari pelabuhan Tanjungpandan Rabu (17/9) pukul 13:45 siang menggunakan dua kapal milik pengusaha dari Gersik Haji Bedu  dan kapal milik Dinas Kelautan dan Perikanan  Kabupaten Belitung. Pukul empat lewat kapal menjauh dari Mercusuar Tanjung Lancur, Selat Nasik namun  angin timur mulai menggubah haluan, kapal  berputar-putar, harus melewati gelombang setinggi kurang lebih 3 meter. Biasanya Tanjung Lancur – Pulau Gersik  cukup ditempuh satu jam seperempat, hari ini memerlukan waktu 2 jam lebih hingga usai magrib baru dapat menginjakkan kaki di desa yang dihuni  2. 726 jiwa dengan 337 kepala keluarga ini.

Dua pohon beringin yang menjadi ciri khas pulau yang memiliki luas 20,5 km2 sudah tampak. Di belakang kapal, sejauh mata memandang terlihat beberapa kapal besar yang ingin menuju Jakarta melintasi  laut yang memisahkan pulau Mendanau (pusat ibukota Kecamatan Selat Nasik)  dan Pulau Gersik Kapal harus melepas jangkar ditengah laut sementara gelombang yang diperkirakan setinggi tiga meter tidak pula reda. Angin dan gelombang yang membuat rombongan berbuka puasa bersama di tengah laut sudah terbiasa bagi nelayan. Angin timur bulan September ini tentu lebih teduh dibandingkan dengan tiupan angin barat daya di bulan Desember hingga Januari. Kekwatiran kandasnya kapal dapat dimaklumi karena  sepanjang pesir tersebar terumbu karang. Setelah kapal terkatung-katung, berputar arah memotong “pisang gelombong “. Akhirnya perahu motor nelayan datang menjemput. Diujung sana kemilau baju pelampung terlihat dipakai penumpang kapal kedua.

Usai sholat Isya, tarawih dan witir yang dipimpin H.M Jamil Zainal, Penjabat Bupati menyerahkan bantuan berupa perangkat ibadah dan zakat  yang berasal dari Badan Amil Zakat Kabupaten masing sebesar Rp.200 ribu dan beras kepada kepada 7 fakir miskin dan 2 orang takmir (nuje) Mesjid Assalam Pulau Gersik

 

“Saya berbahagia (malam ini) karena akhirnya sampai juga ke Pulau Gersik bersama rombongan setelah berputar-putar, pindah ke perahu motor dan dibawa dengan sampan kecil. “Ini bukan sekedar safari tapi semacam tantangan  kita sebagai anak-anak pulau” , kata perempuan satu-satunya yang ikut serta dalam rombongan Safari Ramadhan.

 

“Insya Allah, saja akan berkunjung lagi ke sini (pulau Gersik) lebih lama, lebih panjang waktunya untuk berbicara dengan masyarakat untuk memajukan pulau ini. Melihat kesulitan menginjakkan kaki di pulau dengan 14 pulau kecil lain yang termasuk dalam wilayah administrasi Desa Pulau Gersik, Penjabat Bupati berharap ada dermaga yang memungkinkan naik turun penumpang dan barang bisa leluasa.

 

Pembangunan dermaga yang terletak di sebelah barat pulau sempat terbengkalai karena hantaman gelombang. Praktis kerinduan masyarakat pulau adanya dermaga yang telah dirintis Paterapi sejak 20 tahun yang lalu belum terpenuhi hingga kini. Tahun mendatang pemerintah menganggarkan Rp.1,2 milyar pembangunan dermaga yang dinilai terlalu kecil oleh rekanan yang ingin membangun dermaga. Dermaga lindung, dermaga apung atau dermaga yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tampaknya akan terus dirindukan. “Dermaga inilah yang selalu kami perjuangkan kata Kades Andi Saparudin yang terpilih menggantikan Muje Taba.

 

Seperti biasa mensosialisasikan amanat Mendagri kepadanya. Sebentar lagi kita akan memilih Bupati dan Wakil Bupati definitif untuk pertama kali, ungkap Haryono Moelyo,SE,MA yang dilantik 29 Agustus lalu. “Silahkan memilih 7 calon yang paling sesuai” ujar pelaksana pemerintahan enam bulan kedepan ini didepan jamah yang hadir kurang lebih 290 orang. Ketentraman, kenyamanan diharapkan memudahkan masyarakat dan pemerintah dan swasta membangun daerah. Penjabat Bupati optimis masyarakat mampu melaksanakan hak-haknya dalam politik dengan baik .

 

Pada kesempatan ini Farid Wajdi,S.Ag  menyampaikan hikmah Ramadhan dan berdoa semoga ummat menjadi bagian dari empat golongan orang yang dirindukan surga. Ikut serta dalam rombongan Safari Ramadhan 1429 ini, Drs.Ir.Rusli Saie anggota DPRD dari Dapil 3 Membalong mewakili Ketua DPRD, Dandim 0414 Belitung Letkol Czi M Jangkung Widyanto, Danlanud Tanjungpandan yang diwakili oleh anggota, Kapolres Belitung yang diwakili Kapolsek Selat Ipda Machud, Kadin Pendidikan Sumardi,SPd, Kadin Kelautan dan Perikanan Marwan Syaukani,Msi,  Kakan Diklat Mirang Uganda, Kabag Sosial yang diikuti rombongan kecamatan yang dipimpin Camat Selat Nasik, Sumarto bersami Dandim Selat

 

Alhamdulillah kita bisa makan  sahur bersama, kata seorang warga yang ikut mengantri makanan bersama Penjabat Bupati Belitung. Menjelang imsyak jamaah pun mengisi syaf di ruang mesjid Assalam untuk melaksanakan sholat subuh dan mendengar Kuliah tujuh Menit dari Drs. Fari . Ada lima hal yang mengurangi pahala puasa  yakni berbohong, mengumpat atau menceritakan keburukan orang laian, sumpah palsu, adu domba dan memandang orang yang dicintai dengan sahwat. Kultum ini mengakhir kunjungan safari Ramadahan. Pagi pukul 06:15 rombongan bertolak dari pulau Gersik (fithrorozi)