Tanjungpandan (WP). Menindaklanjuti masalah distribusi dari  tiga masalah utama yang disampaikan Ketua DPR saat pelantikan Penjabat Bupati Belitung (wartapraja,29 Agus), Haryono Moelyo,SE,MA  meninjau Kilang Minyak Joint Bersama Pertamina yang terletak  Desa Pangkalalang pada pukul 10:00 (4/9). “Meski hanya enam bulan, saya tidak Ingin menjadi pajangan”, tegas Haryono ketika berdialog dengan Kepala Jober Pertama Ilham didampingi Asistem II H.Nuhadi S.Ipem. Kadin Pertambangan dan Energi Ir. Ubaidillah, Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Belitung, Kasat Pol PP Ansyorini. Ini merupakan kunjungan pertama Haryono di luar lingkungan Pemkab Belitung sejak dilantik tgl 29 agustus yang lalu.

Dengan menurunnya harga timah beberapa pekan saja, antrian bensin pun menurun namun berbeda dengan solar dan minyak tanah. Harga bensin yang sempat dijual Rp.15 ribu per liter, kini dijual dikios-kios kecil seharga Rp.7.000 per liter atau seribu rupiah lebih tinggi dibandingkan harga SPBU. “ Setelah sempat turun dua tiga  hari ini harga timah kembali tinggi, tapi dengan kondisi hujan yang terus menurus mengakibatkan genangan yang harus dikuras. Ini juga menambah biaya  bahan bakar  “ kata salah seorang pekerja tambang. 

“harga timah seringkali memicu spekulasi dan penimbunan BBM, beberapa oknum bahkan sudah memiliki orang-orang suruhan untuk mendapat BBM “ ungkap Anshorini mensinyalir kondisi SPBU  selama ini. “Namun ironisnya, keuntungan yang didapat tidak bertahan lama, inilah menyebabkan ekonomi kita tidak bergejolak luar biasa. Sebagian mereka melarikan keuntungan itu ke sektor-sektor hiburan yang berkembang pesat” jelas Kadin Pertambangan dan Energi Ir.Ubaidillah kepada Penjabat Bupati Haryono Moelyo,SE,MA.

Kelangkaan dan kenaikan BBM terutama bensin sempat diduga karena kekurangan pasokan. “ dibandingkan sejak pertama kali saya masuk disini, persediaan minyak (BBM) sekarang jauh lebih menurun “ kata Wardi yang sejak tahun 2001 bertugas di pengisian BBM Jober Pertamina

 

Seusai meninjau Jober Pertama, Penjabat Bupati juga meninjau Bappeda Dan PM Kabupaten Belitung. Pertemuan ini dihadiri Plt Kepala Bappeda dan PM yang juga sekretaris Bappeda dan PM Drh.Endang Udayati bersama empat Kepala Bidang.  Penjabat Bupati Belitung berharap sebagai lembaga strategis, Bappeda dan PM harus solid. 

 

“ Kita semestinya harus berpikir bagaimana bisa memfokuskan pada bidang strategis saja seperti perikanan, pariwisata dan pelabuhan dan seluruh SKPD bisa mendukung tiga prirotias ini, agar arah pembangunan kita jelas “ jelas  Kabid Pendataan dan Pelaporan Sabriansyah di depan Penjabat Bupati Belitung yang juga mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bangka.

 

Haryono Moelo  memahami bagaimana proses perencanaan itu dilaksanakan, Bappeda memang harus memegang prinsip namun tidak terlepasa dari intervensi politik. “ Oleh karena itu kadang kita harus legowo, tidak boleh ego” kata Haryono.  Integrasi perencanaan sektoral dan spasial akan sangat berpengaruh dalam pola koordinasi dan kemudahan pencapaian sasaran pembangunan. Dengan demikian pembangunan fisik akan memberi manfaat dan dampak setidaknya suasana di ruang kerja itu akan lebih kondusif

 

“Sejak pertama kali datang, saya melihat letak kantor yang berjauhan sulit berkoordinasi, Saya jadi terpikir bagaimana dibangun kawasan terpadu perkantoran, namun tentu harus mempertimbangkan konsep pembangunan seperti didahului oleh Masterplan” kata Pria empat anak ini.

 

Tahun 2008m Bappeda mengelolan kurang lebih 11 kegiatan termasuk Recana Tata Ruang Kecamatan (RTRK) Membalong dan Sijuk. Sebelumnya (tahun 2007) Bappeda sudah menyusun RTRK  Tanjungpandan, Badau dan Selat Nasik. Saat ini UU No 26 tahun 2007 tetang Penataan Ruang dan PP Nomor 26/2008 tentang Recnaan Tata Ruang Wilayah Nasional sedang dalam proses desiminasi dan sosialisasi “ Ini berarti kemungkinan perubahan RTRW semakin terbuka dan merubah Isi Perda Nomor 18/2005 tentang Rencana Tata Ruang Kabupaten 2005 –20015. Memang idealnya seteiap lima tahun sekali tata ruang itu direvisi “ kata Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda dan PM Ir.Agus Taufan.

 

Menyikapi ketentuan anggaran pendidikan sebesar 20% dari total anggaran, Penjabat Bupati Belitung berharap berbagai fasilitas pendukung sudah bisa dipenuhi termasuk perpustakaan, taman dan sebaginya. Dengan asumsi APBD Kabupaten Belitung mencapai Rp. 500 milyar berarti aloaksi anggaran pendidikan sebesar Rp. 100 milyar.   “ Jika prasarana sudah   dipenuhi, maka prioritaskan kualitas sumberdaya manusianya termasuk para guru “ kata Penjabat Bupati sebagaimana yang dijelaskan Kabid Ekososbud Dra.Rofrida kepada WartaPraja sesuai dialog dengan Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo,SE,MA.

 

Pertemuan ini juga dihadiri Kabid Penanaman Modal  Robert Horison, Msi yang mendiskusikan  berbagai permasalahan dan fokus perencanaan investasi di Kabupaten Belitung ” Saat Rakor Gubernur dengan Bupati  nanti (di Pangkalpinang) saya berharap berbagai permasalahan bisa diinventarisir sesuai perkembangan terbaru“ tegas Haryono. (fithrorozi)