Dengan kerendahan hati, marilah kita saling berbagi pesan dan saling mengingatkan atas nikmat yang telah kita terima.  Tentunya tidak mudah menyampaikan pesan kebaikan itu. Rasulullah SAW pernah mengalami berbagai hambatan dalam menyampaikan pesan Illahi, begitupun para Nabi-nabi  dan para auliyah terdahulu. Rasulullah SAW berpesan ” sampaikan apa yang perlu kita ketahui tentang agama ini walapun hanya satu ayat” . Begitu kehadiran saya bersama warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Cerucuk ini, tak lain dalam rangka menyampaikan pesan keimanan yang merupakan sebuah kewajiban sebagai hambaNya.

 

Untuk itu, marilah kita sama-sama mengingatkan tentang besarnya nikmat yang telah Allah SWT limpahkan kepala kita, seperti nikmat  kesehatan, kesempatan, terutama nikmat karunia yang besar yakni hidayah. Allah SWT tidak memberikan nikmat itu dengan cara hutang ataupun pinjaman. Nikmat itu diberikan Nya dengan  cuma-cuma, tetapi kita  jangan sampai lupa atas nikmat dan karunia yang sudah Allah berikan kepada kita . Oleh karena itu, marilah kita bersyukur atas nikmat tersebut terutama nikmat hidup.

 

Meski nikmat hidup yang kita jalani sekarang ini sifatnya hanya sementara Ingatlah  firman Allag dalam sarat Al ‘Ashr. “Demi masa, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian”. Tentunya jika kesempatan itu tidak bisa kita nikmati sebaik-baiknya. Yang lalu biarlah berlalu, anggap seperti nostalgia. Tetapi kita diberikan kesempatan mengartikan hari kemarin untuk mencapai cita-cita hari esok. Kita sadari bahwa kesuksesan yang kita raih hari ini karena kemarin, celaka yang menimpa kita hari ini juga karena perbuatan kemarin. Begitu pula hari esok tergantung apa yang kita perbuat hari ini, karena itu punya harapan. Tapi perlu kita sadari juga bahwa kenyataan hari esok meruapakan rahasia Allah SWT.

 

Jadi kesempatan di bulan Ramadhan ini hendaknya bisa kita manfaatkan. Ini tergantung perjalanan kita melewati dan mengelola waktu. Apa yang sudah terjadi  adalah pengalaman, dan pengalaman itu adalah pelajaran berharga.

 

Alhamdulliah kita sudah menjalani malam ke-5 (4/9) bulan Suci Ramahan. Tentu sudah banyak persiapan yang dilakukan menghadapi bulan suci Ramadhan. Ingatlah jadi Rasulullah SAW yang menyebut bulan suci itu adalah bulan kemuliaan, bulan dimana terdapat berbagai macam kebaikan. Karena itu banyak tradisi atau cara masyarakat melakukan  persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Dikampung mungkin ibu rumah tangga sibuk mengikuti berbagai arisan. Anak-anak pun punya cara tersendiri menyambut bulan ramadhan, ada yang mencari bambu menjadi  meriam (bedil), hingga bulan ramadahan ini menjadi semarak. Begitulah cara anak-anak. Rasullah pernah bersabda ” Barang siapa bergembira menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, maka jasad  tidak disentuh api neraka”. Hadist ini hendaknya kita tafsirkan dengan akal agar tidak terhenti pada rasa gembiranya saja. Tentunya masyarakat memiliki budaya tersendiri yang bisa kita jumpai diberbagai daerah termasuk di Bangka dan Belitung ini

 

Begitupun Kitab Duratun Nasihin menyebutkan, semua makhluk termasuk tumbuhan bergembira menyambut bulan suci ini kecuali setan. Semua makhluk bergetar hatinya. Seperti malam ini, ketika Bupati menghadiri safari Ramadhan tak pelak banyak pejabat yang ikut serta. Ini contoh sederhana getaran menjalani ibadah itu bisa dimulai dari lingkungan kita sendiri. Di sekolah mungkin agak berbeda . Beberapa hari yang lalu disampaikan surat edaran untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar. Setidaknya ada ruang yang diberikan bagi murid sekolah untuk menjalankan ibadah di awal bulan suci Ramadhan 1429 H ini.

 

Kita sama-sama menyadari bahwa segala ketaatan dan kepatuhan kepada Allah adalah ibadah. Siapa saja yang datang ke majelis ilmu setiap langkahnya akan diganjar seperti ibadah selama setahun. “ Innaka Laa Tuhliful Miiaat” . Begitulah tuhan memberikan ganjaran dari sudut yang tidak kita ketahui seperti yang dikutip dari Surah Yasin “Jika Dia berkehendak tidak satupun yang dapat menolak, kun fayyakun..”. Di bulan suci ini saatnya kita  menanam benih kebaikkan dengan niat yang  tulus, diberikan kesempatan untuk bermohon dengan doa. “ Barang siapa yang meminta kepada Ku niscaya akan Ku kabulkan”

 

Ketika kita tidak tahu isi hari isi seseorang, hendaknya kita memohon kepada Allah terutama saat kita berada ditengah suasana untuk memilih  calon pemimpin (kepala) daerah nanti (dalam Pemkada 23 oktober 2008). Kita  tidak tahu hati ketujuh calon itu, apakah mereka memiliki niat yang tulus membangun daerah dan meningkatkan kualitas masyarakat. Karenanya kepada Allah kita bermohon agar  pemimpin nanti adalah orang yang membawa kebaikan dimasa depan.

 

Dari hadist yang diriwayatkan Imam Ali, Ra yang tak lain keponakan Rasululluh dijelaskan bahwa  barang siapa sholat tarawih akan diberikan pahala sepeti pahala orang –orang yang mengamalkan kitab zabur, taurat dan Injil. Semoga apa yang kita lakukan jadi ibadah dan hendaknya kita selalu bersyukur atas nikmat dan kesempatan untuk berbuat hal-hal yang lebih baik, Amien

 

Hikmah Ramadhan ini disampaikan Penceramah Ibnu Haban (guru SMKN Tanjungpandan) dalam rangka Safari Ramadhan Penjabat Bupati Belitung di Lembaga Pemasyarakatan Cerucuk, Kecamatan badau, 4 September 2008