Partai politik yang mengadakan kampanye Pemilu dalam bentuk kegiatan sosial/budaya, istigotsah, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan Ramadan harus memenuhi ketentuan dalam UU No 10/2008 tentang pemilu dan Peraturan KPU Nomor 19/2008 tentang pedoman pelaksanaan kampanye pemilu.

“Tetaplah memperhatikan undang-undang dan peraturan KPU. Kegiatan sosial keagamaan dalam rangka kampanye tidak dilarang, tapi lakukanlah sesuai dengan peraturan yang ada,” kata Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wahidah Suaib, di Jakarta, Minggu (31/8).Menurut Wahidah, peraturan KPU tentang kampanye belum rinci menyebutkan tentang jenis kampanye dalam bentuk lain dan bagaimana pengaturannya. 

Dalam peraturan KPU 19/2008 pasal 13 ayat 7 sendiri telah diuraikan kegiatan kampanye yang tidak melanggar larangan kampanye dan peraturan perundang-undangan. Antara lain, acara ulang tahun/milad, kegiatan sosial dan budaya, perlombaan olahraga, istighosah, jalan santai, tabligh akbar, kesenian, dan bazaar.

Kampanye pemilu dalam bentuk kegiatan lain dapat dilakukan, di antaranya melalui pertemuan terbatas dan tatap muka. Pertemuan terbatas maupun tatap muka dilaksanakan tiga hari setelah parpol maupun anggota DPD ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2009.

Tatap muka harus memenuhi ketentuan, yaitu dilaksanakan di dalam ruangan tertutup atau terbuka dan jumlah peserta paling banyak 250 orang. Sementara, kampanye dalam bentuk kegiatan lain tidak dibenarkan dalam bentuk rapat umum dan tidak dibenarkan melanggar peraturan kampanye dan peraturan perundang-undangan.(Inilah.com) 

Stepanus Iqbal, tulisan ini dikutip dari www.warnaislam.com