Tanjungpandan (WP),  Lebih kurang 600 sertifikasi kompetensi  lulusan sekolah kejuruan yang ditandatangani setiap tahunnya  namun jumlah lulusan yang dianggap siap pakai ini tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja di Belitung, kata  Ketua Majelis Pendidikan Kejuruan Kabupaten Belitung, H.Sudirman Norman,S.Sos yang ikut menandatangi sertifikat tersebut.

Dalam sambutan, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel Indonesia, mengajak lulusan kejuruan dapat menambah ilmu khususnya ilmu manajemen informatika di kampus AMB sebagai bagian dari upaya meningkatkan sumberdaya manusia.   “Sebagai perguruan tinggi satu-satunya tentunya AMB ini perlu didukung “ ujar Sudirman yang biasa dipanggil Dulen memotivasi pemangku kepentingan. Dalam kesempatan ini selaku Ketua Majelis Pendidikan dan atas permintaan Pembantu Rektor  AMB Agus Haryoko, Dulen menyerahkan buku-buku untuk menunjang Perpustakaan Kampus AMB.

 

Tahun 2008 ini, peningkatan status atau jenjang pendidikan AMB sebetulnya dapat dimungkinkan menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika mengingat  persyararatan Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) sudah mulai diperbaiki, seperti jumlah dosen S2 yang sekarang berjumah 14 orang dan saat ini beberapa dosen AMB sedang menjalani  pendidikan Strata-2 di Jakarta. Namun kita masih terkendala dengan syarat administrasi berupa Surat Keterangan Bank yang dulunya berupa  bank garansi dengan dana mengendap di bank. Kini syarat tersebut diperlunak dengan hanya berbentuk surat keterangan bank yang menyatakan besaran dana pendukung,  yakni sebesar Rp.3,4 milyar untuk D3 dan  7,2 milyar (S1) untuk satu jurusan. Harapan kami, ada pihak yang membantu AMB untuk mendapatkan Surat Keterangan Bank untuk mendapatkan izin pendirian  sekolah tinggi. “Uang yang disimpan sementara dibank tersebut kemudian dapat ditarik kembali” jelas Drs.Zulkifli.

 

Saat ini AMB dilengkapi 30 unit komputer dengan ruang laboratorium yang terbatas. Insyallah ini akan diperluas dan ditingkatkan jumlahnya, menyusulkan keinginan pihak Dikti di untuk melakukan peninjauan ke kampus AMB.  Saat AMB memiliki cadangan uang sebesar Rp.1,4 milyar yang akan digunakan untuk pengembangan gedung kampus.

Jika digunakan untuk membangun gedung diatas lahan hibah, tentunya ini kurang optimal. Selain tanah hibah yang diberikan ke AMB, sebagian sudah diambil masyarakat. Tentunya lebih efektif dan strategis jika dibangun di kampus AMB di Jalan Gegedek ini. Gedung yang dipinjamkan oleh Pemkab Belitung dapat ditukargulingkan dengan lahan hibah yang terletak di Desa Lesung Batang.

 

Awalnya sebelum dijadikan kampus, gedung ini terlantar bahkan beberapa bagian gedung sempat dijarah. Kondisi saat ini tentu jauh lebih baik. Baru-baru ini Pemkab mengalokasikan dana untuk pembangunan pagar keliling kampus sehingga tampak rapi dan menarik.

 

Zulkifli juga mengungkapan rata-rata perguruan tinggi di Babel didukung pemerintah daerah seperti UBB (status swasta ) tahun 2008 ini mendapat bantuan 43 milyar  lebih tinggi dibandingkan dengan bantuan pemerintah  tahun 2007 yang sebesar 8 milyar. Dengan demikian sekali lagi kami berharap ada kepedulian untuk meningkatkan status AMB dari kampus yang menghasilkan Ahli Madya (Diploma III) menjadi kampus Sekolah Tinggi yang meluluskan Sarjana di Kabupaten Belitung. 

 

Penutupan Ospek Mahasisawa AMB 2008 ini selain dihadiri pengelola, dosen AMB dan alumni juga dihadiri tokoh masyarakat H.Muhammad Muas,SH. Pelaksanaannya lebih singkat dibandingkan ospek sebelumnya. Mekanisme Ospek pun sudah berubah, dan mempertimbangkan hak azasi manusia dan tidak menyinggung martabat seseorang. “ Kami yang sudah tua-tua ini akan digantikan kalian seperti halnya negara Jepang, Singapura yang meski tidak memiliki sumberdaya alam tetapi mampu merubah peradaban bangsanya dengan kemampuan ilmu dan teknologi” kata Direktur AMB dalam sambutan Penutupan Ospek Mahasiswa AMB Tahun 2008. (fithrorozi)