Tanjungpandan (WP), Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi rumah tangga sasaran (RTS) tahap II akan dibayarkan pada bulan september 2008. Dari 5.901 RTS sudah didistribusikan  sebanyak 4.869 RTS yang berhak menerima BLT pada tahap I sedangkan sisanya sebanyak 822 kartu BLT RTS diblokir dan terdapat 210 RTS belum mencairkan dana BLT.

 

Dari jumlah 822 kartu BLT yang diblokir tersebut 806 RTS diusulkan kembali menerimana dana pada Tahap kedua nanti, sementara 16 lainnya hangus sehingga  dana tersebut disetor kembali ke kas negara sesuai mekanisme dan  kesepakatan antara satgas BLT pusat dengan Departemen Sosial RI.

 

Di Kabupaten Belitung Timur, dari jumlah 4.752 RTS terdapat sebanyak 3.455 RTS yang mencairkan dana BLT tahap I. Sisa sebanyak 1.243 kartu BLT-RTS diblokir dan ada 54 RTS lainnya belum mencairkan dana BLT tahap I. Dari jumlah 1.243 RTS yang diblokir,sebanyak 1.202 RTS diusulkan kembali berdasarkan hasil verifikasi. Sedangkan dana untuk 41 RTS lainnya hangus dan disetor kembali kas negara.

 

Deputi II Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) selaku Ketua Pelaksana Tim Koordinasi (Tikor) Raskin Pusat Adang Setiana,di Jakarta beberapa waktu lalu menjelaskan,  realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga 5 Agustus telah mencapai 71,16%.

Adang menambahkan penyaluran BLT secara nasional Tahap I (Juni-Agustus 2008) hingga 5 Agustus mencapai 71,16% yang meliputi 13.533.360 RTS senilai Rp 4,7 triliun. Dari 440 kabupaten/kota yang ditetapkan,   sudah 344 kabupaten/kota atau 78,18% yang sudah disalurkan  sedangkan 96 kabupaten/kota lainnya segera disalurkan. Sehingga pada akhir Agustus 2008 penyaluran akan mencapai lebih 90%.

 

Adang mengakui persentase penyaluran beragam, ada sejumlah provinsi yang tingkat penyalurannya masih dibawah 50%, yakni Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, dan Nanggroe Aceh Darussalam.”Sementara untuk Kalimantan Tengah memang belum ada realisasinya karena Gubernur Kalteng memohon penundaan dengan alasan ada verifikasi data RTS,” tambahnya.

 

Adang menambahkan, pihaknya telah memberikan bahan pertimbangan untuk Menko Kesra agar menghubungi Gubernur Kalimantan Tengah dan mengimbau percepatan verifikasi data RTS, sehingga BLT dapat segera disalurkan untuk membantu mengurangi beban pengeluaran RTS.  Sementara itu kupon BLT untuk 19.018.058 RTS seluruhnya telah didistribusikan. Kebutuhan dana BLT Tahap I sebesar Rp. 5,7 triliun telah ditransfer ke PT.POS Indonesia sebesar Rp 5,4 triliun, kekurangannya segera diselesaikan. Untuk Tahap II (September-Desember 2008), dana BLT  sebesar Rp 7,6 triliun telah tersedia di KPN.

 

Sebelumnya, Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah membatalkan pengucuran bantuan langsung tunai, seiring dengan rencana penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak per Juni 2008. Menurut Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi ( Warta Kesra,15/5), program BLT justru merupakan upaya pemiskinan rakyat.  Selain karena masalah kesiapan data data penerima BLT, permasalahan timbul dari masyarakat sendiri karena uang yang dibagikan tidak sepadan dan lonjakan harga kebutuhan pokok yang cenderung naik.

 

Beras Raskin

Sementara penyaluran program beras untuk warga miskin (raskin) sampai 31 Juli 2008 tercatat 1.685.082 ton (90,32%) dari pagu yang ditetapkan 1.866.172 ton.  Menkeu melalui surat No. S-389/MK.02/2008 tertangal 31 Juli 2008 telah menyetujui alokasi tambahan raskin untuk dua bulan sebesar Rp. 3,371 triliun dari jumlah yang diusulkan sebesar Rp. 3,75 triliun.

 

Menurut Adang Setiawan, pagu nasional tahun 2008 (selama 10 bulan untuk 19,1 juta RTS) sebanyak 2.769.500 ton dan realisasi penyaluran raskin untuk 33 provinsi diseluruh Indonesia prosentasenya beragam. Propinsi   Bangka Belitung termasuk provinsi yang telah menerima raskin sebesar 100 persen.  Sementara cadangan raskin nasional sebanyak 1,86 juta ton sangat mencukupi untuk disalurkan sesuai pagu tahun 2008. (fithrorozi)