Tanjungpandan (WP), Sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84 Tahun 1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, guru adalah pejabat fungsional yang jenjang pangkat dan jabatannya ditentukan oleh kompetensi yang diukur dengan angka kredit.

 

Padal pasal 5 ayat (3) ditegaskan bahwa pengembangan profesi meliputi kegiatan pembuatan karya tulis ilmiah bidang pendidikan, membuat alat peraga atau alat bimbingan, menciptakan karya seni, menemukan teknologi tepat guna dibidang pendidikan dan mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.

 

Pasal 8 keputusan tersebut menetapkan ada 2 (dua) unsur yang dinilai dalam pemberian angka kredit. Salah satunya sebagai unsur utama, yang terdiri dari pendidikan, proses belajar mengajar atau bimbingan dan pengembangan profesi. Sementara itu, pasal 9 ayat (2) menegaskan, untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi menjadi Guru Pembina Tingkat I (IV/b) sampai dengan Guru Utama (IV/e), diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari unsur pengembangan profesi.

 

Data dari Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 290.000 guru golongan IV/a yang mengalami kendala kenaikan pangkat/jabatan karena kesulitan membuat karya tulis ilimah. Untuk mengatasi kendala itulah, Depdiknas memberikan bantuan dana block grant pengembangan profesi guru dalam bentuk bimbingan penulisan karya tulis yang juga bisa didapatkan melalui akses internet.

 

Demikian disampaikan Plt.Bupati Belitung ketika membuka Bimbingan dan Pelatuhan Penulisan Karya Tulis Ilmiah dalam rangka pengembangan profesi guru di Lingkungan Pemkab Belitung pada hari Selasa, 26 Agustus pukul 07:20 wib. Kegiatan ini  diselenggarakan Bagian Kepegawaian Setda Kabupaten Belitung bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasioanal. Bimbingan dan Pelatihan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Setda Kabupaten Belitung yang diikuiti  40 peserta yang terdiri dari 20 guru SDN, 1 Guru SLB,  12 guru SMPN dan  4 Guru SMAN dan 3 guru SMKN.

 

Dalam diskusi hari pertama yang dipimpin oleh instruktur dari Direktorat Profesi Pendidik Departemen Pendidikan Nasional, Mohamamad Rozi selain mengungkap berbagai masalah kemampuan menulis guru, peserta dibimbing bagaimana mengidentifikasi permasalahan dalam proses belajar mengajar sebagai materi penyusunan karya tulis. Dalam diskusi tersebut juga mengungkapkan sejumlah masalah yang dihadapi guru antara lain rendahnya minat siswa dalam memahami listening skil (bahasa Inggris), rendahnya kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah tulisan (cerpen), kurangnya keberanian siswa mengungkap pertanyaan, gangguan koordinasi sensomotorikal dalam belajar pada anak.

 

Permasalahan lain yang merupakan masalah dasar terlihat dari lambatnya siswa  memahami petunjuk teknis pra pengetikan jika dijelaskan secara klasikal dan mengalami kesulitan dalam menentukan pikiran utama pada paragraf.

 

Selama Bimbingan dan Pelatihan Penulisan Karya Tulis ini, peserta  diberikan beberapa materi meliputi Informasi dan Kebijakan Pengembangan Guru, Informasi dan Pemahaman tentang Penelitan Tindakan Kelas dan  Bimbingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Rencananya kegiatan ini akan  ditutup pada hari Kamis, 28 Agustus 2008 setelah dilakukan evaluasi pembelajaran.(fithrorozi)