Tanjungpandan (WP),  Dari sekitar 2.800 perguruan tinggi swasta, hanya 50 persen yang kondisi sehat. Artinya jumlah mahasiswa cukup, rasio dosen dan mahasiswa memadai, serta fasilitas penunjang cukup lengkap.  “Jika jumlah mahasiswa tidak cukup, kecil kemungkinan PTS bisa survive karena sumber dana sebagian besar berasal dari mahasiswa”, kata Suharyadi, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), Senin (4/8.) di Jakarta (Kompas,5/8).

 

Dari 3 (tiga) perguruan tinggi yang ada di Belitung yakni Akademi Manajemen Belitung (AMB), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Kampus B Kampus B dan Akademi Perawat Kesehatan misalnya, fasilitas perpustakaan dinilai kurang memadai. Meskipun ada upaya pengkayaan ilmu dan pengetahuan masyarakat kampus melalui pembangunan jaringan hotspot internet seperti yang dilakukan pihak manajemen di Kampus AMB.

 

Akademi Manajemen Belitung berdiri pada tanggal 23 Agustus 2000 dengan Keputusan Menteri Pendidikan RI Nomor 170/D/0/2000 bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Berehun dirintis oleh Rudi Yussah, Djamanudi Hamid, Sutiman dan Anwar .Ardisoma dengan status terdaftar pada Direktorat Pendidikan Tinggi.

 

Sebagai masyarakat yang peduli dengan dunia pendidikan, Drs.Zukifli yang juga Direktur AMB berharap kehadiran pendidikan tinggi di Kabupaten Belitung didukung oleh pemerintah, karena kita tidak bisa mengharapkan sepenuhnya dana pengembangan pendidikan tinggi ini dari mahasiwa.

“Ini perjuangan kita bersama” ajak Zukifli seperti makna kata Berehun (belitong : saling tolong menolong) yang menempel pada Yayasan. Pada tahun 2002 Pemkab Belitung membantu sarana komputer untuk mendukung laboratorium komputer, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra menyumbang sejumlah kursi belajar begitupun  PT.Timah.

 

Jumlah mahasiswa baru dan lulusan AMB memang meningkat dari tahun ke tahun meski tidak signifikan dengan rasio kebutuhan tenaga kerja di Belitung. Meski demikian AMB didukung sejumlah tenaga pengajar dari berbagai disiplin ilmu berlatar pendidikan S2 yang saat ini berjumlah 12 orang, sedangkan untuk mendirikan Sekolah Tinggi hanya membutuhkan 6 orang lulusan S2. Pada awal berdiri, AMB memiliki dua jurusan yaitu  Jurusan Administrasi perkantoran dan Jurusan Koperasi, Namun sejak awal jurusan koperasi tidak diminati dan kini AMB memiliki urusan Manajemen Informatika.

 

Pada tahun ajaran 2008/2009 ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Manajemen Belitung menggelar Ospek Mahasiswa 2008. Kegiatan ini diikuti 55 mahasiswa dan 37 mahasiswi dari tanggal 25 hingga 27 yang mendaftarkan diri pada  dua jurusan Manajemen Informatika dan jurusan Administrasi Perkantoran

 

Inti dari kegiatan Ospek  bukan pada pendidikan fisik tetapi lebih beriorientasi pada mentalitas mahasiswa “ kata Panitia Ospek Yudi Chandra. Selain  menjelaskan kegiatan organisasi intra dan ekstra kemahasiswaan yang ada di Kampus Akademi Manajemen Belitung, selama tiga hari calon mahasiswa  akan mengikuti serangkaian kegiatan yang meliputi kegiatan joging sehat dipagi hari, penjelasan Sejarah Kampus AMB oleh Direktur AMB Drs.Zulkifli, dan serangkanan Seminar “Plus” serta Diskusi mengenai kemahasiswaan, konseptor, sistem perkuliahan, kepemimpinan dari dosen AMB diantaranya Drs.Huziadi Husin, Mirza Dollyadi,SE dan Farid Wajdi,S.Ag.

 

Ketua Pelaksana Ospek 2008 Hardiansyah didampingi Ketua BEM AMB Heru Mardyanto menjelaskan bahwa  kegiatan ospek ini nantinya juga akan menggelar bhakti sosial pada hari penutupan (27/8.) (Fithrorozi)