Tanjungpandan (WP), Lomba story telling dan story reading merupakan bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan berkunjung ke perpustakaan. Kegiatan ini juga memancing minat dan kreativitas murid mengembangkan cerita yang dibaca sehingga bukan mustahil menumbuhkan minat menulis. Dengan story telling siswa lebih bebas mengungkapkan rasa, wawasan dan pemikiran mereka tentang nilai kemanusiaan secara spontan.

Baru-baru ini Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Belitung menggelar kegiatan story telling dari tanggal 19 hingga 21 agustus 2008 dan story reading dari tanggal 19 hingga 25 Agustus 2008. Kegiatan story telling menekankan pada upaya untuk menumbuhkan minat bercerita dari buku yang tersedia di perpustakaan. Kegiatan ini diikuti 6 (enam) guru TK dan 500 anak-anak murid mendengar. Suasana lomba story reading yang diikuti SMA,SMP dan SD sebanyak 40 orang peserta.

Rencanannya panitia akan mengumumkan pemenang lomba story reading pada bersamaan dengan penutupan pameran pembangunan di Stadion Olah Raga Tanjungpandan. Setelah juri menentukan penilaian peserta. Juri lomba story reading antara lain Paryanta Spd dari Dinas Pendidikan, Dra Nurmaryanan dari Guru SMAN 2 Tanjungpandan, Dra Rukmini dari dari SMA 1 Tanjungpandan dan Hanafi. Kepada pemenang lomba, selain diberikan tropi juga diberikan uang penghargaan untuk Juara I, II dan III dan Juara harapan I,II dan III.

“ Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2005 dan secara rutin dilakukan tiap tahunnya, ujar Ketua panitia pelaksana, Nuraini Husein Sip yang juga Kepala Perpustakaan Tanjungpandan berharap kegiatan ini dapat diikuti seluruh pelajar se-Kabupaten Belitung,

“Meski anak-anak belum bisa membaca namun mereka menikmati dan memahami alur cerita dari bentuk dan gambar dari buku fiksi yang tersedia di Perpustakaan, tentu hal ini bermafaat bagi anak-anak”, kata Askawati guru TK Bina Warga didampingi ibu Asniwati. Selain TK.Bina Warga Jl.A.Yani, TK ABA 3 Perumnas, TK Pembina Pilang, Tk.Angkasa, TK Pertiwi dan TK Bhayangkari, Tl.Asoka dan TK.Melati, Tk.Mutiara dan TK.Purwanida.

Lomba story reading yang diikuti siswa SMA dan SMP sederajat se Kab.Belitung menggunakan buku non fiksi, sedangkan peserta dari SD menggunakan fiksi se-Kabupaten Belitung ” Buku yang digunakan sesuai dengan pemikiran dan dunia mereka”, tambah Nuraini yang sudah mengelola sejak awal berdirinya perpustakaan daerah yang kini sudah memiliki 11.000 ekslempar yang terbagi dalam kategori fiksi, non fiksi, referensi dan berbagai majalah (fithrorozi)