Tanjungpandan (WP), Pemberian remisi bagi mereka telah menunjukkan prestasi, dedikasi dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan dari pemerintah setelah memenuhi syarat sesuai UU nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi

 

Hasil survey KPK menempatkan Departemen ini sebagai lembaga terburuk dalam integritas publik mencakup 3 (tiga) unit layanan (kenotariatan, keimigrasian dan lembaga pemasyarakatan) yang disikapi dengan kepala dingin.  

Berbagai langkah dilakukan memperbaiki kondisi tersebut mencakup penerapan sistem ISO 2001 di Kanin Surabaya dan Lapas Wanita Malang, Pencanangan bulan bakti pemasyarakatan, perubahan sistem SPRI, pelayanan satu pintu keperdataan bahkan bulan Agustus standar ISO 2001 dalam Sistem Administrasi Badan Hukum (Sismimbakun) yang diberlakukan.

 

Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia saya menyampaikan ucapatan selamatan untuk remisi yang diperoleh dan khususnya kepada warga binaan pemasyarakatan yang hari ini bebas, saya pesanakan kiranya saudara dapat kembali ke masyarakat sebagai warga masyarakat yang baik taat hukum serta dapat menjadi insan pembangunan yang bertanggungjawab. Demikian kata sambutan Menteri Hukum dan HAM Andi Matallata yang disampaikan Plt Bupati Belitung Ir.Mulgani di Ruang Pertemuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kabupaten Belitung, Minggu siang,17 Agustus di Cerucuk, Kecamatan Badau.

 

Pengurangan masa hukum (remisi) dalam rangka HUT RI Ke-63 diberikan kepada 146 warga binaan  Lapas, dari 146 warga binaan tersebut remisi bebas diberikan kepada enam warga binaan yakni Suhelmi Chandra, Gunawan, Achmad Nirwanan, Jumiadi, Mualimin dan Gama. Lapas Cerucuk ini memiliki lima ruang tahanan terdiri dari Blok A, B, C, Blok Orientasi dan Blok tahanan perempuan. Makna kebebasan dan kembali ke masyarakat selain dapat dilakukan melalui mekanisme asimiliasi bagi tahanan menjelang bebas, warga binaan dapat mengajukan “kebebasan” melalui  Cuti Menjelang Pembebasan (CMP), Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK) dan Pembebasan Bersyarat (PB) sebagaimana yang diatur peraturan perundang-undangan. 

 

Seusai membacakan sambutan Menkumham, pada kesempatan ini Plt Bupati Belitung Ir.Mulgani juga menyampaikan hadiah kepada pemenang lomba Futsal antar warga binaan. Hadiah pemenang lomba Takraw diberikan oleh Dandim 0414 Belitung Letkol Czi M Jangkung Widyanto, pemenang pertandingan catur diberikan oleh Kapolres Belitung AKBP Rudy Tranggono SSt MK dan lomba, pemberian hadiah kepada pemenang pertandingan tenis meja diberikan oleh Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpandan Herry Setyobudhi SH MH. Selain itu calon Bupati Asmulyati S,Sos didampingi calon Wakil Bupati Hargan Efendi,SH yang diusung partai PPP dan PAN turut menyerahkan bingkisan kepada warga binaan.

Selain pemberian remisi dan hadiah serangkaian lomba yang digelar Lapas Tanjungpandan, sejenak Lapas pun terbebas dari suasana formal dan kaku. Desi Resmita yang menjadi MC mengubah suasana dengan mengajak para undangan dari jajaran pemkab Belitung, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Belitung, Ketua Pengadilan, Dandim 0415 Belitung, pejabat di lingkungan Lapas Cerucuk termasuk warga binaan. Suasana hangat tampak dari perbincangan dari mantan Bupati Belitung Asri Matsum,S.Sos dan mantan Setda Kabupaten Belitung Muktie Miman yang menjadi warga binaan Lapas Kelas IIB Cerucuk. 

Selesai acara kunjungan jajaran pihak eksekutif, legislatif dan yudikatif  Kabupaten Belitung meninggalkan lapas melewati lapangan upacara  sekaligus menjadi tempat olah raga dan bangku santai yang berlatar tembok bertuliskan “ Mereka bukan Penjahat Hanya Tersesat, Belum Terlambat Untuk Bertobat” (fithrorozi)