Tanjungpandan (WP), MC Sanggar Kesenian Kuda Lumping Langgam Budoyo mengajak pemain musik pengiring memainkan irama perjuangan. Sindenpun melantunkan lagu-lagu mengiringi irama gamelan. Lebih kurang lima kesenian ditampilkan dalam peringatan HUT RI ke-63 yang digelar disepanjang jalan A.Yani Tanjungpandan, Sabtu Malam (16/8).

 

 

Masyarakat dapat menikmati irama organ tunggal yang digelar di halaman kantor Arsip dan Perpustakaan, halaman GOR Tanjungpandan dan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Belitung. Begitupun kesenian tradisional campak darat yang sudah dimodernkan dihadirkan Pemerintah Kabupaten Belitung. Dihalaman kantor Dinas Pekerjaan Umum ditampilkan Campak Darat Dangdut sedangkan di halaman Gedung Karang Taruna ditampilkan Campak Modern.

 

Meski bersaing dengan kesenian yang sudah dimodernisasi, kesenian kuda lumping dari Sanggar Kesenian Kuda Lumping Langgam Budoyo tak kalah menarik minat pengunjung yang berkumpul di halaman Kantor Bupati Belitung

Namun tidak seperti biasa, sang pawang sebagai pengendali tidak perlu bersusah payah mengendalikan pemain kuda lumping yang kerasukan seperti pada pertunjukan biasanya. Adegan menguyah tak tampak,namun sesekali  bunga dan kelapa yang sengaja disiapkan tampak dikunyah, digigit bak kuda memakan rumput. Beberapa pemain tak berseragam yang ikut menonton pun larut dengan menhentakkan kaki, menggerakkan tangan mengikuti irama gamelan.

 

Pertunjukan sepanjang jalan Jalan A.Yani ini sudah digelar dua kali sepanjang tahun 2008 setelah sebelumnya digelar dalam rangka Peringkatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan, 1 Juli yang lalu. Pada saat itu ditampilkan kesenian Beripat Beregong, Campak Darat, Dul Muluk, Kuda Lumping, Barongsai, dan Stambul Fajar selain musik modern organ tunggal yang marak berkembang akhir-akhir ini. Dengan menghadirkan pentas seni tradisional diharapkan perkembangan seni daerah dapat terus berkembang. “Perkembangan seni perlu didukung baik perangkat musik maupun dengan menggelar berbagai pentas dalam momentum tertentu atau melombakan kreativitas sanggar –sanggar seni yang ada dan memajukan bibit baru “ kata Alkar Kepala UPTD Tanjungpendam

 

Jalan A Yani melintasi sebagian besar wilayah Desa Pangkallang. Desa yang memiliki wilayah administrasi yang cukup luas sebelum dimekarkan menjadi dua desa. Sebagian ruas jalan A.Yani berada di wilayah Desa Lesung Batang. Pada awalnya pertunjukan seni tradisional sepanjang jalan A.Yani ini digagas oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belitung. Kini, sepanjang ruas Jalan Jenderal Achmad Yani bermunculan gedung-gedung pemerintah termasuk Kantor Polsek Tanjungpandan, Gedung Serba Guna dan Rumah Adat yang berada disebelah Rumah Dinas Bupati Belitung. Meski tidak disebut sebagai Komplek Perkantoran Pemerintah, namun kehadiran gedung-gedung pemerintah, tak kalah membuat ramai aktivitas di Desa Pangkallalang (fithrorozi)