Tanjungpandan (WP),  Menyambut Hari Bhakti ke-61 TNI AU tahun 2008. Selasa (22/7) yang lalu. Wakil Ketua PMI Belitung HA Malik Latif menjelaskan di Belitung rata-rata membutuhkan 200 kantong per bulan. Di Belitung saat ini memiliki sekitar 380 orang anggota donor darah sosial yang rutin mendonorkan darah minimal tiga bulan sekali. Ini membutuhkan peran komponen masyarakat untuk menyumbangkan “harta” untuk kemanusiaan.

 

Setiap bulannya di dua Unit Transfusi Darah (UTDC) yakni di Pulau Bangka dan Pulau Belitung membutuhkan sekitar 400-500 kantong darah. Persediaan darah selalu tidak sebanding dengan kebutuhan. Bank darah yang tersedia kapasitasnya juga masih kecil hingga kurang mampu menampung persediaan darah bila ada kegiatan massal seperti perayaan HUT kantor yang dibarengi kegiatan sosial berupa donor darah. Hal ini diungkapkan pengurus PMI Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Radmida Dawam, Kamis (7/2).

 

Hingga bulan Agustus 2008 ini kegiatan donor darah diwilayah UTDC Belitung :

         Anggota Alumnis SPG Nasional Tanjungpanda mendonor darah bulan Mei dalam rangka Peringkatan Hari Pendidikan Nasional

         TNI AU bersama PT.Timah TBK dan PT.Pelindo II Tanjungpandan menyelenggarakan kegiatan bhakti sosial donor darah dalam rangka untuk menyambut Hari Bhakti ke-61 TNI AU tahun 2008 bulan Juli 2008 (22/7)  

         Donor darah dilakukan dalam rangka Bulan Bhakti HUT PT Timah (Persero) Tbk ke-32 di Kecamatan Gantung, Selasa (28/7).

 

Darah merupakan komponen penting dalam tubuh manusia. Bila manusia mengalami gejala kurang darah atau kehabisan darah sama sekali, keselamatan jiwa manusia bisa terancam. Menyadari pentingnya fungsi darah dalam menjaga keselamatan jiwa manusia, Bapak Palang Merah Jean Henry Dunant terdorong mendirikan Palang Merah untuk menolong mereka yang terluka dalam konflik bersenjata.

Hikmah yang bisa dipetik dari motivasi tersebut luar biasa mendalam, bahwa di tengah pergolakan peperangan sekali pun, kepedulian dan pemeliharaan terhadap nilai-nilai kemanusian serta harkat dan martabat manusia harus senantiasa diupayakan.

 

Persoalannya kemudian, tantangan dan ancaman terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta harkat dan martabat manusia, bukan hanya bersumber dari konflik bersenjata atau peperangan. Bencana alam, bencana sosial, kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidak pedulian teradap manfaat hidup besih dan sehat, merupakan potensi yang senantiasa mengancam harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kemanusiaan.

 

Sementara itu, pesatnya pertumbuhan industri kenderaan bermotor dan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mentaati peraturan lalu lintas, membuat angka kecelakaan lalu lintas cendrung meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan tidak sedikit di antaranya menyebabkan korban jiwa, sehingga kecelakaan lalu lintas cenderung menjadi “bencana baru” yang setiap saat mengancam keselamatan jiwa manusia.

 

Untuk menangani bencana inilah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belitung harus senantiasa siaga memberikan bantuan, baik bantuan tenaga relawan penanganan bencana, maupun bantuan darah sesuai dengan kebutuhan.

 

Dengan latar belakang itulah saya selaku Pelaksana Tugas Bupati Belitung menyambut baik dan menghargai upaya masyarakat membantu PMI menyiapkan stock darah, terlebih melalui kegiatan donor darah berkesinambungan seperti yang dilaksanakan Pemerintah Desa Tanjung Pendam pada kesempatan ini, ungkap Plt.Bupati Belitung Ir.Mulgani dalam sambutannya pada Hari Bhakti Sosial Donor Darah ke-IV Desa Tanjung Pendam (Syafei/Fiet)