Tanjungpandan (WP), Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bangka Belitung Edeng Rachmat sebagaimana dikutip dari Harian Kompas (11/6/2005) mengungkapkan, jumlah penderita kaki gajah kronis di daerahnya mencapai 56 kasus dan penyakit kaki gajah akut sejumlah 59 kasus. Target pengobatan mencakup 700.000 jiwa dari sekitar satu juta penduduk Bangka Belitung. Pengobatan akan berlangsung rutin setiap tahun selama lima tahun, hingga tahun 2009. Pengobatan itu hanya dapat diberikan untuk warga yang berusia di atas dua tahun. Sedangkan warga yang mengidap penyakit, ibu hamil dan menyusui, serta warga yang menderita penyakit kaki gajah justru dilarang untuk mengonsumsi obat tersebut. Ini mengingat pengobatan massal kali ini lebih bersifat pencegahan. Pengobatan massal bertujuan mengurangi angka penderita penyakit kaki gajah di Bangka Belitung. Ditargetkan, persentase penderita penyakit kaki gajah akan kurang dari 1 persen dalam dua tahun.

 

Kondisi lingkungan yang buruk mendorong berkembangbiaknya cacing dan nyamuk pembawa bibit penyakiti menular seperti penyakit kaki gajah  yang dapat menimbulkan cacat seumur hidup

 

Untuk memutuskan mata rantai penularan sejak tahun 2005 Pemkab Belitung  melakukan pengobatan massal penyakit kaki Gajah. Kemudian pada tahun 2006 kembali dilakukan. Dari 126.884 penduduk yang menjadi sasaran pengobatan, hanya 94,27 persen  atau 119.574 orang yang menimum obat. Ini berarti terdapat hampir enam persen mata rantai yang belum terputus.

 

Survey pada tahun 2004 yang dilakukan Depkes RI dan Dinkes Kabupaten Belitung menyatakan bahwa Kabupaten Belitung merupakan daerah endemis kaki gajah dengan rate mikrofilaria diatas 1 persen.

 

Pada tahun 2006, penderita filariasis di Kabupaten Belitung telah mencapai 69 orang dengan kategori penderita 25 orang dan penderita akut 44 orang. Survey kesehatan yang dilakukan pada bulan mei 2008 yang lalu menunjukkan rate mikrofolia di Kabupaten tinggal 0,1 persen. Ini membuktikan, program pengobatan masal yang kita lakukan selama 3 (tiga) tahun cukup berhasil.

 

Namun sekecil apapun potensi penularan suatu penyakit, harus kita waspadai, pencegahan harus kita lakukan semaksimal mungkin. Hal ini disampaikan Plt.Bupati Belitung Ir.Mulgani dalam sambutan Pembukaan Sosialisasi Pengobatan Massal Penyakit  Kaki Gajah Tahun 2008 di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. (fithrorozi