Tanjungpandan (WP),  Rumah ibadah penting artinya dalam menunjang kegiatan peribadatan umat. Tanpa ditunjang dengan rumah ibadah yang layak, aman dan nyaman, umat tidak dapat melakukan ibadah dengan khusuk dan tentram, baik ibadah personal terhadap Tuhan maupun ibadah sosial terhadap manusia seperti syiar agama, upacara pernikahan, pelepasan jenazah atau kegiatan seni budaya lainnnya.

 

Atas dasar pemikiran ini, pemerintah menyambut baik pembangunan dan peresmian gedung baru Gereja sebagaimana yang disampaikan Dra.Hotmatia Ida mewakili Plt.Bupati Belitung Ir.Mulgani pada peresmian Katholik Regina Pacis  tanggal 3 Agustus 2008 di Tanjungpandan. Gedung baru ini merupakan pengembangan dari gereja Regina Pacis, menurut beberapa arkeolog dari Jambi diperkiraan bangunan ini dulunya disebut kapel (gereja kecil) Juliana diambil dari nama dari salah satu Ratu Kerajaan Belanda. Regina Pacis sendiri berarti Ratu Damai dari bahasa Italia merupakan salah satu nama lembaga pendidikan katholik yang berdiri cukup lama. Sedangkan Katholik sendiri berasal dari kata adjektiva Bahasa Yunan καθολικος (katholikos)

 

Gedung baru Gereja Paroki Regina Pacis ini memiliki luas 900 meter2 yang dapat menampung 600 orang yang pembangunannya sudah dimulai April 2006 yang lalu. Dana pembangunan phisik dan kelengkapan gereja menelan biaya kurang lebih Rp. 2 milyar yang bersumber dari kepedulian dan keterlibatan umat baik didalam maupun di luar pulau Belitung, ungkap Ketua Pembangunan Gereja, Yanuarius Wiligis  kepada Warta Praja

 

Oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu pembangunan tempat ibadah ini baik dari mereka yang berada di luar Belitung maupun pemeritnah daerah baik provinsi maupun pemerintah Kabupaten Belitung. “Sebagai wujud toleransi beragama, kami juga mengundang para tokoh agama, pemuda, tokoh masyarakat di Kabupaten Belitung dalam peresmian gereja ini”, tambah Dedi R.Semet selaku Ketua Panitia pemberkatan dan peresmian Gereja yang sat ini menjabat sebagai Danlanud TNI AU Tanjungpandan ini.

 

Hilarius Moa Nurak selaku Imam di Gereja Katholik Paroki Regina Pacis Tanjungpandan menjelaskan gedung baru ini dibangun agar pelaksanaan dan pembinaan iman umat bisa lebih optimal yang dulunya dijadikan sebagai tempat ibadah pemeluk Kristen Katholik yang menjadi ekspatriat perusahaan tambang dan pekerja tambang yang berasal dari Tionghoa, Bangunan ini memiliki altar, ambo, kredens, tabernakel, dan badan gereja yang lebih luas. Dulunya patroki Katholik berada di Manggar , Belitung Timur yang dibangun pada tahun 1896.

 

Menurut Pendeta yang kini menjadi Imam Di Gereja Katholik Paroki Regina Pacis ini, Imam gereja Katholik pada awalnya berasal dari luar negeri (Belanda) diantaranya pendeta Grabiel Marchel dan Fran Attbrau. Gereja Regina Pacis ini sendiri dibangun sekitar tahun 1941, sebelum Perang Dunia II meletus (fithrorozi).