Tanjungpandan (WP), “Kami percaya anak-anak akan menjadi motor perubahan. Usia anak adalah usia perkembangan yang selayaknya memahami perkembangan bangsa dan negara saat yang sedang menghadapi ujian dan krisis energi. Mereka harus diberi pengertian bahwa bangsa kita miskin karena kita boros. “ kata Deputi Manager Komunikasi PT.PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung Abdurahman.

 

Dengan suasana interaktif dan menampilkan tokoh yang menarik perhatian anak, pemahaman ini akan lebih cepat diserap anak-anak. ‘Kunang-kunang aja kalau siang kalau siang matiin lampu”, ajak panitia kepada anak-anak melalui spanduk Launching Genematrik (Generasi Hemat Listrik) yang bertema “ Menyiapkan Generasi Belia Sejak Dini Agar Menjadi Insan Pelopor Efisien, Cinta Lingkungan Serta Hemat Energi”.

 

Inilah yang menjadi alasan kenapa kampanye hemat energi perlu diterapkan kepada usia dini karena lingkungan sekolah memiliki fungsi strategis merubah perilaku sebuah bangsa. Upaya penghematan ini tidak saja dalam masalah listrik tetapi berbagai masalah  sosial ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Seperti kita ketahui bersama krisis energi dunia berimbas terhadap operasional PLN sebagai penyedia listrik di tanah air” jelas Abdurrahman.

 

Launching Generasi Hemat Listrik ini merupakan kegiatan kedua kalinya setelah yang  pertama di Gedung Hamida  Pangkalpinang lima bulan yang lalu dengan melibatkan 350 anak SD se-Pangkalpinang dan sekitarnya. Sedangkan pelaksanaan launching yang melibatkan 250 anak SD di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur ini serempak diadakan di Ruang Serba Guna Setda Kabupaten Belitung Kamis (31/7) seperti yang dijelaskan Deputi Manager Komunikasi PLN Wilayah Bangka Belitung Abdurahman di Tanjungpandan.

 

Pemerintah daerah menyambut baik rencana pembangunan PLTU, namun peningkatan daya listrik dan ini kegiatan ini merupakan sarana edukasi yang tepat. Saya berharap ini juga bisa ditindaklanjuti hingga ke tingkat SLTP dan SLTA, sebagaimana yang disampaikan Bupati Belitung Ir.Mulgani yang dibacakan Drs.H.Jasagung Hariyadi  Msi.

 

Dalam kesempatan ini, tim kreatif PLN babel juga menyisipkan pesan-pesan hemat energi melalui tayangan video “ Dari masa asalnya listrik” dengan menampikan tokoh imaginatif Bili (Bijak Listrik).

Secara gamblang Abdurahman menjelaskan 1 kwh untuk keperluan 450 VA (rumah tangga ) memerlukan biaya sebesar  Rp.425, jumlah ini jalur lebih murah dibandingkan dengan harga sebungkus mie instan. 1 kWh diperlukan untuk memasak nasi, menyetrika dan lampu penerangan. Sementara harga jual listrik rata-rata per kWH mencapai Rp.629. Dengan kenaikan BBM per Juni 2008 sebesar Rp.10.906,50 per liter tentu akan berdampak terhadap pembangkit listrik dengan menggunakan energi diesel yang ada di Bangka Belitung.

 

PLN Wilayah Babel memberikan  sejumlah tips hemat listrik :

  • Gunakan lampu hemat energi (daya 8 watt yang setara dengan lampu pijar 40 watt), nyalakan lampu pada saat diperlukan. Desainlah tata pengaturan pencahayaan dalam rumah.
  • Gunakan tower tangki air dan isi penuh pada pagi atau siang hari (diluar beban puncak pada jam 17.00 hingga 22.00). Sebaiknya jangan menggunakan pompa air listrik secara otomatis ke kran air karena memboroskan penggunaan listrik.
  • Pilih ukuran kapasitas lemari es yang sesuai dengan kebutuhan, tempatkan jauh dari sumber panas, jangan terlalu sering membuka dan menutup pintu lemari es begitupun dan menyimpan makan yang masih panas karena  akan merubah suhu dan meningkatkan pemakaian listrik.
  • Pilihlah AC sesuai ruangan dan atur suhu AC di kamar pada suhu 25 derajat sebagaimana yang dianjurkan Presiden. Pada saat membangun rumah pertimbangan sirkulasi udara.
  • Gunakan setrika dengan baik dan benar ( sehari sekali, diluar beban puncak, pastikan gangguan yang  menghambat panas).
  • Jika meninggalkan komputer dibawah 10 menit atur komputer dalam posisi “stand by “ atau matikan secara sempurna.   

Dengan mengurangi pemakaian 14 kWH per bulan, berarti 5 liter BBM dapat dihemat. Bila 137.000 pelanggan PLN Babel dapat menghemat 14 kWh/bulan berarti 685.00 liter BBM dapat dihemat atau setara dengan Rp.7,47 milyar setiap bulan. Tentu kalau ini disadari setiap bulannya kita melakukan penghemat dan ikut berperan dalam pembangunan.

 

“ Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka, adalah malam : kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka  (berada dalam) kegelapan”, bunyi Surat Yassin : 27 ini diharapkan menjadi renungan kita bersama ditengah kondisi krisis seperti ini kita harus mengantisipasi kemungkinan kesulitan (kegelapan) yang mungkin kita hadapi nanti (fithrorozi).