Tanjungpandan (WP),   Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia, tanpa pendidikan manusia sulit mengembangkan dirinya, yang pada akhirnya akan berdampak pada rendahnya kualitas sumberdaya manusia

Sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional, pembangunan pendidikan di Belitung diarahkan pada tiga pilar kebijakan. Salah satu diantaranya perluasan akses pendidikan pada semua jenjang pendidikan dengan fokus utama penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun.

 

Namun pembebanan biaya sekolah tidak berarti biaya pendidikan tidak ada sama sekali. Biaya perlengkapan sekolah seperti pakaian seragam, sepatu, tas, buku dan alat tulis masih menjadi tanggungan orang tua

Menyerahkan 200 paket untuk anak SD dari keluarga kurang mampu, masing-masing kecamatan menerima 40 paket bantuan sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap pendidikan anak

 

Hal ini diungkapkan Asisten III Bidang Administrasi Drs.H.Jasagung Hariyadi yang mewakili Plt. Bupati Belitung Bertempat di Graha Karang Taruna Selasa (29/7) ketika memberikan sambutkan dalam rangka penyerahan paket bantuan perlengkapan sekolah kepada murid SD dari keluarga kurang mampu se-kabupaten Belitung yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Belitung.

 

“ Untuk mengidentifikasi mereka yang berhak menerima paket bantuan kerluarga miskin ini, Dinas Tenaga Kerja dan Sosial bekerja sama dengan pihak pemerintah desa dan sekolah”, jelas Pimpinan Kegiatan Sobari S.Ag. Pada tahun 2007 juga diberikan 100 bantuan alat sekolah namun lebih diprioritaskan bagi anak yatim piatu,  tambah Kabid Rehabilitasi Sosial Disnakersos Kabupaten Belitung Herman HS.

 

Hal ini dibenarkan Bustami,  Kepala Sekolah SDN 12 Membalong Desa Batu Mana ketika mendampingi dua muridnya Minarsih dan Azrab Azizi Maulana .Meski kondisi ekonomi orang tua mereka tidak seberuntung orang tua murid di perkotaan (Tanjungpandan) tetapi  kedua menunjukan prestasi yang membanggakan yang menempati ranking 2 dan 3 di kelasnya.

 

Benny Situmorang yang selama ini menjadi fasilitator Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) berharap bantuan-bantuan seperti ini hendaknya menjadi bagian dari Program Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Belitung. Hal ini ditujukan agar persoalan kemiskinan tidak ditangani secara parsial sehingga apa yang kita lakukan tepat sasaran dan pelaksanaannya didasarkan dari data yang disampaikan oleh masyarakat, tambah Benny.(fithrorozi/syafei)