Tanjungpandan (WP), Pengakuan  adanya krisis kredibilitas yang dialami oleh sebuah institusi merupakan langkah awal untuk memovitasi dan memperbaiki citra institusi. Bahkan negarapun mengalami krisis kredibilitas ini. Jika kita bersembunyi dari realitas dan mengharap orang lain melupakan maka martabat dan kehormatan tidak akan pernah pulih.

 

Pandangan ini disampaikan Jaksa Agung Republik Indonesia dalam sambutan yang dibacakan Plt.Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungandan Wilmar Ambharita,SH di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Selasa (22/7) pada peringatan Hari Bhakti Adyaksa Kejaksaan ke-48 yang jatuh pada tanggal 22 Juli.

 

Melalui Hari Bhakti Adyaksa Kejaksaan yang bertema  “Dengan semangat pembaharuan Kita Wujudkan Aparat Kejaksaan Yang Profesional Dan Berintegritas Guna Meningkatkan Citra Kejaksaan”.

Jaksa Agung mengajak warga adyaksa untuk terus berjalan dan melakukan koreksi mendasar yang diarahkan pada perbaikan serta pembenahan institusi kejaksaan disegala bidang termasuk peningkatan profesionalisme aparatur kejaksaan yang sinergis dengan peningkatan integritas guna mengoptimalkan pelaksanaan visi dan misi kejaksaan serta selaras pula dengan agenda reformasi dalam memberikan pelayanan hukum yang lebih baik kepada masyarakat.

 

Selesai upacara, warga adyaksa menggelar acara silaturahmi yang dihadiri oleh Plt.Kajari Tanjungpandan Wilmar Ambharita,SH, Polres Belitung AKBP. Rudi Trenggono SSt,MK, Kepala Pengadilan Negeri Herry Setyobudi, SH,MH, Asisten III Bidang Administrasi Setda Kabupaten Drs.Jasagung Hariyadi,Msi. Sebelumnya warga adyaksa menggelar berbagai kegiatan antara lain lomba dan pertandingan olah raga dilingkungan Kejaksaan Negeri Tanjungpandan, anjangsa ke purna praja (pensiunan), bhakti sosial dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Menurut Ajun Jaksa Henry K, Kejaksaan Negeri Tanjungpandan dikepalai oleh seorang Jaksa Madya didampigi 3 (tiga) orang Jaksa Pramata, 2 (dua) orang Jaksa Pramata Muda, 2 (dua) orang Ajun Jaksa, 2(dua) orang Ajun Jaksa Mayda.

 

Jaksa Agung RI  Hendarman Supandji, menyampaikan perintah harian kepada warga adyaksa untuk : 1) melakukan instropeksi dan koreksi mendapat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat; 2) bersikap tegas dan jangan patah semangat dalam menghadapi krisis (kredibilitas) sekarang  ini; 3)  menegakkan hukum tanpa pandang bulu dengan mengedepankan moral yang baik; dan 4) mengembalikan citra dan kredibilitas kejaksaan melalui kerja keras serta bukti-bukti yang nyata.

 

Di akhir sambutannya, Jaksa Agung memotivasi, “pada suatu hari, badai pasti akan berlalu jika kita sungguh-sungguh ingin membuktikan diri melalui kerja yang nyata” (fithrorozi)