Tanjungpandan (WP),  Wisatawan yang berkunjung ke Belitung meningkat dari tahun ke tahun hal ini diindikasikan dengan meningkatknya tingkat hunian hotel di Belitung. Pada tahun 2006. total kunjungan mencapai 20.462 orang meningkat menjadi 24.628 wisatawan pada tahun 2007. 

 

Peningkatan arus kunjungan ini tentu perlu diimbangi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas akomodasi, terlebih di Kota Tanjungpandan sebagai Pintu Gerbang Kabupaten Belitung. Di tanjungpandan sendiri tersedia hotel dari kelas melati hingga kelas bintang tiga, diantaranya Losmen Makmur di Jalan Endek, Hotel Mendadak di Jalan Siburik, Hotel Pondok Impian di Jalan di Jalan Patimura, Hotel Dewi di Jalan Sriwijaya, Hotel Harlika di pantai wisata Tanjungpemdam,  Cottage di Bukit Berahu Tanjung Binga hingga Lor-In di Tanjung Tinggi. Jika pariwisata terus berkembang bukan tidak mungkin berkembang home stay yang dikelola oleh masyarakat sendiri. Brain warga Amerika bersama istri pun menikmati keindahan pantai Marina Tanjung Tinggi hanya menggunakan tenda menikmati sepuluh hari kunjungannya di Pulau Belitung.

 

Keberadaan city club sekaligus hotel yang dikelola oleh PT.Hotel Usaha  Wisata Mandiri Utama sangat strategis dalam mendukung perkembangan industri pariwisata. Reni tenaga design interior Hotel dan Klub Billiton pun tak lupa memanfaatkan kerajinan rotan masyarakat Belitong seperti ambong, tanggok sebagai ornamen di ruang lobby.” Dengan kerajinan seperti ini tamu hotel akan tahu di sedang berada di Belitung “ kata Reni.

 

Bupati Belitung Ir.Darmansyah Husein menyambut baik pelestarian gedung bersejarah ini sejak era NV.GMB. Direktur Utama PT. PT.Hotel Usaha  Wisata Mandiri Utama Wahyu Budiyanto dan Manager Hotel Johan Setiawan berupaya menampilkan nuansa sejarah (heritage) dalam video presentasi dan bangga melibatkan tenaga muda Belitung untuk berkarir di hotel dan klub Billiton.

 

NV Gemeenshappelijke Maatschappij Billiton  sendiri berdiri pada tahun 1822. Di ruang tertutup ini juga masih terawat ritual masyarakat Tionghoa (tae pe kong) sudah ada sejak NV.GMB menjadi gedung ini sebagai kantor pusat (hoofdkantoor). Konon keberadaan tae pe kong ini menjadi bagian perjanjian alih pakai dari pemilik rumah Kapiten Ho Ajun dengan pihak NV.GMB. ” tae pe kong ini juga menunjukkan akulturasi budaya yang sudah ada sejak lama” kata Ir.Darmansyah Husein. Ini kado kedua hari ulang tahun saya yang ke-54 setelah kemarin meresmikan pembangunan lapangan golf 18 hole dan resort di Tanjung Tinggi. 

 

Sesuai mengunting pita peresmian Bupati Belitung Ir.Darmansyah Husein didampingi sejumlah undangan dari berbagai kalangan termasuk  Ketua Lembaga Adat Sjachroelsiman, Ketua MUI H Tusin dan tokoh masyarakat Tionghoa meninjau beberapa kamar dari 24 kamar hotel yang tersedia.

 

Salah Satu komisaris dari perusahaan pengelola Hotel dan Klub Billiton,  Indra Josepha mengomentari nama Billiton cukup mendunia. “Kalau sejarah Belitung ini digali tentu memiliki  daya tarik masyarakat dunia”, katanya optimis (fithrorozi)