Tanjungpandan (WP), Suara Bung Karno menggema melontarkan semangat anti neoliberal. “Inggris kita linggis, Amerika kita seterika, kata Bung Karno mengajak rakyat bangkit dari kekuasaan pasar yang terlalu besar. Jika kekuasaan pasar tidak dibatasi dikwatirkan pemilik modal akan menguasai hajat hidup orang banyak. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa pemerintah perlu mendirikan Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Negara (BUMD). Namun untuk melakukan peran ganda (peran ekonomi dan sosial) selain membutuhkan manajemen dan sumberdaya yang handal dibutuhkan dukungan permodalan yang semestinya dapat dikelola secara efektif dan efisien.

 

Kabag Hukum Setda Kabupaten Belitung Achmad Zainal,SH melalui Imam Fadli, SH menjelaskan selama ini penyertaan modal Pemkab Belitung mengacu pada Perda APBD seharusnya dituangkan dalam Perda tersendiri sesuai dengan ketentuan UU nomor 1 /2004 tentang Perbendaharaan Negara. Oleh karena ini pada hari ini (17/7) pemkab melalui Bagian Hukum mengundang institusi terkait dengan rencana penyertaan modal Pemkab Belitung yakni Bank Pembangunan Daerah Sumsel (BPD SS), Perusahaan  Daerah Air Minum (PDAM) dan Perusahaan Belitung Mandiri untuk membahas hasil penyusunan Draft Perda tentang Penyertaan Modal yang sebelumnya penyertaan modal didasarkan pada Perda tentang APBD.

 

Rapat pembahasan tentang  penyertaan modal pemerintah ini merupakan tindak lanjut Surat Bupati Belitung Nomor 02/80/II/2008 tanggal 10 Juli mengenai pelaksanaan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Belitung pada PT.BPD Sumsel, PDAM dan BUMD. PT.Belitong Mandiri.

 

Sejak Pemkab Belitung menyertakan modalnya hingga tahun 2007 untuk PDAM sudah mencapai 12 milyar lebih. Sedangkan penyertaan sama pemkab pada PT.BPD Sumsel hingga tahun 2003 sebesar Rp.2,473 milyar terdiri dari 2.473 lembar saham dengan nilai tiap lembar saham Rp. 1 juta.  Rencananya tahun 2008 penyertaan modal  pada PT.BPD Sumsel sebesar Rp. 3 milyar untuk PDAM sebesar Rp.398 juta,  Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan sebesar Rp. 3 milyar.

 

Sedangkan PT.Belitong Mandiri yang  pendiriannya ditetapkan dengan Perda Nomor 2 tahun 2008 tentang Pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) rencananya akan mendapat penyertaan modal sebesar Rp. 2 milyar terdiri dari 2 ribu lembar saham masing-masing bernilai Rp 1 juta.

 

Rapat pembahasan penyertaan modal ini dipimpin langsung oleh Bupati Belitung Ir.Darmansyah Husein dihadiri Sekda Kabupaten Belitung Ir.Mulgani, Asisten I Bidang Pemerintah Ir.Hermanto, Asisten II Bidang Administrasi Drs.H.Jasagung Hariyadi,MSi, Asisten III Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nuhadi,S.Ipem, Kadin Pekerjaan Umum Sukandha Sulaiman Tande, ST, MT Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Drs.Sarfani Syamsudin Ak,MM, Inspektorat Kabupaten Belitung Drs.Slamet,  Kabag Hukum dan Organisasi Achmad Zainal,SH, Kabag Ekonomi Mustafa S.Sos, Pimpinan BPD SS Pranova, Direktur PDAM Zulfikar yang diwakili oleh dua orang staff (fithrorozi)