Tanjungpandan (WP), selain sektor pertambangan dan sektor perikanan dan kelautan, Kabupaten Belitung memiliki potensi yang cukup besar di sektor pariwisata. Baik itu wisata alam, wisata budaya maupun wisata kuliner. Untuk menjual potensi wisata setidaknya diperlukan tiga hal, Pertama, pelestarian aset wisata, Kedua, Pengembangan usaha pariwisata dan Ketiga, Promosi wisata .

Bagi finalis Pemilihan Bujang Dayang Belitong Tahun 2008  Bupati Belitung Ir.Darmansyah Husein dalam sambutannya berharap dapat menjadi duta Wisata Kabupaten Belitung untuk mengangkat nama baik daerah. Ini juga momentum untuk meningkatkan kualitas SDM seperti kemampuan berbahasa Inggris.

Sebelumnya 5 (lima) juri melakukan ujian wawancara terhadap 50 peserta Bujang Dayang Belitong 2008, peserta mengikuti ujian tertulis. Kelima juri tersebut, Salim Yah ( Budaya), Wiwih Widaningsih (Tata Rias dan Tata Busana), Rohili (Kepariwisataan), Subandi (Kepribadian) Madi Sungkowo (Bahasa Inggris).

Tanjungpandan mengirimkan 9 bujang dan 10 dayang, Membalong mengirim 4 bujang dan 5 dayang, Selat Nasik 2 bujang dan 2 dayang, Sijuk mengirimkan 4 bujang dan 4 dayang dan Badau mengirimkan 5 bujang dan 5 dayang.

Jones Setiawan dari SMAN 1 Sijuk Kelas 2 dan Agnestia siswa SMAN 2 Tanjungpandan mengungkapkan motivitasi mereka mengikuti pemilihan Bujang Dayang Belitung 2008 tak lain untuk ikut membangkitkan potensi wisata Kabupaten Belitung yang mereka anggap kurang dipromosikan meski memiliki pantai yang bagus.

Hasil ujian tertulis dan wawancara yang dilakukan di Gedung Wanita, pada tanggal 24 Juni 2008 terpilih 10 pasang Bujang Dayang Belitong mewakili 5 kecamatan. Selama dua hari mereka akan dikarantina hingga malam final 27 Juni 2008. “ sayangnya pemahaman mereka terhadap budaya lokal maupun nasional masih rendah “ kata Salim YAH. Hal senada disampaikan Madi Sungkowo “ secara tertulis kemampuan berbahasa Inggris cukup baik tetapi komunikasinya masih lemah”. Madi berharap ada pembinaan kurang lebih satu tahun untuk menjadi duta wisata dan sekolah berperan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Selain Bupati Belitung Ir.Darmansyah Husein, malam final (27/6) Bujang Dayang Belitong 2008 di Gedung Nasional juga dihadiri Ketua Lembaga Adat Sjachroel Siman, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Belitung Ir.Hermanto, Camat Tanjungpandan Azhar SIp, Camat Badau Aidin Dahri, Camat Sijuk Drs.Ramansyah, Camat Membalong Anas Nasito,SH, tokoh masyarakat Mahdani Miram, KA.Rustam Fattah dan sejumlah masyarakat yang memadati ruangan Gedung Nasional.

Dari 20 finalis terpilih pasangan Bujang Dayang Belitong 2008 Dedy Pratama dan Putri Ayu Wandira. Kedua-nya utusan dari Kecamatan Tanjungpandan. Setelah terpilih sebagai Dayang Belitong 2008, Putri Ayu Wandira berharap kemenangan ini sebagai motivasi untuk mengembangkan pribadi dan memajukan dunia Pariwisata Kabupaten Belitung. Finalis lain yang terpilih sebagai Bujang Dayang Belitong untuk berbagai kategori adalah :

  • Bujang Dayang Belitong Wakil I M.Faisal Hoffi (Tanjungpandan) dan Nur Indah Utami (Sijuk),
  • Bujang Dayang Wakil II Iswandi (Tanjungpandan) dan Kamaria (Badau).
  • Bujang Dayang Foto Genik Eddy Paryanto (Sijuk) dan Erita Tiara W (Tanjungpandan).
  • Bujang Dayang Favorit Dedy Pratama (Tanjungpandan) dan Nur Indah Utami (Sijuk),
  • Juara Harapan I Bujang Dayang Belitong Amal Sudtiadi (Tanjungpandan) dan Arnis Meilinda (Tanjungpandan),
  • Juara Harapan II Bujang Dayang Belitong Wira Tribarkah (Tanjungpandan) dan Agestia Dewi (Badau).

Dedy Pratama boleh berbangga karena baik dewan Juri maupun penonton (Favorit) telah memilih Siswa dengan tinggi 172 cm ini sebagai Bujang Tahun 2008. Namun ini baru awal dari perjalanan menjadi Duta Pariwisata tingkat nasional ataupun tingkat Provinsi .

“Kekurangan wawasan seringkali menjadi sandungan untuk dinominasikan dalam Pemilihan Bujang Dayang Bangka Belitung. Rata-Rata peserta memiliki latar pendidikan paling rendah D3 sedangkan kita (Belitung) “ kenang Tini Sudiar mengomentari keikutsertaannya dalam Pemilihan Bujang Dayang Bangka Belitung tahun lalu. “Mudah-mudahan mereka juga dilibatkan nantinya dalam berbagai kegiatan pariwisata tidak sekedar sebagai penyambut tamu saja” tambah Tini penuh harap (fithrorozi)