Tanjungpandan (WP), P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan) sudah dilaksanakan di Kabupaten Belitung sejak tahun 2006. Meskipun leading sektor pelaksanaan program P2KP adalah Dinas Pekerjaan Umum namun tidak hanya pembangunan infrastruktur pedesaan yang dikedepankan, aspek ekonomi dan sosial pun menjadi pertimbangan dalam upaya  pengentasan kemiskinan.

 

Debi Hartanto, Fasilitator P2KP menjelaskan Program P2KP menekankan tiga aspek, yakni aspek Lingkungan (lnfrastruktur), aspek Ekonomi (dana bergulir) dan sosial atau disebut Tridaya. 

 

Pagu seluruh dana P2KP untuk satu desa Rp.300.000.000 dicarikan dalam tiga tahap yang ditujukan untuk memperkuat Tridaya (aspek lingkungan, aspek ekonomi dan sosial). Tahap pertama (Januari 2007), Tahap Kedua (Juli 2007) dan Tahap ketiga (Januari 200) dengan komposisi 20%, 50% dan 30%.

 

Tahap Pertama, BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) yang disalurkan sebesar Rp. 60.000.000. Umumnya alokasi dana untuk pembangunan  aspek sosial seperti beasiswa dan orang tua jompo, atau bantuan rumah layak huni jumlahnya kecil. Sedangkan aspek lingkungan menekankan pembangunan infrastruktur perdesaan dan aspek ekonomi pelatihan usaha dan dan bergulir.

 

Tahap Kedua,  BLM yang disalurkan  sebesar Rp. 150.000.000. Dana bergulir yang  disalurkan tergantung usulan BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) atau tergantung latar belakang usaha masyarakat pemanfaat dana.

Jumlah yang disalurkan pun bervariasi yakni antara Rp 50 hingga 100 juta. Di Tanjungpendam, total dana bergulir yang disalurkan sebesar   Rp.75.500.000 untuk 25 KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). Sisanya digunakan pembangunan infrastruktur pedesaan dan kegiatan sosial lainnya.

 

Menurut Debi, setelah setahun berjalan, kini Tanjungpendam merupakan desa yang memiliki tingkat pengembalian dana yang cukup baik diantara 7 desa lain sasaran Program P2KP. Sebagian besar warga yang memanfaatkan dana bergulir adalah berprofesi sebagai pedagang. 

Selain dana P2KP, warga Tanjungpendam memanfaat kredit dari Koperasi Simpan Pinjam yang mulai menjamur untuk menjalankan usaha mereka.

 

Namun ada perbedaan yang mencolok antara dana bergulir P2KP dan kredit yang diberikan Koperasi Simpan Pinjam. . “ Yang pasti dana bergulir P2KP jangka pengembalian lebih lama (10-12 bulan) dan  bunga pinjamannya pun jauh lebih kecil “ jelas Debi.

 

Tujuh desa tersebut meliputi Desa Pangkal Lalang, Keluruhan Kota, Desa Dukong, Desa Juru Seberang, Desa Lesung Batang, Desa Perawas dan Desa Buluh Tumbang.

Desa yang menjadi sasaran P2KP ditentukan oleh pemerintah daerah melalui Bappeda Kabupaten Belitung yang selanjutnya diputuskan oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum.
Selain Program P2KP, program penanggulangan kemiskinan yang ada di Kabupaten Belitung saat ini adalah Program PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) “Mandiri Perkotaan”. Pada program ini Kelurahan Parit yang tidak masuk dalam  P2KP menjadi sasaran program PNPM.

 

Setelah berjalan satu tahun ini, manfaat program P2KP dapat dirasakan. “Kita pun dapat melihat bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh” ujar Debi Hartanto, fasilitator yang dua tahun terakhir ini aktif memantau efektivitas program Tridaya P2KP(fithrorozi).