Jakarta (WP) Perubahan iklim, harga dan produksi dunia saat ini akan berdampak pada pembangunan daerah seperti kenaikan minyak mentah dunia. Begitupun pertumbuhan ekonomi sejumlah negara dikwatirkan akan terjadi tarikan modal, barang dan jasa sehingga mempengaruhi makro ekonomi dunia.Penting kerjasama dan membangunan jaringan dengan dunia luar pun akan membuka peluang dan terhindar dari ego lokal di era otonomi Daerah.
Bupati Belitung, Ir.Darmansyah Husein memandang perlu kegiatan ini diikuti untuk meningkatkan kerjasama dan jaringan internasional yang selama dua hari (25-26 Mei 2008) mengikuti Indonesian Regional Investment Forum (IRIF).

IRIF 2008 ini diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) dibuka oleh Presiden RI Soesilo Bambang Yudohono pada tanggal 26 Mei dan berlangsung hingga 27 Mei 2008. IRIF 2008 diikuti 800 investor, delegasi pemerintah provinsi/kabupaten/kota dengan total peserta 1000 orang. Forum ini menawarkan 200 project investasi bernilai lebih dari 19 milyar dollar Amerika yang berasal dari 40 kabupaten/kota di Indonesia.

Presiden mengilustrasikan forum ini seperti “Mak Comblang” (matchmaker) dimana para investor menemukan peluang investrasi karenanya investor diberi peluang menemukan jodoh. Seminggu terakhir harga minyak mencapai $ 133 dollar per barrel yang membuat pemerintah mengurangi subsidi dan meningkatan harga produksi minyak sebesar 28,7%. Kebijakan ini sungguh sulit dan tidak popular . Tapi ini bukan masalah dan keputusan Jakarta saja ini masalah Indonesia, kabupaten/kota dan kecamatan. Jadi Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

IRIF 2008 ini juga menghadirkan Prof.Dr.Dorojatun KuncorJakti, Dr. Budiono (Menko Ekonomi), Prof.Dr.Ginanjar Kartasasmita (Ketua DPD-RI), Muhammad Lutfi (Ketua BPKM), Tun Musa Hitam (Mantan Wakil PM Malaysia), Dato’ Azman Mokhtar (Direktur Pelaksana Khazanah Nasional) dan dialog pelaku usaha yang dipimpin Tantri Abeng.

Konsep ekonomi pembangunan mendasari beberapa teori mulai dari teori Keynesian, Borderless (tanpa batas), Teknologi Informasi (Cyber) dan Pengganda (matematika). Teori ini mendukung strategi efektif dalam ekonomi baru . Negara melakukan regionalisasi wilayah untuk menciptakan “Unit Strategi Bisnis”. Sementara pemerintah daerah hendaknya dapat menciptakan kawasan strategis (cluster) dengan menyusun daftar prioritas investasi (shortlist) jelas Dr.Kenichi Ohmae yang dijuluki Mr. Strategi

Ditengah kekuatan globalisasi perekonomian desa dapat memainkan perannya dalam perdagangan dunia. Ekonomi di desa bisa lebih tahan terhadap krisis ekonomi dibanding perkotaan. Hal ini disebabkan ekonomi pedesaan mampu melakukan mitigasi terhadap dampak negatif krisis. Menurut Thaksin Shinawatra, ekonomi pedesaan bukannya tidak mampu mengimbangi lajunya pertumbuhan ekonomi di kota. Namun, masyarakat pedesaan tidak memperoleh kesepatan yang sama. Padahal, keseimbangan itulah yang akan mendorong pertumbuhan di kedua wilayah. Mantan Perdana Menteri Thailand ini menjadi pembicara terakhir IRIF 2008 dengan makalah “The Development of Rural and Provicial Economies for National Competitiveness”.

Dampak dan manfaat d IRIF 2008 bagi Pemerintah Kabupaten Belitung adalah :

a. Melalui kegiatan IRIF, pemerintah daerah diharapkan dapat mempelajari bagaimana memperbaiki ilim investasi dan melihat peluang dari projek besar. Pengambil keputusan seperti Presiden dan Wakil Presiden, Menko Ekonomi menjelaskan bagaimana investasi telekomunisi, energi, biofuels dan sector lain dapat memicu pertumbuhan ekonomi Forum ini mempertemukan partner bisnis merupakan peluang untuk memperkenalkan potensi dan meningkatan peluang investasi di daerah.

b. Mengacu pada pandangan Dr.Kenichi Ohmae, untuk mengembangkan potensi sumberdaya, perlu meningkatkan kerjasama kawasan. Indonesia ikut ambil bagian dalam forum BRIC (Brazil,Rusia, India, China) Untuk itu diperlukan visi yang kuat untuk membangun kawasan yang ditetapkan pemerintah seperti kawasan agropolitan Membalong di Kabupaten Belitung. Dari sisi pasokan, kita telah membangunan infrastruktur perdesaan tetpi untuk mendukung pemasaran diperlukan infrastruktur komunikasi sehingga akses pasar dapat lebih terbuka.

c. Kegiatan ini menjadi inspirasi untuk mempromosikan potensi Kabupaten Belitung kepada investor seperti yang dilakukan Kutai Timur di Ritz Cartlon, 26-27 Mei 2008 yang lalu.

Kutai mempromosikan kawasan Pelabuhan Maloy, Kutai Timur dengan letak strategis karena menghadap Selat Makassar tepatnya di Alur Laut Kawasan Indonesia (ALKI) II dengan kedalaman 18 meter-22 meter. Selain itu Kutai Timur berada di kawasan pertumbuhan yakni Kapet Sasamba, Benua Samudra, dan kota perdagangan lainnya di Sulawesi.
Kutai Timur berpotensi di bidang pertambangan yakni ladang minyak bumi seluas 19.000 hektar, gas bumi 20.000 hektar. Cadangan batubara tersedia 3.825.610 MT. Selain itu hasil tambang dari perut bumi seperti emas lime stone, kacilin, frostat, biji besi, gypsum, antimomi, pasir kuarsa. Sektor pertanian telah tersedia sekitar 1,28 juta hektar.

Wapres Jusuf Kalla yang tampil pada hari kedua yakin pada 2010 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8-9% dibandingkan 2008 yang diprediksi hanya 6%. Angka pertumbuhan 8-9%, kata Kalla, dengan mudah bisa dicapai karena saat ini Indonesia memiliki tabungan ekstra yang besarnya hampir mencapai 2 miliar dolar AS. Dana itu disiapkan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Dalam tiga tahun kita akan mengerjakan 10 ribu proyek yang dimulai awal tahun ini. Bayangkan, 225 juta penduduk dengan pertumbuhan 8-9% dengan mengurangi subsidi, mengubah gaya hidup, lebih mudah mendapatkan izin dan lebih banyak eksplorasi gas dan energi,”

Kalla berharap investor tidak takut lagi dengan korupsi yang menjadi momok di Indonesia, sebab pemberantasan korupsi kita tidak main-main lagi (fithrorozi).