Selat Nasik, tidak seperti biasanya Desa Selat Nasik kecamatan Selat Nasik dipenuhi pengunjung dan undangan yang ingin menyaksikan Maras Tahun. Kegiatan yang telah menjadi agenda pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin semarak ketika puncak acara tanggal 27 April 2008 dihadiri Bupati Belitung, Ir.H.Darmansyah Husein, Wakil Gubernur Bangka Belitung, Sekda Kabupaten Belitung, Ir.Mulgani, Wakil Ketua DPRD Babel Rustam Effendi, , Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Drs Suhari .

Lepat seberat 25 kg pun dipotong para pejabat setelah Abu Bakar Abas, dukun Kampong Selat Nasik membacakan doa sembari mengepul asap gaharu.

Sepanjang bulan Februari- Maret beberapa warga dari Kecamatan Badau, Kecamatan Tanjungpandan Desa hingga Kecamatan Selat Nasik mengadakan selamatan kampong. Namun dari ketiga kecamatan tersebut, selamatan kampong Selat Nasik lebih semarak karena dikemas dalam upacara tradisional Maras Taun mulai dari selamatan kampong, doa bersama, pemotongan lepat gede, pembagian dan berebut lepat serta makan bersama.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H Eko Maulana Ali dijadwalkan hadir bersama Wakil Gubernur H Syamsuddin Basari, Bupati Belitung Ir H Darmansyah Husein, anggota DPRD Kabupaten Belitung dan sejumlah unsur Muspida.

Mantan Camat Selat Nasik, Sahani Saleh,BA, patut berbangga terobosan yang dilakukan selama menjabat sebagai Camat Selat Nasik nampaknya membuahkan hasil. Mengangkat nama Selat Nasik apalagi membuat orang untuk datang mengunjungi kecamatan pulau ini tidaklah mudah. Namun kini setiap tahun jumlah kunjungan wisata cukup tinggi hal ini dikarenakan ada agenda wisata, Maras Tahun. Untuk menuju kecamatan Selat Nasik warga dapat melalui Pelabuhan Tanjungpandan –Dermaga Selat Nasik dengan waktu tempuh 1,5 jam sedangkan melalui Dermaga Pegantungan-Dermaga Tanjung Nyato Selat Nasik ditempuh lebih singkat, yakni 30 menit. Sebetulnya untuk mengetahui seluk beluk Selat Nasik yang berada di Pulau Mendanau imi tidaklah sulit terutama terkait dengan informasi konservasi terumbu karang. Informasi ini dapat diakses di www.selatnasik.org. (fithrorozi)