Tanjungpandan (WP) Bertempat di Ruang Sidang Bappeda dan PM Kabupaten Belitung pada tanggal 11 April 2008, dilakukan sosialisasi pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) skala 70 kilo volt oleh PSML –UI (pusat Studi Manusia dan Lingkungan . Untuk menghasilkan energi listrik 70 killo perlu didukung 5 tower terpisah, sesuai kelayakan jarak antar tower yang memungkinan gangguang terhadap lingkupngan seperti yang akan dicantumkan dalam UKL/UPL SUTT dapat diminimalisasi. Total jarak dari titik awal ke tower terakhir adalah sejauh 25 km, melewati tanah kosong, semak belukar ataupun kawasan pemukiman.

Lokasi lintasan diperkirakan melalui empat desa, yakni Desa Pegantungan, Desa Sungai Samak, Desa Pangkallang dan Desa Dukong. Titik Awal Pegantungan (Project PLTU Suge) disalurkan ke Gardu Induk di Dukong .

Beberapa peserta mempertanyakan apa dan bagaimana “ banyak dari kita yang belum mengetahui teknologi SUTT” kata Kabag Humas Suharyanto,BA. Seperti yang diungkpakan Kadus Suge, Rahidin “ kamek setuju kalo ade pembangunan, tapi harus diperhatikan juga pembangunan di bidang lain macam pendidikan dan kesehatan”.

Setiap pembangunan tidak dapat dipungkiri akan menimbulkan dampak (eksternalitas positif dan negatif) untuk itu menurut Staff Bapedalda Kabupaten Belitung, Mardi Smolik, Msi masalah yang timbul seperti pengaruh medan magnit ke listrik terhadap masyarakat asca operasi perlu diperhatikan terutama alat elektronik dan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Menurut narasumber dari Universitas Indonesia dampak SUTT yang akan dibangun masih dibawah ambang batas. Selain dampak ekologi perlu dipertimbangkan masalah pembebasan lahan. Apa ikut NJOP, masyarakat setempat yang berlaku, atau harga pasar yang berlaku secara umum di Kabupaten Belitung. NJOP akan mempermainkan harga Bupati ditambah atau memperhatikan

Untuk itu sosialisasi sangat dibutuhkan seperti yang dikhawatirkan aktivitias dari Kelompok Pencinta Lingkungan Belitung (KPLB), Glen Nelwan “Sosialisasi yang tidak dilakukan dengan baik menimbulkan ekses dikemudian hari”. Sementara Camat Badau Aidin Dahri mengingatkan dampak terhadap pemukiman hendaknya bisa jauh dari permukiman, mungkin 100-200 meter. Semua permasalahan yang mungkin timbul, Menurut Staff PMSL-UI harus dikaji lebih dalam dilapangan. (fithrorozi)