Desember 2008


dscn8792Tanjungpandan (WP), Saeb Kecuai (65) guru TPA Desa Terong mengjahr sejak Tahun 2005. Kakek 14 cucu itu sudah terlalu lama berkecimpung dalam pendidikan keagamaan bahkan sejak masih bekerja sebagai Satpam di PT.Timah “ Sejak tahun 1985 saya mengajar di Madrasah Al-Khairiyah, kalau dibandingkan sekarang sebenarnya saya ini sudah kadaluarsa ” ujar Saeb. Saat itu kondisi madrasah tidak terurus ungkapnya mengenang suka duka mengembangkan pendidikan agama di kampung, Dulu hampir setiap rumah selalu ada kegiatan belajar Al-Qur’an. Tetapi dengan dua TPA disini (Bebute dan Terong) hanya ada 65 murid, 35 anak belajar di TPA Fathul Jannah –Terong dan 30 anak belajar di TPA Miftaus Sa’diah-Bebute. Sekarang dari 7 rumah hanya 1 murid yang belajar di TPA.

Kehidupan agama dan Budaya pada saat itupun saling mendukung. “ Kalok gawai dak ade kembang tule itu gawai kecik, kalok ade kembang teluk pasti ade urang betamat” ujar Saeb. Kembang teluk merupakan rangkaian telur rebus yang dibungkus, dihias digantung dengan lidi pohon kabung. Mereka yang menitip telur berharap lidi gantungan akan menjadi berkah dalam mendidik anak mereka dengan lidi bunge teluk sebagai penunjuk huruf Al-Qur’an.

Ditemui wartapraja saat sedang mengantri di Kantor Bagian Sosial Setda Kabupaten Belitung, sejak dua tahun terakhir Saeb bersama 400 guru TPA lainnya merasa bersyukur, setiap enam bulan mereka menerima Rp 570 ribu per orang setelah dipotong pajak sebesar Rp.30.000. Mungkin karena itu banyak lulusan Sekolah Madrasah Aliyah kurang berminat menjadi guru ngaji, jelas Saeb. Honor ini hanyalah bantuan pemerintah, tapi soal tanggung jawab mendidik sebetulnya tugas kita bersama, ujar kakek Saeb yang tidak terlalu peduli besaran honor . Tentunya penghasiln ini tidak bisa dijadikan patokan, anggap saja ini pengabdian itu yang terpenting. Nurlaila misalnya, selain berfesi sebagai guru SD, dirinya mengajar di TPA ALHijirah namun hingga saat ini belum terdaftar dan mendapat honor dari pemerintah. Pemberitahuan honor biasanya diterima guru TPA melalui pemberitahun telpon atau surat ke TPA masing-masing.

Bulan yang lalu (29/11) pak Ucu Sobimilsi,SAG dari Departemen Agama Kabupaten Belitung pernah menjanjikan jika banyak murid TPA mengikuti ujian, honor gurunya akan dinaikan dari Rp.100 ribu menjadi Rp.125 ribu hingga Rp.150 ribu, ungkap Saeb menirukan janji Pak Ucu. Menurut Saeb wisuda santri beberapa waktu yang lalu hanya 50% dari total murid yang tersebar pada 93 TA di Kabupaten Belitung. Rendahnya peserta ujian ini mungkin karena guru TPA kurang memotivasi siswa. (fithrorozi)

Setelah melewati tahapan pemilihan langsung, pasangan Dahsa-TT, Ir.Darmansyah Husein dan Sahani Saleh BA akhirnya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belitung Periode 2008-2013. Pengesahan Ir H Darmansyah Husein sebagai Bupati Belitung masa jabatan 2008-2013 sebagaimana dijelaskan dalam Surat Keputusan Mendagri nomor 131.19-922 tahun 2008 tanggal 3 Desember 2008 tentang pengesahan dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih yang diterima Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belitung Sabtu (6/12) lalu. Sedangkan Salinannya disampaikan kepada KPU Kabupaten Belitung, Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih serta instansi terkait lainnya.

Sedangkan Surat Keputusan Mendagri Mendagri juga mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 131.19-923 tahun 2008, tanggal 3 Desember 2008, menjelaskan tentang pengesahan dan pengangkatan Sahani Saleh, BA sebagai Wakil Bupati Belitung masa jabatan 2008-2013. Kedua SK Mendagri tersebut ditujukan kepada Gubernur Bangka Belitung dan berlaku sejak dilakukan pelantikan.

Surat Keputusan Mendagri tentang pengesahan dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih itu diterima Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belitung Sabtu (6/12) lalu. Kedua SK Mendagri ditujukan kepada Gubernur Babel. Salinannya disampaikan kepada KPU Kabupaten Belitung, Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih serta instansi terkait lainnya.

Dalam UU No. 32 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Nasional dinyatakan, setelah dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati terpilih, maka harus segera disusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah yang mengacu kepada visi dan misi Bupati/Wakil Bupati terpilih. RPJMD akan menjadi sebuah cetak biru atau blue print langkah pembangunan.

Adapun Visi misi yang disampaikan Ir.Darmansyah dan Sahani Saleh BA dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Belitung pada tanggal 6 Oktober adalah ““ Terwujudnya masyarakat Kabupaten Belitung yang mandiri, maju, sejahtera, berdaya saing dan bermartabat melalu pengembangan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan potensi daerah yang berpihak pada kerangka pembangunan sektoral, regional dan global “

Visi tersebut diwujudkan dengan melaksanakan misi :
1. Membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatkan sumberdaya daerah yang berpijak pada aspek kelestarian lingkungan

2. Menarik sebanyak-banyaknya investasi luar ke daerah untuk membuka akses berusaha masyarakat dan penciptaan lapangan kerja

3. Meningkatkan nilai tambah (added value) sumber daya alam yang dimiliki daerah melalui pengembangan industri hilir yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi dan barang jadi.

4. Meningkatkan pelayanan publik melalui optimalisasi kinerja pemerintah daerah yang efektif, terpadu dan berkesinambungan

5. Mempersiapkan sumberdaya manusia yang unggul, terampil dan siap pakai, melalui penguatan fasilitas pendidikan umum dan kejuruan

6. Mempercepat laju pembangunan kecamatan dan desa di seluruh wilayah Kabupaten Belitung yang berorientasi pada keunggulan karakteristik masing-masing wilayah

7. Mendorong terciptanya rasa ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat melalui upaya pembuatan peraturan daerah, penegakan peraturan dan pelaksanaan hukum yang berkeadilan

8. Mengisi kerangka pembangunan sektoral, regional maupun global melalui optimalisasi segala potensi daerah baik potensi kewilayahan maupun sumberdaya manusia.

Dalam berbagai kesempatan, Ir.Darmansyah berulang kali menekankan dengan struktur keuangan daerah yang sehat dan dukungan infrastruktur yang sudah ada maka sudah saatnya segenap pemangku kepentingan pembangunan di daerah ini untuk segera melakukan percepatan (Speed Up)

Konsep percepatan yang dikenal masyarakat selama ini melekat pada institusi Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Dalam perspektif institusi ini, makna percepatan identik dengan ketertinggalan sebuah daerah yang disadari bahwa pembangunan wilayah (regional development), termasuk daerah tertinggal, selalu bersifat lintas sektor dan lintas pelaku.

“ Setiap wilayah atau desa semestinya memiliki produk unggulan. Upaya untuk menciptakan produktivitas masyarat itu juga membutuhkan peran kaum perempuan, jangan hanya mengisi waktu luang dengan mengkutuan-mencari kutu rambut “ ujar Sahani Saleh, mantan pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Belitung ini ketika memberi sambutan dalam Musrenbang Kecamatan di Sijuk jauh sebelum mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Belitung Periode 2009-2014.(fithrorozi)

dscn8690Tanjungpandan (WP), Kesederhanaan tampil di panggung dan kecanggungan Sahani Saleh, BA saat glasdik resik (29/12) yang akan dilantik menjadi Wakil Bupati Belitung sudah tampak lagi. Mengiringi langkah Ir.Darmansyah Husein, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Periode 2008-2013 memasuki ruang Gedung Serba Guna. Setelah melewati proses Pemilu Bupati Belitung Periode 2008-2013 menteri Dalam Negeri menetapkan Ir Darmansyah Husein sebagai Bupati Belitung periode 2008-2013 dan menetapkan Sahani Saleh, BA sebagai Wakil Bupati Belitung terhitung sejak tanggal pelantikan, 30 Desember 2008.

Atas nama Menteri Dalam Negeri, Ir.Eko Maulana mengambil Sumpah Bupati dan Wakil Bupati Terpilih periode 2008-2013.Tampak hadir, Dr Yusron Ihza LLM, Fajar Fairi,SH, Sahar Hasan Sekjen Partai Bulan Bintang, anggota DPRD Kabupaten Belitung, unsur Muspida dan sejumlah undangan yang memadati Ruang Serbaguna Setda Kabupaten Belitung.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ir.Eko Maulana, menegaskan tugas kepala daerah dan wakilnya nantinya penuh dinamika, tentunya tidak mudah menghadapi masalah yang kompleks dan silih berganti.Kita berharap kedepan kita akan menjadi bangsa yang beruntung.

Gubernur menjelaskan beberapa indikator keberhasilan pembangunan tercermin dari penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan dari data BPS, pada tahun 2006 angka kemiskinan Indonesia sebesar 17.75 % dan menurun pada tahun 2007 menjadi 16,58. Sedangkan di Propinsi Bangka Belitung pada tahun 2006 sebesar 10,9 % dan turun cukup signifikan menjadi 9.54%.

Sementara Kabupaten Belitung pada tahun 2006 angka kemiskinan sebesar 12,15 % menurun menjadi 11,15% tahun 2007. Upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui program PNPM Mandiri, pemberian kredit, KUR dan BLT. Segala upaya ini tentunya membutuhkan upaya bersinergi dengan semua pihak.

Dalam kesempatan ini Gubernur juga mengemukan upaya pemerintah provinsi untuk mendukung perekonomian rakyat dengan munculnya Lembaga Penjamin Kredit UKM yang terlaksana atas kerja pemerintah provinsi dengan Bank Indonesia dan bank-bank lain yang ada di Bangka Belitung. Untuk menghadapi krisis global, hendaknya dapat dihadapi secara bersama-bersama apalagi komoditas ekspor saat ini mengalami penurunan
Mengutip pidato presiden saat Larasita (Layanan Rakyat Untuk Sertifikat Tanah) baru-baru Presiden menekankan untuk :
1. Meneruskan program pengentasan kemiskinan
2. Meneruskan program penciptaan lapangan kerja
3. Meneruskan program penyebaran dan peningkatan akses pendidikan
4. Meneruskan program peningkatan pelayanan kesehatan
5. Meneruskan pembangunan infrastruktur untuk mendukung iklim usaha yang kondusif.
6. Mendorong terwujudnya good governance dan meminimalisasi tindak KKN
7. Meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Banyak upaya yang harus dilakukan, pemerintah antara lain dengan memprioritaskan pelayanan dasar di bidang kesehatan sehingga masyarakat lebih terfokus upaya meningkatkan pendapatan. Program pariwisata Babel Archipelago 2010 perlu terus didukung. Untuk itu tahun depan (2009) kita perlu melakukan pembenahan secara intensif baik pembangunann infrastruktur, peningkatan objek wisata maupun menyusun agenda wisata. Sehingga akan berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja dan lapangan usaha.

“Bahkan dengan meledaknya novel dan film Laskar pelangi upaya membangun sektor pariwisata program kepariwisataan lebih cepat berkumandang bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga dunia “ ujar Gubernur. Semoga dengan bersama kita bisa, dan bisa terus bersatu mewujudkan Babelku Bergema, Bersama, Bersatu, Bergerak Maju

Atas suksesnya penyelenggaran pemkada ini Gubernur juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua KPUD Kabupaten Belitung. Rapat Paripurna Istimewa VI Masa Persidangan tahun sidang 2008 dengan agenda Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Belitung Periode 2008-2013 Ir.Darmansyah Husein dan Sahani Saleh, BA resmi ditutup oleh Ketua DPRD pada pukul 10:40 wib oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung Drs.Suhardi (fithrorozi)

hendra-caya-ketua-koniTanjungpandan (WP), Berkenaan dengan berakhirnya masa jabatan Ketua Umum Koni 2004-2008, KONI melaksanakan Musyawarah Olah Raga (Musorkab) Kabupaten KONI Kabupaten Belitung Tahun 2008 yang diikuti 18 pengurus olah raga kabupaten (Pengkab). Masing-masing Pengkab diwakili 3 orang delegasi

Musorkab yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali melaksanakan tiga agenda. Pertama, mengevaluasi kegiatan dan penggunaan dana kepengurusan KONI Periode 2004-2008. Kedua, menyusun Rencana Kerja 2008-2012 dan Ketiga, memilih Ketua Umum dan Kepengurusan KONI masa bhakti 2008-20012, ungkap Ketua KONI Provinsi dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penjabat Bupati Belitung dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Drs.Jasagung Hariyadi, MSi berharap kehadiran KONI hendaknya mampu menumbuhkan bibit baru disetiap cabang dan kategori olahraga sehingga KONI menjadi pusat regenerasi atlet dimasa datang. Jasagung selanjutnya membuka secara resmi Musyawarah Olah Raga Kabupaten KONI Kabupaten Belitung Tahun 2008 di Ruang Sidang, Minggu, 28 Desember 2008 .

Pada awal periode kerja KONI memiliki sumberdana yang terbatas dengan saldo awal Rp. 2,6 juta namun diakhir jabatannya dana tersisa sebesar Rp. 949 juta “ ujar Ketua Umum KONI 2004-2008 Ir,Darmansyah Husein. Nantinya Ketua Umum KONI terpilih diharapkan mampu meningkatkan peran KONI ditengah masyarakat, melakukan re-arragement organisasi secara berjenjang hingga tidak terkesan pembinaannya sporadis. Selanjutnya adalah bagaimana kita membina dan meningkatkan sumberdaya olah raga. Seperti kita ketahui tahun 2010 nanti kita akan mengikuti PORPROV III di Bangka Selatan. Ini wadah untuk menunjukkan prestasi kita kembali, tambah Darmansyah ketika menyampaikan pelaksanaan kegiatan di bidang organisasi, bidang pembinaan prestasi, bidang penelitian dan pengembangan dan bidang sekretariat keuangan.

Besarnya penggunaan dana yang dihimpun KONI sebagian besar dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV II). Sepakbola merupakan cabang olah raga yang menyerap dana paling besar selama 2004 hingga 2008. Pada PORPROV I tahun 2002 di Sungai Liat, Bangka kontingen Belitung berhasil meraih 40 medali emas, 56 perak dan 28 perenggu dari 148 cabang olah raga yang dipertandingkan yakni atletik, pencak silat, bulu tangkis, taekwando, tinju, tenis meja, sepak takraw, bola volley, sepak bola, senam, catur dan basket.
Pada tahun 2006 digelar PORPROV II di Tanjungpandan, Belitung yang mempertandingkan 15 cabang olah raga termasuk cabang olah raga Bridge. Dari 49 medali emas, 27 medal perak, dan 33 medali perunggu, Belitung berhasil menjadi Juara Umum.

Prestasi yang diperoleh tidak lepas dari dukungan dari tim yang telah bekerja efektif. ” Sejak dilantik 2 Juni 2004 yang lalu, penggunaan dana terfokus pada kegiatan operasional dibandingkan dengan kegiatan administrasi atau kesekretariatan.

Sejak jam 07:00 pagi Musorkab melewati empat tahapan Sidang Pleno dan pada Sidang Pleno IV, tiga calon Ketua Umum yakni H.MZ.Hendra Caya,SE,MSi, Letkol CHB Faisal Y Madani dan A.Rani Rasyid. Pada Sidang Pleno IV ketiga calon menyampaikan Visi dan Misi Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Belitung.
H.MZ. Hendra Caya,SE,MSi akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum KONI Periode 2008-2012 dengan memperoleh 15 suara mengalahkan Faisal Y Madani didukung dengan 3 suara A Rani Rasyid didukung dengan 2 suara. Hasil pemilihan ini ditetapkan dalam surat Nomor 06/MUSORKAB/KONI/BLT/2008 tentang Ketua Umum Terpilih KONI Kabupaten Belitung Periode 2008-2012 dalam sidang pleno yang dipimpin Harsono H.Katis sebagaimana dibacakan Sekretaris Sidang H.Edyono (fithrorozi)

Halaman Berikutnya »