November 2008


Tanjungpandan (WP), Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan, Pemerintah Daerah mempunyai hak dan kewajiban untuk mengarahkan, membimbing, mengawasi, memberikan pelayanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Ketentuan ini berangkat dari pemahaman bahwa pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia, karena tanpa pendidikan manusia sulit mengembangkan dirinya, yang pada akhirnya akan berdampak pada lemahnya sumber daya manusia. Sejarah membuktikan, banyak negara yang miskin sumberdaya alam namun unggul dalam segala bidang, karena sumber daya manusia yang berkualitas. Demikian diungkapkan Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo SE,MA pada Pembukaan Sosialisasi dan Pelatihan Jaringan Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Bidang Pendidikan Kabupaten Belitung Tahun 2008 di Ruang Sidang Bappeda Kabupaten Belitung pada hari Selasa, 25 November 2008, pukul 10.30 WIB.

Dengan berlandaskan kepada ketentuan undang-undang tersebut serta merespon tuntutan era globalisasi yang berkembang dewasa ini, maka Pemerintah Kabupaten Belitung menempatkan sektor pendidikan sebagai sektor utama dalam program pembangunan daerah. Sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Belitung mengarahkan pembangunan pendidikan di Kabupaten Belitung pada tiga pilar kebijakan.

Pertama, perluasan akses pada semua jenjang pendidikan dengan fokus utama pada penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Kedua, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. Ketiga, efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan, serta pencitraan publik.Alhamdulilah, arah kebijakan tersebut telah membawa hasil yang positif. Pada tahun 2006, misalnya, Kabupaten Belitung mendapatkan Penghargaan Widyakarama dari Presiden RI karena dipandang berhasil mencapai Ketuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun.

Sementara itu, untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan, kita tidak saja melaksanakan kurikulum secara konsekuen dan konsisten, tapi juga terus meningkatan kualifikasi pendidikan guru ke jenjang D IV atau Strata 1.

Di sisi lain, untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan, mulai tahun 2006 kita telah memanfaatkan ICT atau Information and Communication Tehnology, baik untuk administrasi, pengolahan data, maupun sarana komunikasi. Secara bertahap pemanfaatan ICT akan terus kita kembangkan, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sumber daya yang kita miliki.

Namun demikian, arah kebijakan pendidikan perlu terus-menerus kita kembangkan, agar mampu menjawab dan memenuhi perkembangan keadaan.Oleh karena itu, saya menyambut baik pelaksanaan Sosialisasi dan Pelatihan Jaringan Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Bidang Pendidikan pada kesempatan ini, dengan harapan semoga kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia kita di masa yang akan datang. (Syafei)

Tanjungpandan (WP) PT. Pelabuhan Indonesia II bekerja sama dengan Lembaga Teknologi Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Senin, 24 Nopember 2008 bertempat di Ruang Sidang Pemkab Belitung melakukan Paparan Master Plan Pelabuhan Tanjungpandan. Presentasi ini dibuka secara resmi oleh Pejabat Bupati Belitung, Haryono Moelyo, SE.MA.
“Pelabuhan memiliki fungsi strategis dan vital bagi kelancaran sektor tranportasi yang berimplikasi pula terhadap kemajuan sektor lainnya, terutama sektor ekonomi, ” ujar Haryono mengawali sambutannya. Karena itu, selaku Kepala Daerah ia menyambut baik kegiatan ini, agar pemerintah daerah dapat mengetahui berbagai hal yang menyangkut struktur ruang dan rencana tata ruang guna lahan di Kabupaten Belitung, termasuk kondisi perairan Pelabuhan Tanjungpandan dengan segala fasilitas dan utilitasnya.

Lebih lanjut, menurutnya kehadiran pelabuhan dengan standar yang layak adalah prasyarat utama bagi kemajuan suatu daerah. Mengingat, pelabuhan adalah salah satu kunci penunjang keberhasilan pembangunan di berbagai sektor, baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh sebab itu, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan sehubungan dengan akan dibangunnya Pelabuhan Tanjungpandan ini, yaitu: Tatanan kepelabuhan yang hendaknya menerapkan asa efisiensi dan tata ruang yang kondusif. Selain itu, perlu juga pengkajian ulang terhadap pelayanan dan biaya pelabuhan yang kompetitif, pengaturan kelembagaan di pelabuhan, otoritas pelabuhan dan unit penyelenggaraan pelabuhan serta efisiensi dan loyalitas dari para pekerjanya agar tidak terjadi pelanggaran yang merugikan berbagai pihak. Ditegaskan oleh Haryono, faktor-faktor tersebut adalah fokus bersama guna menyeimbangkan kinerja dengan konstruksi fisik yang telah dan akan dibangun, agar hal-hal yang menjadi tujuan melalui dibangunnya pelabuhan ini dapat tercapai.

“Saat ini, Kabupaten Belitung telah memiliki beberapa pelabuhan dengan peran dan fungsinya masing-masing, seperti pelabuhan penumpang dan perikanan. Namun demikian, diharapkan dengan optimalisasi Pelabuhan Tanjungpandan ini ke depan, Kabupaten Belitung sebagai suatu daerah kepulauan dapat lebih menggiatkan pertumbuhan ekonominya melalui arus lalu lintas kapal dengan infrastruktur yang lebih memadai pula”, tegas Haryono.

Pelabuhan Tanjungpandan
Ada beberapa alasan perlunya pelabuhan dengan standar kelayakan yang memadai di Belitung, diantaranya adalah: Pulau Belitung merupakan pulau yang dikelilingi lautan dengan 189 pulau besar dan kecil yang mengelilinginya, aktivitas perekonomian di Kabupaten Belitung ini terus meningkat dan Belitung memiliki potensi sumber daya alam dari berbagai sektor seperti pertanian, pertambangan sebagai komoditas andalan.
Letak pelabuhan Tanjungpandan direncanakan berada pada koordinat 02 04′00″ LS dan 107 00″00″ BT. Kondisi perairan Pelabuhan Tanjungpandan terdiri dari: Kawasan Perkantoran, Kawasan Penumpang, Kawasan Bongkar Muat Barang, Kawasan Pergudangan, dan Kawasan Perikanan.

Fasilitas, Peralatan, dan Utilitas Pelabuhan TanjungPandan
Fasilitas Pelabuhan Tanjungpandan dilengkapi dengan alur, kolam, dermaga, dan lapangan penumpukan. Pelabuhan Tanjungpandan mempunyai alur sepanjang 6,8 mil dengan kedalaman alur pelayaran -4,0 m LWS. Sedangkan kolam pelabuhan Tanjungpandan memiliki luas 3,39 Ha dan kedalaman -3 m LWS. Untuk panjang dermaga seluruhnya adalah 317,75 m, dan terbagi ke dalam delapan dermaga. Selanjutnya pelabuhan Tanjungpan mempunyai luas keseluruhan lapangan penumpukan 33.088 m². Akan tetapi Pelabuhan Tanjungpandan tidak akan memiliki gudang karena gudang yang ada dengan luas 400 m².
Utilitas Pelabuhan antara lain fasilitas listrik dan air dengan mesin generator. Seluruh pembangunan Pelabuhan Tanjungpandan ini akan dilakukan dalam tiga tahap rencana pembangunan, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Pendek 2008-2012, Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2013-2017, dan Rencana Pembangunan Jangka panjang 2018-2032.

Aspek Kelayakan
Studi kelayakan proyek memiliki tiga aspek manfaat yaitu: Manfaat ekonomi bagi proyek itu sendiri (manfaat finansial) tentang seberapa menguntungkannya proyek tersebut dibandingkan dengan resikonya; Manfaat ekonomi bagi negara/daerah  tempat proyek tersebut dilakukan (manfaat ekonomi nasional) yang menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi perekonomian suatu negara secara makro. Terakhir adalah manfaat sosial proyek bagi masyarakat sekitar. Hal ini merupakan studi yang relatif sulit untuk dilakukan, karena proses kwantifikasi manfaat dan pengorbanan sosial merupakan teknik sendiri yang tidak mudah dilakukan.

Indikator kelayakan yang digunakan menyangkut analisis nilai sekarang, analisis laju pengembalian, dan analisis rasio manfaat. Analisis nilai sekarang menunjukkan bahwa nilai uang sekarang dari kemungkinanaliran dana di masa mendatang. Nilai NPV yang dianggap layak pada suatu proyek adalah yang bernilai positif, sedangkan nilai NPV negatif berarti proyek tersebut tidak memenuhi kelayakan.
Analisis laju pengembalian menunjukkan perbandingan antara keuntungan atau pendapatan yang diperoleh terhadap biaya yang telah dikeluarkan sebelumnya. Kelayakan berdasarkan nilai BCR adalah nilai BCR lebih besar dari 1. Hal ini berarti bahwa keuntungan/pendapatan yang diterima lebih besar dari biaya investasi yang dikeluarkan.

Sedangkan analisis rasio manfaat menunjukkan tingkat bunga pengembalian yang bisa diperoleh dari investasi yang telah dikeluarkan. Nilai IRR yang memenuhi kelayakan bagi proyek komersial adalah yang lebih besar daripada tingkat suku bunga bank yang berlaku. Bila demikian keadaannya dapat dikatakan bahwa proyek layak karena pengembaliannya yang lebih tinggi daripada penyimpanan di bank.
Diakhir presentasi, disampaikan kesimpulan berdasarkan analisa ekonomi dan analisa finansial. Secara ekonomi proyek Pelabuhan Tanjungpandan memberikan dampak yang cukup berarti kepada wilayah Kabupaten Belitung maupun secara ekonomi nasional, karena hasil IRR lebih besar dari nilai discount rate yang digunakan. Dengan NPV yang bernilai positif dan BCR >1 akan dapat mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Investasi dalam proyek ini secara ekonomi nasional cukup menarik untuk periode 25 tahun.

Demikian juga dengan analisa finansial, dapat disimpulkan bahwa kajian terhadap aspek finansial sangat penting terutama menyangkut kebijakan perusahaan dan investor untuk menanamkan modalnya pada proyek yang akan berlangsung. Kajian yang dilakukan diharapkan dapat menentukan layak dan tidaknya proyek sehingga dapat mempertimbangkan untung ruginya pelaksanaan proyek tersebut. Kesimpulan ini dibuat berdasarkan berbagai asumsi yang digunakan dalam perhitungan aspek finansial dan data historis untuk memperkirakan keuntungan yang diperoleh.(Zakina).

Tanjungpandan (WP), Selanjutnya, melalui kesempatan ini saya ingin menyegarkan ingatan kita sekalian, bahwa sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Belitung Tahun 2008, salah satu Program Pembangunan Pendidikan di daerah ini adalah meningkatkan prestasi siswa di bidang olahraga. Peningkatan prestasi ini penting kita upayakan, karena prestasi olahraga merupakan bagian prestasi suatu daerah. Nama baik daerah dalam pergaulan antar wilayah, banyak disumbang oleh prestasi olahraga. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Belitung, dari waktu ke waktu, terus berupaya mendorong peningkatan prestasi siswa di bidang olahraga, yakni melalui berbagai olahraga yang dilaksanakan secara periodik, terencana, bertahap dan konsisten, mulai dari Pordini, Olimpiade, Porseni, Persema, hingga Popda. Hal ini diungkapkan Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo, SE,MA pada Pembukaan Bimbingan Teknis Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) se-Kabupaten Belitung Tahun 2008 pada tanggal 22 November di Gedung Sanggar Kegiatan belajar (SKB) Perawas, Tanjungpandan.

Sementara itu, olahraga juga memberikan kontribusi positif terhadap pembinaan kepribadian siswa, seperti kerjasama yang baik di dalam suatu tim; pengendalian emosi di tengah histeria massa; pemusatan konsentrasi menghadapi peluang dan tantangan; pengambilan keputusan yang tepat, cepat dan tangkas dalam situasi yang genting dan mencekam; yang kesemuanya diperlukan untuk memupuk jiwa kepemimpinan.

Tidak kalah pentingnya adalah, olahraga merupakan sarana untuk membina kesehatan jasmani. Kesehatan jasmani merupakan sumber kesehatan rohani, karena di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Jiwa yang kuat itulah yang akan melahirkan sumber daya manusia paripurna, yang kita butuhkan untuk melanjutkan pembangunan di daerah ini, ujar Haryono

“Bertolak dari pemikiran itulah saya menyambut baik pelaksanaan Bimbingan Teknis Peningkatan SDM Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan se-Kabupaten Belitung pada kesempatan ini, dengan harapan semoga bimbingan teknis ini dapat mendorong peningkatan prestasi olah raga siswa dan kualitas sumber daya manusia di daerah ini” tambah Haryono.

Kepada para peserta Penjabat Bupati Belitung berharap agar mengikuti bimbingan teknis ini dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat memahami materi yang disampaikan narasumber secara seksama, untuk diimplementasikan dalam proses belajar-mengajar di sekolah masing-masing (Syafei)

Tanjungpandan (WP), Alhamdulillah, atas curahan rahmat tersebut, kita dapat bertemu dan bersilaturrahim pada kesempatan ini, untuk melepas Saudara kita Kompol Julihan Muntaha, SIK selaku Pejabat Lama Wakapolres Belitung, sekaligus menyambut Saudara kita Kompol Drs. Suliono sebagai Pejabat Baru Wakapolres Belitung. Selain itu, pada kesempatan ini, kita juga melepas Saudara kita AKP Hadi Poerwanto, SIK selaku Pejabat Lama Kasat Intelkam sekaligus menyambut Saudara kita AKP Feri Arnadi selaku Pejabat Baru Kasat Intelkam.

Dalam kesempatan ini Penjabat Bupati Belitung, Haryono Moelyo, SE,MA baik atas nama pribadi maupun Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Belitung, menyampaikan ucapan “terima kasih” dan “penghargaan” kepada Saudara Kompol Julihan Muntaha, SIK dan Saudara AKP Hadi Poerwanto, SIK atas pengabdian, kerjasama, bantuan dan partisipasi selama bertugas di Kabupaten Belitung.

Seiring dengan itu, kami ucapkan “Selamat Jalan dan Selamat Bertugas di tempat yang baru”, semoga jarak dan waktu tidak mengurangi makna hubungan silaturrahmi yang telah terjalin dengan baik dengan Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Belitung selama ini.

Selanjutnya, baik atas nama pribadi maupun Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Belitung,kami ucapkan “Selamat Datang” kepada Saudara Kompol Drs. Suliono dan Saudara AKP Feri Arnadi, teriring harapan semoga keindahan alam dan keramah-tamahan masyarakat Kabupaten Belitung akan membuat Saudara dan keluarga betah berada di daerah ini, serta dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan visi dan misi Kepolisian dalam menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ujar Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo, SE,MA pada saat menyampaikan sambutan Pisah Sambut Wakapolresdan Kasat Intelkam Polres Belitung, Halaman Mapolres Belitung Selasa, 18 November 2008, pukul 19.00 WIB

Masyarakat Kabupaten Belitung adalah masyarakat yang majemuk, yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. Kemajemukan ini wajar, karena daerah ini merupakan daerah kepulauan yang terletak di jalur pelayaran internasional. Beragam suku, ras dan agama saling berinteraksi, baik melalui kegiatan perdagangan maupun kegiatan sosial-budaya, lalu membentuk tatanan masyarakat heterogen sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini.

“ Alhamdulillah, keberagaman suku, ras, dan agama ini tidak menimbulkan gesekan, apalagi memicu konflik dan menyebabkan perpecahan. Hal ini dapat kita rasakan secara nyata, ketika Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Belitung Periode 2009-2014 pada Bulan Oktober yang lalu berlangsung dengan aman, tertib dan damai, sebagaimana yang kita harapkan. Namun demikian, kita harus tetap senantiasa mawas diri dan waspada. Seiring dengan dinamika kehidupan sosial-politik dan ekonomi di daerah ini, bukan mustahil kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang sudah kondusif ini mengalami gangguan atau gejolak” ujar Haryono

Kepada jajaran Polres Belitung Penjabat Bupati Belitung berharap agar terus menjalin koordinasi dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, Unsur Muspida, Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan, kalangan pers, dan komponen masyarakat lainnya, sehingga kita dapat bersama-sama mendorong masyarakat untuk terus memelihara kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di daerah ini.
Selamat jalan dan selamat bertugas di tempat yang baru kepada Saudara Kompol Julihan Muntaha, SIK. Saudara AKP Hadi Poerwanto, SIK beserta keluarga, serta selamat datang semoga sukses kepada Saudara Kompol Drs. Suliono dan Saudara AKP Feri Arnadi beserta keluarga (Syafei)

Halaman Berikutnya »