Rabu, Oktober 15th, 2008


Oleh Fithrorozi

Poster dua belas anak Belitong mengisi sudut “ bahkan sebuah harian terbitan ibukota menyebut ada virus melayu “Belitong” yang sedang menjalar pada anak-anak kota. Seperti pelangi, 12 anak yang memerankan tokoh laskar “pendidikan” ini seketika mewarnai sudut-sudut kota Jakarta dan event-event wisata Sail Indonesia 2008 di Tanjungpandan.

Selama 18 bulan 12 anak Tanjong dan Gantong mengikuti proses produksi, film Laskar Pelangi dan selama enam hari mereka yang masih bersekolah di bangku SD dan SMP menghadiri undangan dari Presiden, Menteri, Direktur perusahaan pertambangan hingga perusahaan penerbangan. Mereka baru saja diperkenalkan oleh media sebagai orang terkenal.

Teks “Societet” yang tertulis di baju Zulfani (pemeran Ikal) bisa jadi adalah kelompok yang lelah dengan citra baru mereka. Istilah societet digunakan korporat Belanda untuk membangun kegembiraan. Bagi penduduk lokal yang terikut dengan kegembiraan korporasi, sama saja dengan kesejahteraan “ Untuk ape sekulah kalo kan jadi kuli juak “. Adegan ikal melawan barisan karyawan timah mengayuh sepeda kegigihan menjadi simbol melawan keadaan. Lantas apakah Zulfani juga akan melawan konflik kegembiraan sebagai seorang artis dengan citra sebagai simbol kegigihan dalam kehidupan nyata.

Ketika pejabat menyampaikan pesan silaturahmi pada acara Halal Bihalal masyarakat Bangka Belitung, banyak undangan berpaling dari mimbar karena ingin menyongsong kedatangan sang “laskar ”. Semakin polos mereka bersikap semakin tegas citra artis itu terlihat. Zulfani tentu tidak sama dengan Ikal yang semangat mengayuh sepeda perlawanan.

“Sebaiknya diproteksi dari intervensi orang dewasa” kata Moyo sebelum menghadap Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo mendampingi Kadin Pendidikan Sumardi SPd saat menyampaikan laporan kerja ke Penjabat Bupati seusai tugas memenuhi undangan nonton film bersama Presiden RI Bambang Yudoyono.

Semangat Berilmu

Berbeda dengan tamu pemerintah lain, Penjabat Bupati Belitung keluar ruang menghampiri Kucai Cs. Pameran Laskar Pelangi minus Harun didampingi Sumardi S.Pd dan Moyo bertatap muka dengan Bupati Belitung di Ruang Kerja pada hari Senin (13/10). “ Saya kagum dengan bakat artis mereka, tetapi yang terpenting jangan lupakan sekolah kalian “ kata Haryono didampingi Kabag Humas Setda Kabupaten Belitung Suharyanto.

“Pertamina Foundation yang menjadi sponsor utama film Laskar Pelangi akan memberikan beasiswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi kepada 12 anak, sedangkan Miles Film dan Mizan Production yang memproduksi film ini akan memberikan beasiswa melanjutkan ke SLTA ”, ujar Moyo yang bersama Kadin Pariwisata Provinsi Babel Yan Megawanti, Kadin Pendidikan Kabupaten Belitung, Sumardi SPd mendampingi dua belas anak sekolah ini menenuhi undangan nonton bersama Presiden RI.

Tidak ada prestasi sekolah yang menonjol dari mereka tetapi kreativitas di dunia acting ternyata memiliki daya pikat tersendiri bagi penonton, terutama Mahar yang kreatif dalam memerankan salah satu tokoh Laskar Pelangi. Novel anak karyawan rendahan perusahaan tambang timah ini tak pelak memberi berkah bagi 12 anak pendukung laskar Pelangi. “Ini merupakan momentum kita untuk menekankan kembali pendidikan budi pekerti ” kata Haryono

Aksi mereka di layar lebar telah membuat penonton tertawa. Penonton menadah air mata dengan tawa, penonton dibiarkan tawa dan tangis menari bebas. “ filmnya lucu ” komentar sebagian besar penonton. Mereka tidak hirau dengan pesan moral dan tak terbius dengan pesan utama. Ada pesan kasih dari bu Muslimah, ada pesan perlawanan dari orang berilmu seperti Lintang, tapi Ikal justru meraih pendidikan luar negeri justru karena cinta monyet. Seperti toko serba ada penonton dibiarkan menjadi pesan secara swalayan selama dua jam. Mungkin ini yang membuat kekecewaan pembaca novel.

Banyak letupan-letupan emosi disimpulkan dengan dialog penuh makna.” Banyak memberi lebih baik daripada banyak menerima” ucap Ikranegara yang memerankan tokoh Harpan. Sayang-sayangnya pesan itu tidak mampu dirangkaikan menjadi tema utuh. Akankah film ini menjadi inspirasi sebuah perubahan. Perubahan adalah dinamika masyarakat dengan membuat perubahan bukan alam, (tambang). . Sebagai anak laki-laki, Lintang merasakan bertanggung jawab merubah nasib dengan pendidikan, Sayangnya pendidikan tidak merubah nasib Lintang, kepada anak perempuan Lintang menitip pesan perubahan. Dari sebuah mimpi ide perubahan menjadi kenyataaan.

Maka bertanyalah kita akankah Zulfani Cs bisa belajar dari Cs yang semangat menimba ilmu dan menganalisa nasib dari kecerdasan Lintang. Pendidikan adalah modal sebuah perubahan, merubah paradigma berkompetisi, merubah pola pikir yang gemar menerima menjadi gemar memberi.

Ada yang prihatin dengan kesulitan masyarakat Belitong menonton citra kampong halamannya yang rencananya akan disajikan terbuka pada tanggal 25 Oktober nanti, tapi banyak pula yang prihatin terhadap dampak pencitraan terhadap anak-anak pameran tokoh film ini.

Tanjungpandan (WP), Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan multimedia tidak membuat orang enggan berkirim surat bahkan perangko ataupun kartu pos sebagai bagian dari media penyampai pesan memunculkan komunitas tersendiri yakni komunias pencinta perangko (filateli). Dengan perangko keberagamaan flora dan fauna lokal dikenal oleh masyarakat global seperti perangko kembang simpor (Dillenia sufroticosa) yang menjadi puspa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Belitung memiliki keberagamaan hayati yang menjadi objek wisata potensial yang perlu dikembangkan selain pantai putih berbatu. “ Saya sangat terkesan dengan keindahan pantai Belitung” ujar Putri Parwisata 2008, Albertina Fransisca Mailoa  yang baru pertama kali berkunjung ke Pulau Belitung, usai mengikuti Soft Launching Babel Archi 2010 di Tanjung Kelayang. Belitung sangat identik dengan pariwisata pantai, karena itu museum masih belum menjadi prioritas tujuan wisata masyarakat. Demikian disampaikan Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo ketika membuka Gebyar Flora dan Fauna Jumat (10/10) di Museum Tanjungpandan

Selain sebagai media informasi dan edukasi, keberadaan kebun binantang mini dan rimbunan pohon yang menjadi bagian dari Museum Tanjungpandan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan jumlah kunjungan wisata terutama wisatawan lokal. Sehingga gagasan untuk menyelenggarakan event yang bertema lingkungan dan hayati Belitung perlu terus diupayakan.

“Kegiatan ini sangat mendukung upaya pariwisata apalagi sekarang Belitung sedang mendapat perhatian masyarakat pariwisata Indonesia. Tambah lagi momennya pas dengan adanya Sail Indonesia,” kata Haryono Moelyo. Acara yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dra Hotmaria Ida, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Drs Suhardi serta sejumlah anggota DPRD.


Meningkatnya kunjungan wisata ke Museum Tanjungpandan ini perlu didukung dengan penambahan fasilitas seperti kantin seperti kantin dan peningkatan jam layanan kepada pengunjung tertuama pada hari libur lebaran saat ini sehingga UPTD Museum Tanjungpandan dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dra Hotmaria Ida dalam sambutannya. (fithrorozi)

Tanjungpandan (WP), Selama 9 tahun Dharma Wanita Kabupaten Belitung telah menjadi bagian dari lembaga pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belitung. Dengan rasio jumlah penduduk antara laki-laki dan perempuan yang relatif berimbang yakni laki-laki 80600 jiwa dan perempuan 76446 jiwa, menunjukkan perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan.

Dalam kurun waktu empat tahun (2001-2005), perempuan yang memasuki usia 45-49 tahun meningkat sebesar 50,52 % sedangkan (55-59) mengalami peningkatan sebesar 55,73 %. Dengan mempertimbangkan peningkatan kedua kelompok umur diatas serta angka harapan hidup Kabupaten Belitung yang terus meningkat, maka peningkatan kualitas sumberdaya manusia (perempuan) tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini terkait dengan isu pemberdayaan dan peningkatan derajat kesehatan perempuan ditengah penguatan isu sentral persamaan gender.

 

Proporsi Perempuan di Kabupaten Belitung Tahun 2008

 

Kriteria

Laki

Perempuan

Jumlah

%

Penduduk

80.600

76.446

157.046

48,68

Sektor Publik (PNS)

1.711

1.536

3.247

47,31

Caleg 2008

303

135

438

30,82

Buta Huruf

418

592

1.010

58,61

                                  Keterangan : Diolah dari berbagai sumber 

Proses pemberdayaan perempuan di masyarakat diharapkan tidak sekedar menjadi objek tetapi subjek dalam pembangunan. Dengan demikian lembaga-lembaga pemberdayaan perempuan di sektor publik dapat terus dievaluasi Dalam rangka peringatan HUT Dharma Wanita ke-9, panita peringatan mengadakan serangkaian kunjungan kerja ke Kecamatan Sijuk, Desa Buluh Tumbang dan Kampung Parit pada akhir bulan Agustus yang lalu dan melaksanakan serangkaian lomba dan kegiatan bhakti sosial. 

Ketua Panita Pelaksanaan Hari Peringatan, Ny. Elly Rachman menjelaskan bahwa serangkaian lomba dan kegiatan bhakti sosial ini meliputi lomba pembacaan do’a (14 Oktober) lomba nyanyi (18-19 Oktober), pertandingan tenis meja (24-25 Oktober), bhakti sosial donor darah di Kantor PMI Kabupaten Belitung (28-29 Oktober), lomba senam masal di halaman Kantor Setda Kabupaten Belitung (31 Oktober), lomba pembuatan kliping berita (10 November) (fithrorozi).