Tanjungpandan (WP), Layang-layang softkite berukuran 10 meter x 25 meter tampak enggan melayang meski tiga orang pelayang telah berusaha menarik tali layang-layang. Tiupan angin pagi hari membuat layang – layang buatan new zealand ini enggan terbang.

Hadirnya sejumlah pelayang dengan membawa aneka warna dan bentuk layang-layang menarik perhatian sejumlah anak yang sudah berkumpul sejak pukul 08:20 (12/10) di pantai wisata Tanjung pendam. Selama ini anak-anak di Tanjungpandan hanya mengenal istilah layang-layang babichai dan layang-layang ukuran kecil warna-warni yang mereka buat sendiri atau paling besar hanyalah layangan dengong. Karena tiupan angin pada tali atau pita casette yang dihubungkan dari sisi kiri dan kanan, membuat suara dengungan dihasilkan diatas terdengar jelas sekencang tiupan angin.

“ Saat ini Museum Layang-Layang memiliki ratusan koleksi layang-layang, salah satunya yakni layang-layang train pernah memecahkan rekor sebagai layang-layang dengan susunan terpanjang pada saat HUT RI ke 63 yang lalu “ kata Ketua Museum Layang-layang Indonesia, Zainal Effendi. Layang-layang ini membutuhkan waktu 1 jam hingga melayang sempurna dan 1 jam untuk menurunkannya. Seperti kereta api, 630 layang-layang diterbangkan setiap 100 buah masing berjarak 1,2 meter.” Jadi bisa dibayangkan panjangnya yang dibutuhkan “ tambah Herries Adiputra dari Museum Layang-Layang yang terletak di Pondok Labu, Jakarta Selatan ini.

Layang-layang train, megaray Junior, cumi-cumi raksasa ukuran 8mx 32 m, dan layang-layang Delta ukuran 45 meter diikutsertakan dalam Festival Layang-Layang. Festival untuk pertama kalinya di Kabupaten Belitung digelar dalam rangka memeriahkan Sail Indonesia 2008 dan Pencanangan Babel Archipelago 2010, diikuti oleh 22 peserta dari Jakarta, 5 peserta dari Kabupaten Belitung Timur dan 7 peserta dari Kabupaten Belitung.

Tiga juri layang-layang yakni Seto M, Zainal Effendi, Desy Rustanti berdasarkan Surat Keputusan Dewan Juri Festival Layang-Layang Kabupaten Belitung 2008 Nomor 01/JURI/X/2008 tertanggal 13 Oktober 2008 akhirnya menetapkan enam pemenang kategori lokal dan nasional.

Pemenang Lomba Festival Layang-Layang 2008 Kategori Lokal

Pelayang

Pemenang

Asal

Syafei

Juara I

Belitung

Seladi

Juara II

Belitung Timur

Miski

Juara III

Belitung

Tomat

Juara Harapan I

Belitung Timur

Yatim

Juara Harapan II

Belitung

Haryatno

Juara Harapan II

Belitung Timur

Pemenang Lomba Festival Layang-Layang 2008 Kategori Nasional

Pelayang

Nama Layangan

Pemenang

Koswana

Gurita

Juara Umum

Kusumo Hadipranoto

Delta Topeng

Juara I

Eva Panjaitan

Star

Juara II

Abdul Rohim

Delta Aplikasi

Juara III

Yanuar Firmansyah

Garong Kuning

Juara Harapan I

Dayatika

Delta Batik

Juara Harapan II

Maksum

Delta Papilon

Juara Harapan II

“Ada dua kriteria layang-layang yang dilombakan, yakni jenis layang-layang tradisional dan layang-layang kreasi. Unsur yang dinilai mencakup keserasian warna, kerapihan bingkai, disain dan kemampuan terbang” jelas Herries Adiputra.

Adanya festival layang-layang diharapkan memberikan warna bagi dunia kegiatan pariwisata itu sendiri. ”We want to stay here, please give a few minutes “ kata Hotmatia Ida menirukan ucapan peserta sail Indonesia berbagai bangsa yang menyaksikan festival saat panitia Sail Indonesia 2008 mengumumkan agenda acara makan siang di objek wisata Pemandian Alam Tirta Marundang, Sijuk. “ Kegiatan ini tidak lain untuk menambah keberagaman atraksi wisata sebagai bukti kesiapan menggelar event wisata dunia di Kabupaten Belitung” tambah Kadin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belitung ini.

Pada malam harinya Ketua Panitia Festival Soffan AR menyampaikan laporan pelaksanaan bersamaan dengan pengumuman pemenang lomba layang-layang. Tampak hadir Penjabat Bupati Belitung Haryono Moelyo,SE,MA, unsur Musipda dan sejumlah tokoh masyarakat (fithrorozi)

About these ads