Kamis, Oktober 9th, 2008


Tanjungpandan (WP),  “Selamat Datang Peserta Sail Indonesia 2008” dan “ Peluncuran Babel Archipelago”  dua tema ini terpampang di spanduk besar memasuki kawasan wisata pantai Tanjung Kelayang. Menurut Teguh Staff Humas, Pemkab Belitung menempatkan 4 titik baliho yaitu di  areal pantai wisata Tanjungpendam,  di sudut halaman Kantor Bupati, simpang tiga Tanjung Kelayang dan Lokasi  Tanjung Kelayang. Selain lima banner yang dipasang diantaranya di pusat perbelanjaan Barata Dept Store, Bandar Udara Hanandjuddin dan Kantor Bupati. “ Total titik spanduk yang dipasang di Kota Tanjungpandan berjumlah 7 buah sedangkan sisanya ditempatkan di Tanjung Kelayang. Semendar pemasangan spanduk ditempatkan di Simpang Membalong, Kampong Ujung, Aik Merbau, Tanjungpendam, Tanjung Kelayang, Simpang Kantor Camat (Marakas). Sementara  Pemprov Babel menempatkan 5 baliho  diantaranya di Tanjung Kelayang, Simpang Tanjung Binga,  Bandara Hanandjudiin.

 

Saat liburan hari raya pantai Tanjung Kelayang masih terlihat sampah dan dedaunan. Namun dengan dukungan anggota pramuka, masyarakat (Desa Keciput) pada hari Rabu (10/10) suasana pantai sudah tertata rapi.   Diantara pengunjung tampak pria usia 80-an Yazid membersihkan sampah dibibir pantai. Sisa hidupnya dihabiskan menunggu warung dan menjaga kebersihan pantai Tanjung Kelayang. Malam harinya, pantai Tanjung Kelayang dijaga oleh 3 warga Desa Keciput.

 

Pada Sail Indonesia 2008 ini panitia menambah beberapa fasilitas berupa 1 unit Musholla dan 3 unit kamar mandi sementara kamar bilas yang  ditujukan bagi pengunjung pantai wisata ini yang diperkirakan akan mencapai lebih dari 3.000 pengunjung. “Pada saat lebaran kemarin saja di Lokasi wisata Pemandian Alam Tirta Marundang mencapai 3000-an pengunjung menggunakan   50-an dan ratusan motor. Untuk memarkir kendaraan pemilik mobil merogok kocek Rp. 2.000, kemungkinan jumlah pengunjung Sail Indonesia ini bisa lebih besar dari pengunjung Tirta Marundang” kata warga Keciput bangga. 

 

“ Momentum ini semestinya dapat kita gunakan untuk menilai seberapa besar dampak Sail Indonesia ini bagi masyarakat  “ kata Dosen UBB Aldino. Multiflier effect ini sudah terlihat dari munculnya kios pedagang makanan yang menjual aneka makanan seperti kelapa muda dijual Rp.4.000 naik dari Rp.3000 tahun yang lalu, ikan bulat dijual seharga Rp.80 ribu per kilo yang disajikan dalam hidangan masakan khas “gangan”. Beberapa makanan bahkan ada yang dijual dengan harga variatif seperti  ikan jebong Rp. 60 ribu tapi di kios yang lain dijual dengan harga yang lebih murah Rp. 45.000.

 

“Variasi harga ini seringkali timbul ditengah tingginya tingkat kunjungan dilokasi wisata, hal ini seringkali dikeluhkan oleh  peserta yang berasal dari mancanegara, apalagi banyak barang yang diperjual belikan tidak memiliki label harga”, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dra.Hotmaria Ida.

 

“Label harga kami memang lebih tinggi dibandingkan harga di Kota Tanjungpandan. Pada Sail Indonesia tahun 2007 yang lalu kita menggunakan “struk” atau tanda bukti  dari cash register, tapi karena beban  biaya yang menjadi tinggi kita cukup menggunakan nota penjualan saja” ujar Awie pemilik SmartKet di Tanjungpandan

 

Pioner minimarket di Belitung ini menyediakan berbagai bahan makanan dari harga termurah Rp. 2.000 hingga Rp. 87.000 (pure dutch butter). Tentunya Jenis barang yang kami sediakan disesuaikan dengan selera atau karakter wisatawan misalnya miras ujar pemilik Izin penjualan miras ini. “ Sayangnya hingga hari ini aliran listrik belum ada hingga  sayuran segar sudah mulai layu bahkan produk ice cream bisa bisa kami jual disini.  Total barang yang disedikan Awie bernilai 10 juta. Awie juga berharap ada peningkatan fasilitas dibandingkan tahun sebelumnya seperti ketersediaan  WC dan rumah penginapan yang layak terutama bagi para pedagang

 

Sementara pemerintah kecamatan juga ikut menyemarakkan kunjungan wisata petualangan ini. “ Rencananya kami akan menampilkan tiga tema kegiatan ”, ujar Camat Sijuk Drs.Rahmansyah kepada Wartapraja. Pertama menyiapkan mempromosikan produk masyarakat kecamatan Sijuk seperti terindak, dodol, kaos oblong, kerupuk, ikan asin, belacan sijuk, aik madu dan industri rumah tangga lainnya. Untuk penjaga stand akan melibatkan 13 anak sma Sijuk yang mahir berbahasa Inggris.  Kedua, upacara Selamatan Laut “Buang Jong” yang akan digelar 12 Oktober. Ketiga, Pihak Kecamatan bersama Dinas Perhubungan  mengelola perpakiran untuk menghindari keluhan masyarakat terkait dengan pengelolaan perparkiran di areal wisata Tanjung Kelayang. Pengunjung tidak lagi dihambat dijalan yang terkesan dikenakan biaya masuk. Dalam rapat warga Desa Keciput beberapa waktu yang lalu besarnya iuran parkir untuk mobil sebesar Rp. 5.000 sedangkan parkir motor Rp. 3.000. Melalui panita kabupaten Sail Indonesia 2008,15 orang warga Keciput juga dilibatkan untuk melayani peserta Sail Indonesia yang ingin merapat kepantai, membersihkan lingkungan pantai  “ ujar Asri warga Desa Keciput (fithrorozi)

 

Tanjungpandan (WP), Pulau Belitung sudah lama dikenal sebagai pulau penghasil timah. “Satu cangkir timahnya bisa menghidupi satu keluarga Pulau yang dihuni sebagian besan nelayan” begitulah kondisi masyarakat Beitung saat ini yang banyak berprofesi sebagai penambang timah inkonvensional ungkap Penjabat Belitung Belitung mengutip obrolan Kapolres Belitung AKBP Rudi Tranggono S.St,MK yang disampaikan Haryono Moelyo ketika memberikan sambutan kunjungan Panglima Komando Operasi I TNI AU Marsekal Muda TNI Imam Supaat.

 

Di bulan oktober ini Belitung disemarakkan dua kegiatan yang menyita perhatian masyarakat Belitung dan luar Belitung yakni  Peluncuran Babel Archipelago 2008 yang berlangsung pada Sail Indonesia 2008 di  Pantai Wisata Tanjung Kelayang dan Pemilu Bupati/Wabup Belitung yang berlangsung pada tanggal 23 Oktober 2008. “Tentunya hal ini membutuhkan suasana yang aman, tertib dan damai “, kata Haryono di Rumah Dinas Penjabat Bupati Belitung, Rabu (8/10) pukul 20:00 ketika menjamu rombongan korps TNI AU yang mengikuti kunjungan  Pangkoops I TNI AU di Belitung. Dalam kesempatan ini Penjabat Bupati juga berterimakasih atas responsif yang diberikan Kapolres Belitung mengatasi situasi pada dua hari pelaksanaan tahapan kampanye yang telah berlangsung sejak  tanggal 6  Oktober dan akan berakhir pada tanggal19 Oktober 2008.

  

Kunjungan ini terkait dengan pergantian Komando Lanud Tanjungpandan dari Letkol Pnb Ismed ke Letkol Pnb Hadezul. Keberadaan Lanud Tanjungpandan sangat strategis bagi pertahanan udara nasional karena penempatan pasukan tempur udara ini tidak mungkin optimal jika hanya ditempatkan di wilayah perbatasan. Selain tugas utama mempertahankan wilayah bangsa ini Belitung juga tersedia Area Latih Tempur di Buding. Oleh karena itu kami menyambut baik jika Pemkab Belitung berencana memperpanjang landasan hingga 2500 m, jelas Marsekal Muda Imam Supaat didepan Penjabat Bupati Belitung dan  unsur Muspida.

 

Ditubuh TNI AU terdapat dua komando operasi yakni Komando Operasi I dan Komando Operasi II yang kekuatannya dipusatkan di Jakarta dan Ujung Pandang, Sementara Komando Operasi I dipusatkan di Lanud Pekan Baru dan Sekayu, Sumsel. Komando Operasi I juga  membantu angkutan lebaran masyarakat. Hal ini diungkapkan Panglima menanggapi kondisi angkutan lebaran  yang masih membutuhkan dukungan transportasi udara yang disampaikan Penjabat Bupati Belitung.

 

Imam Supaat berharap akan banyak putra-putri dari suku  berbeda bisa  bergabung dengan TNI. “ Dengan suku yang berbeda tentunya ini berdampak baik untuk mendukung integritas atau upaya menyatukan wilayah kepulauan yang tersebar di nusantara ini “ ajak Marsda TNI Imam Supaat yang menyebutkan dari 125 perwira baru saat ini juga berasal dari suku yang berbeda. Tentunya sumberdaya ini membutuhkan fisik, psikis dan akademis yang baik.

 

Pangkoops I Marsda Imam Supaat  mengantikan Marda TNI Erry Biatmoko.yang merupakan lulusan AAU tahun 1973 dan mengawali karirnya sebagai penerbang tempur di Skuadron Udara III. Kemudian mantan Gubernur AAU ini dipercaya sebagai Komandan Skuadron Pendidikan 103 di Skadron 15 dan tahun 97/98 diangkat menjadi Atase Udara di London. Dari tahun 1999-2000  Imam Supaat menjabat Wakil Komandan Pangkalan Udara TNI-AU Pekanbaru dan kemudian menjadi Komandan Pangkalan Udara Supadio Pontianak, dan Lanud Iswahyudi Madiun , Wakil Asisten Operasi Kasum TNI dan terakhir menjadi Gubernur AAU.

 

Tampak Hadir Wakil Ketua DPRD Belitung Taufik Mardin, Dandim 0414 Letkol CZI Jangkung Widyanto, Ketua Pengadian Negeri Tanjungpandan Heri Setyobudi, MH, Kapolres Belitung AKBP Rudi Tranggono S.St,MK, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas, Kadin Pertambangan dan Energi dan kepala Bagian dilingkungan Setda Kabupaten Belitung (fithrorozi)

Tanjungpandan (WP), Tunjukilah kami jalan yang lurus…dan apa yang kami upayakan dalam rangka pendidikan politik ini bisa berjalan lancar, begitulah doa crew BM-01 (Belitung Memilih) Radio 104,6 BFM sebelum memulai program pendidikan poltik melalui Program Spesial Debat Kandidat Belitung Memilih.

 

Sejak 23 September yang lalu Ozie Azzura telah mengirim undangan kepada 7 (tujuh) pasang Calon Bupati  Belitung yakni Andi Saparudin Lanna, SH, Soehadi Hasan, H.Usmandie Andeska H.Muchtar H.Motong, Ir. Darmansyah Husein, Sudirman Norman,S.Sos.

 

Producer acara Zikri Hayat pun sejak beberapa yang lau disibukkan dengan persiapan debat public yang didahului dengan sosialisasi melalui radio dan spanduk dan dialog interaktif menjadi Belitung Memilih. Kehadiran tujuh orang ini bukan sekedar calon orang nomor satu tetapi diharapkan dapat memberikan pendidikan politik kepada masyarakat “ kata Ozzie

 

Sayangnya dari 7 calon hanya dua calon independent (Soehadi Hasan dan H.Usmandie Andeska) dan Sudirman Norman yang didukung partai Golkar, PBR, Partai Penegak Demokrasi, Sementara keterlambatan H.Muchtar Motong  di studio Berehun-1 Jl.Sudirman Tanjungpandan ini tidak dimungkin untuk dihadirkan karena alasan kemasan dialog  radio.

 

Tiga panelis Idil dari Universitas Bangka Belitung, Mansyur dan  Viriniani Puspita mengemas pertanyaan komparasi dan eksplorasi dbidang ekonomi, pariwisata dan pendidikan. Baik Andeska, Soehadi Hasan maupun menanggapi pertanyaan panelis secara beragam. Ketiganya menyingkapi konsep pembangunan ekonomi pasca tambang dengan cara berbeda, tetapi secara eksplisit ada keraguan mereka untuk lepas dari ketergantungn terhadap sektor pertambangan, kata Idil. Sementara Viriniani mempertanyakan institusi pendidikan seperti BLK dan Sekolah Pelayaran terkait dengan potensi wilayah kelautan. Menurut Sudirman Norman yang juga ketua Kadin dan Persatuan Hotel Restauran Indonesia, keberadaan  lembaga pendidikan disektor kelautan ini tidak signifikan mendukung misi pembangunan kepariwisataan yang dipaparkannya

 

Meski membutuhkan cukup tenaga waktu dan biaya acara pendidikan politik masyarakat ini tidak menerima dana sponsor baik dari swasta maupun dari partai politik atau kandididat “ Kegiatan ini murni Zero Budget, kami hanya ingin memberikan yang pertama dan utama bagi pendidikan politik masyarakat” kata Ozzie yang memimpin kurang lebih 14 crew radio yang dipersiapkan untuk mendukung acara ini .

 

Kreativas biak Belitong itu tentu perlu didukung sebagai bentuk kepedulian dan kemajuan Belitung. Demikian tanggapan Kapolres Belitung yang antusias mendukung pendidikan politik masyarakat ini ketika berkunjung ke Studio Berehun-1 dan Berehun-2 Radio BFM seusai acara debat kandidat.

 

Di akhir debat kandidat yang berlangsung dari 20:00-22:00, sejumlah crew mengadakan review acara debat public (on air) yang dikemas dalam program Bercelatu (Beranda tapi Bermutu) dipandu Zikri Hayat, Mansyur yang menghadirkan empat narasumber yaitu Fithrorozi, Usni Mariosa, Novil Setiawan dan Dr,Suhandri SPOg.

 

Dalam suasana bertabur spanduk ini diharapkan masyarakat pemilih tidak terkecoh dengan induksi kampanye sejumlah kandidat yang bersifat psikologis. Oleh karena kampanye dialogis  seperti yang diadakan Radio 104,6 BFM ini sangat strategis  jelas Dr.Suhandri.(fithrorozi)