Tanjungpandan (WP), Keikutsertaan Kabupaten Belitung dalam Program ADIPURA pada tahun ini belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Kurangnya partisipasi masyarakat dan sinergi antar stakeholders di daerah kita tercinta menjadi salah satu penyebab terbangnya piala ADIPURA, yang merupakan simbol kebersamaan dalam perwujudan Kota Tanjungpandan yang bersih dan hijau.
Kegiatan “sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan” yang dilaksanakan oleh Bapedalda Kab. Belitung yang dianggarkan dalam APBD TA. 2008 bertujuan menggugah dan memotivasi masyarakat agar ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup.


Pada tahun ini, sosialisasi dilaksanakan pada 12 desa, yaitu desa Simpang Rusa, desa Mentigi, Padang Kandis, Sungai Samak, Pegantungan, Tanjung Pendam, Lesung Batang, Terong, Batu Itam, Air Merbau, Perawas dan desa Juru Seberang.


Acara inti dari sosialisasi adalah penyampaian materi oleh para narasumber dan forum diskusi interaktif yang diikuti oleh seluruh peserta. Narasumber dan materi sosialisasi berasal dari dinas/instansi terkait, dengan materi yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat. Ir. Agus Taupan dari Bappeda menyampaikan materi “Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Belitung 2005-2015”. Firdaus Idhamsyah, S.Pi dari Dinas Perikanan & Kelautan menyampaikan materi “Sistem Pengawasan Sumber Daya Kelautan Berbasis Masyarakat” . Suyadi SE, S.ST dari Dinas Pertanian & Kehutanan menyampaikan materi “Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan” dan Edi Usdianto, ST dari Dinas Pertambangan & Energi menyampaikan materi “Rencana Pengelolaan Lahan Bekas Tambang”.


Peserta sosialisasi yang diundang di masing-masing desa memiliki latar belakang sosial yang beragam, dari tokoh masyarakat, pemuka agama, perangkat desa, nelayan, petani , hingga pekerja tambang. Meskipun undangan sosialisasi terbatas, akan tetapi diharapkan penyampaian informasi tentang pengelolaan lingkungan dapat disebarkan oleh peserta kepada masyarakat yang lain di desa tersebut.


Pada umumnya acara yang paling ditunggu oleh peserta adalah forum diskusi interaktif. Pada forum ini banyak masukan, saran, bahkan kritik yang disampaikan oleh masyarakat kepada pemerintah yang terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup. Kritik yang paling banyak disampaikan adalah tentang aktivitas tambang, terutama pasir timah, yang banyak merugikan masyarakat setempat. Selain itu, salah satu pertanyaan yang paling banyak diajukan masyarakat adalah mengenai pengusahaan tanaman kehutanan, hutan kemasyarakatan dan aspek legal-formalnya. Hal ini ditanyakan sebagai langkah antisipatif karena saat ini banyak masyarakat di berbagai desa di Belitung yang telah mengusahakan komoditas kehutanan. (Mardi Smolik)

About these ads