Pada tahun 2007 Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjuk Desa Tanjungpendam mewakili Desa Brespretasi Provinsi di Tingkat Nasional, desa Tanjungpendam yang memiliki luas 4.200 m2 dengan jumlah penduduk 5.428 jiwa (2007). yang terbagi 4 dusun, 12 RW dan 26 RW. Tidak lebih dari enam bulan Desa Tanjungpendam mendapat bantuan Warung Masyarakat (WIM) dari Kementerian Pengembangan Daerah Tertinggal (PDT) berupa perangkat Warung Internet dan Warung Telekomunikasi.

Kondisi wilayah yang berdekatan dengan ibukota Kabupaten, menjadikan Desa Tanjungpendam yang dipimpin Sahindiady SJ ini berupaya mengoptimalkan potensi pesisir, perdagangan dan jasa seperti layaknya desa-desa yang menjadi hinterland pusat pertumbuhan.

MENGELOLA ASET

Bangunan berukuran 5×8 meter terbangun, satu server dan empat komputer pengakses internet pun sudah terinstal, begitupun empat KBU wartel sudah diuji coba. Dari aspek manajemen telah dibentuk OMS (Organisasi Masyarakat Setempat) untuk mengelola WIM yang diberi nama WIM Serbaguna yang memang bersebelahan dengan Gedung Serba Guna milik pemerintahan desa namun ada keraguan menjalankan perangkat teknologi informasi ini.

Seperti diakui Mardi Smolik MSi, staff Bappeda ” masyarakat membutuhkan manajemen dan financial, karena WIM Desa ini bukan hanya bertujuan mencari untung, tetapi ada misi sosial yang harus dijalankan yakni memperkenalkan teknologi informasi untuk masyarakat desa“.
Seperti yang dilaporkan OMS melalui bendaharanya, Budi, WIM Desa Tanjungpendam baru beroperasi 23 Januari 2008 padahal kelengkapan sarana dan prasarana WIM Desa sudah diserahkan pihak Bappeda Kabupaten Belitung selaku koordinator sumbangan Kementerian PDT ini dilakukan sejak awall Januari 2008. Praktis selama bulan Januari omset WIM Serba Guna hanya sebesar Rp. 238.000 sementara tagihan produk Speedy Telkom (Warnet) dengan dengan bandwith 1 megabyte dan pulsa telpon (Wartel) mencapai Rp.1.583.788. Baru pada bulan Februari omzet meningkat drastis sebesar Rp. 2.586.750, seluruhnya berasal dari pendapatan akses internet dan hanya sedikit dari jasa pencetakan. Melihat peningkatan omset, OMS optimis usaha desa ini meningkat dimasa datang Di pagi hari, biasanya warnet sepi pengunjung, baru menjelang bubaran sekolah hingga malam jam sebelas pengunjung ramai. OMS menerapkan system shift untuk 4 operator warnetnya untuk melayani pelanggan kecuali pada saat listrik PLN mati yang saat ini memiliki daya listrik sebesar 10 amphere. Pengunjung warnet bahkan dari tamu hotel yang juga berkembang di Desa Tanjungpendam, umumnya mereka bawa sendiri computer (notebook) menggunakan akses nirkabel (Wireless). WIM “Serba Guna” Desa Tanjungpendam diharapkan mampu menjalan misi edukasi, informasi sejalan dengan misi bisnis . Seperti yang diungkapkan Helfi Djamaludin, tim pembina Desa yang juga berprofesi sebagai ustadz memberikan masukan “ OMS sebagai operator warnet hendaknya dapat mengendalikan akses ke situs tabu”. Seringkali alamat situs tidak sengaja terakses oleh pelajar SMP karena pemakai sebelumnya tidak menutup aplikasi XXX, bahkan memang banyak situs porno menggunakan nama tokoh kartun favorit anak-anak, padahal nama-nama tersebut sering menjadi kata kunci pencarian (search engine). Oleh karena itu baik Tim Teknis maupun Tim Pembina WIM Desa Tanjungpendam menyambut baik ide untuk memutus akses porno di intenet. Tim Teknis Kabupaten dan Tim Pembina WIM merupakan unsur masyarakat Desa Tanjungpendam yang dibentuk untuk memperkuat strategi manajemen, teknologi informasi, administrasi dan kajian dampak sosial ekonomi masyarakatnya.

Struktur Organisasi Masyarat Setempat (OMS)

Ketua

Sekretariat

Bendahara

Operator

Helmi

Said Fitriono

Budi

Bobi, Halim,Said, Nanda Solihin

Struktur Organisasi Tim Pembina Desa

Dusun Perai

Dusun Pagar Alam

Dusun Baru

Dusun Tanjunpendam

Helfi Djamaludin, Subastiar (agama, kemasyarakatan)

Sofyan Pangkapi (jurnalis)

Sukoco (guru)

Budi Prasetyo (kalangan usaha)

Tim Teknis Kabupaten

Ketua

Sektetaris

Anggota

 

 

 

Rofridawati

Mardi Smolik

Fithrorozi

Wachyudi

FA.Kosasih

Diharapkan Tanjung pendam bukan desa pertama dan terakhir yang mampu mengembangkan warnet sebagai investasi Desa. Investasi sebagai wujud dari akumulasi modal ekonomi dan modal sosial berperan ganda. Satu sisi membuka lapangan kerja, di sisi lain melayani masyarakat mengakses informasi kesehatan, pendidkan dan sebagainya. Di masa datang OMS, Tim Pembina Desa dan Tim Teknis Kabupaten ingin mewujudkan desa Tanjung pendam bebas dari buta akses informasi global (Fithrorozi).