Februari 2008


Tanjungpandan, pada tanggal 29 Februari 2008, Bupati meresmikan Operasional Galery KUKM Belitung. Pada kesempatan ini Bupati juga menandatangani prasasti peresmian, Gedung Dinas Perindustrikan, Perdagangan dan Koperasi, Petak Toko Pasar Ikan Tanjungpandan, Gedung Kantor Pertanian dan Kehutanan. Sekaligus meresmikan proyek 8 paket jalan. Secara keseluruhan proyek fisik pada tahun 2008 berjumlah 107 kegiatan dengan total biaya Rp.

Galeri UKM diharapkan menjadi ajang pertemuan bisnis, media promosi produk UKM, karena pemasaran merupakan masalah yang sering UKM.
Selain Gedung Galery yang menjadi tempat pertemuan (Wisma Ria II), Pemerintah juga membenahi ex Kantor Pusat PT.Timah (Hoofdkantoor) menjadi City Club. “Tentunya banyak gedung-gedung yang perlu kita benahi, namun terkendala dengan status kekayaaan negara. Pengalihan status ke pemerintah daerah akan dikoordinasikan dengan Departemen Keuangan di Jakarta“ jelas Bupati, Ir.Darmansyah Husein.

Pertemuan ini dihadiri Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Kepala Pengadilan, Dandim, sejumlah pengusaha, dan pengunjung termasuk warga negara Austria. Oleh karena itu Gallery ini diharapkan mampu menjadi price setter

Pada tahun 2008, kunjungan mancanegara meningkatkan terkait dengan Sail Indonesia 2008 yang direncanakan 15 – akhir Oktober dengan dua etape diikuti kurang lebih 300 yacht. Kedua etape akan singgah ke Belitung. Kunjungan wisatawan perlu direspon dengan tradisi Budaya, apa yang menjadi kritikan berbagai pihak mengenai “ makan bedulang “ pada Sail 2007, diharapkan pada Sail 2008 dapat memanfaatkan Rumah Adat yang diharapkan segera diselesaikan.

Pemerintah menetapkan 3 strategi utama pembangunan, meningkatkan Infrastruktur, Suprastruktur dan pengembangan personil pengelola. Dalam 5-10 kita berupaya untuk mengembangkan Free Trade Zone sebagaimana yang diungkapkan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Dari 120 milyar anggaran yang direncanakan, setahap demi APBD bisa mendanai 40 M pembangunan Pelabuhan Tanjung Batu. Kita menyadari pembangunan berkelanjutan harus dikaitkan dengan struktur anggaran (APBD)
Untuk membangun infrastruktur jalan misalnya, perlu mempertimbangkan konsep perencanaan wilayah (matrik lokasi) untuk mengintegrasikan hasil produksi masyarakat di wilayah berbeda.

Pemerintah akan membuat Pusat Pengembangan Sumberdaya Belitung yang ditujukan baik untuk pegawai pemerintah maupun masyarakat. Pada waktu dekat, Pemda akan melucurkan Program Jaminan Kesehatan belitung (JKB) dengan jangkauan pelayanan hingga ke Jakarta dan Pendidikan “Gratis” dari SD hingga SMA.(fithrorozi)

Sijuk, Bupati, Setda Kabupaten Belitung, Kepala BPN, Joko Budiyanto, SH,MM, Kabag Tata Pemerintahan, Kabag Humas, Camat beserta rombongan pada tanggal 29 Februari 2008 menyerahkan sertifikat tanah 75 sertifikat kepada masyarakat Desa Terong dan 300 sertifikat kepada masyarakat Desa Air Selumar di Balai Pertemuan Desa Air Selumar.

Menurut Kades Air Selumar, Sumardi masih banyak masyarakat yang mengharapkan kepastian hukum kepemilikan tanah melalui Program Prona ini. Saat ini baru 75% tanah bersertifikat dan sisanya diharapkan program seperti ini dapat ditingkatkan tahun-tahun mendatang, seperti yang diungkapkan Camat Sijuk, Rahmansyah dalam sambutannya.

Serifikasi hak kepemilikan tanah hendaknya diusulkan oleh pemilik lahan itu sendiri. Mengingat tanah merupakan aset dalam meningkatkan skala usaha masyarakat.
Dalam sambutannya bupati menjelaskan beberapa program terkait dengan pengembangan kapasitas masyarakat, yakni Jaminan Kesehatan Belitung (JKB) yang saat ini dalam proses persetujuan DPR dan Program Pendidikan Gratis, tentunya keduanya melalui proses kajian, pertimbangan dan penyaluran yang pas.

Selain itu, untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, pemerintah berupaya meningkatkan infrastruktur, pembangunan 100 rumah layak huni yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, pelaksaan program pertanian berbasis padat karya.

Dengan demikian, penyerahan sertifikat ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, produktivas lahan. Pemerintah sedang berupaya menyusun rancangan peraturan daerah terkait dengan pemanfaatan lahan tidur. Jangan sampai masyarakat kita tidak mampu mengelola waktu, menghabiskan pada hal-hal yang tidak bermanfaat dan dijadikan objek dari spekulator tanah.

Dalam kesempatan ini Bupati menyerahkan secara simbolis 1 paket bantuan berupa 1 unit generator 2200 watt, 1 unit radio 4 band, 1 unit parabola 6 feet, 1 unit TV 29”, dalam upaya meningkatkan keterjangkuan informasi dan komunikasi di wilayah pedesaan dari Menteri Komunikasi dan Informasi RI ke Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk

Membalong (WP) Berdasarkan Keputusan Bupati Belitung Nomor 141/017/KEP/I/2008 tanggal 14 Februari 2008 tentang Pemberhentian Kepala Desa dan Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa Hasil Pemilihan Kepala Desa Gunung Riting Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung Periode 2008-2014, Bupati melantik Sdr.Yusman sebagai Kades Gunung Riting pada tanggal 28 Februari 2008 menggantikan Asmu’i Muchtar.

Tahun 2007-2008 merupakan tahun transisi kepemimpinan bagi Pemerintah Desa berkaitan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa dan beberapa Peraturan menteri Dalam negeri sebagai petunjuk pelaksanaannya. Pemerintah daerah menetapkan Peraturan Daerah tentang Desa salah satu diantaranya Perda Nomor 6 tahun 2007 tentang Badan Permusyawaratan Desa, dengan demikian Perda Nomor 9 tahun 2000 tentang Pembentukan Perwakilan Desa tidak berlaku lagi.

Desa Gunung Riting merupakan hasil pemekaran Desa Mentigi pada tahun 2002, mayoritas penduduknya bekerja di sektor perkebunan terutama Nira, dan sektor kelautan dengan jumlah penduduk 1.378 jiwa.

Acara ini selain dihadiri unsur Wakil Bupati Belitung, Setda Kabupaten Belitung, Anggota DPRD, Asisten I dan II Setda Kabupaten Belitung, aparatur kabupaten/kecamatan Membalong dan tokoh masyarakat.

Setelah pelantikan, Bupati didampingi Kepala Dinas Perikan dan Kelautan, Marwan Sukani beserta rombongan meninjau Balai Benih Ikan Air Laut di Tanjung Rusa yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar hasil pembibitan ikan kerapu bebek dijual ke Selat Nasik. Peninjauan dilanjutkan ke Balai Benih Ikan Air Tawar yang dibiayani APBD tahun 2007 senilai Rp.1,5 milyar. Pada tahap pertama dilepas 38 induk ikan nilai, dalam 1 minggu telah menghasilkan nener dan dipisahkan dari kolom utama (fithrorozi)

Kata “etos” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengandung arti, sifat, nilai dan adat istiadat atau pandangan hidup yang khas suatu golongan sosial di masyarakat. Etos kerja adalah sifat, nilai, adat atau pandangan hidup yang khas yang memberi watak kepada pekerja.

Kita sebagai manusia terkadang mementingkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup, karena kita tidak dapat berpangku tangan menerima keadaan dengan belas kasihan orang lain. Sebagian masyarakat sekarang ini berpandangan bahwa untuk apa bekerja, yang penting adalah banyak ibadah kepada Allah SWT. Pendapat dan pandangan itu bila dikaji sekilas memang tidak salah, akan tetapi bila kita kaji lebih dalam lagi, hal tersebut kurang beralasan. Sebab Nabi Muhammad SAW bersabda “ Wahai umatku bekerjalah sesuai dengan kesanggupan kalian masing-masing, Akupun juga bekerja”. Dan inilah gambaran yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Jika kita memperhatikan riwayat hidup Rasulullah SAW,maka kita dapat melihat bahwa beliau adalah seorang pekerja yang tidak kenal lelah. Beliau pernah menggembala ternak, bertani, berdagang, menjadi pemimpin sekaligus penguasa. Riwayat ini menjadi suri tauladan bagi kita di segala aspek kehidupan termasuk aspek kerja. Bukan hanya dilihat dari aspek ibadahnya saja . Kerja yang diniatkan sebagai ibadah, Insya Allah mendapat pahala dari Allah SWT. Seandainya umat Islam memiliki pekerjaan yang layak, minimal tidak akan menjadi beban bagi orang lain. Bukanlah Rasul berpesan “ Tangan diatas lebih mulia daripada tangan dibawah”. Ini menunjukkan bahwa orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima apalagi meminta. Bagaimana kita dapat menjadi orang mulia sementara kita tidak pernah bermanfaat bagi orang lain

Lantas mereka berpendapat lagi, bukankah semakin tekun beribadah, Allah SWT akan menolong kita. “ Pandailah Allah ngatur” begitulah alasannya. Jadi kita tak perlu bekerja katanya. Pendapat ini menurut hemat penulis kurang benar. Sebab apa?, di dunia ini berlaku hukum syari’at dan hakikat. Hakikat bisa timbul setelah ada syari’at. Di dunia ini tidak berlaku ilmu Sim Salabim, seperti di dunia dongeng. Orang dapat uang atau gaji syari’atnya dia bekerja di perusahaan maupun di pemerintahan. Syari’atnya dia bekerja dengan kemampuan. Setelah kita bekerja yang merupakan usaha dan ikhtiar, maka timbulah hakekat, bahwa uang atau gaji tersebut hakekatnya adalah pemberian Allah. Allah tidak semena-mena memberikan rezeki. Dengan adanya syari’at dan hakikat maka kehidupan ini masuk akal dan sesuai dengan logika. Siapa yang bersungguh-sungguh maka dialah yang berhasil. Kita wajib berikhtiar, setelah itu kita berdo’a dan bertawakal. Karena hakikatnya penentu akhir adalah Sang Maha Pemberi.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Jumu’ah ayat 10, “ Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatkah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung”. Sebenarnya yang menjadi permasalahan bukan pada pekerjaannya, akan tetapi pada proses kerja. Oleh karenanya , dalam bekerja hendaknya disesuaikan dengan tuntutan. Tidak bekerja berlebih-lebihan tanpa memperhatikan untuk kehidupan akherat.

Namun seringkali kita temui, pegawai-pegawai yang masih bekerja lembur padahal waktu shalat sudah tiba. Orang sudah tidak dapat membagi waktu lagi karena sibuk bekerja. Begitupun ketika mendapat rezeki, kita tidak peduli dengan kewajiban berzakat untuk kehidupan sosial ekonomi umat. Ini menjadi permasalahan.

Nabi Muhammad SAW bersabda ” Beramallah kamu seolah-olah akan hidup selamanya, dana beramalah untuk akheratmu, seolah-olah kamu akan mati esok pagi” Ini tuntunan Nabi.

Oleh karena itu, maka kita tingkatkan etos kerja dalam kehidupan ini, agar pekerja kita berhasil dengan baik, Siapa lagi yang dapat merubah kehidupan ini menjadi lebih baik kalau bukan kita sendiri. “ Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadan yang ada pada diri mereka “ ( Ar Ra’ad ayat 11).

Untuk itu marilah kita sama-sama giat bekerja dalam rangka beribadah, dan berupaya agar tidak menjadi beban sosial (Yasa,S.P)

Halaman Berikutnya »