PROFESIONALISME MENUJU KELUARGA SEJAHTERA LAHIR BATHIN
Sebagai mitra pemerintah dalam memberdayakan masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, peran PKK perlu ditingkatkan dalam upaya menuju keluarga sejahtera lahir dan batin. Peran PKK harus lebih rasional, realistis dan responsif sesuai kapasitas, kemampuan dan kompetensi yang dimiliki sehingga hasil kerja dan diakui serta berdampak bagi keluarga dan masyarakat pada umumnya. Peningkatan profesionalisme PKK inilah yang menjadi tema peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-35 tahun 2007.
Istilah profesionalisme sudah dikenal luas dikalangan masyarakat. Namun ada kecenderungan pengertian yang muncul dimasyarakat umum seolah-olah hanya diperuntukkan bagi personil tingkat atas, sedangkan sesungguhnya istilah profesional itu berlaku untuk semua personil mulai dari tingkat atas sampai ketingkat paling bawah. Pengertian profesional secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan menurut bidang dan tingkatan masing-masing. Oleh karena itu seseorang atau tenaga profe-sional tidak dapat dimulai dari satu segi saja, tetapi harus dari segala aspek. Di samping keahlian dan keterampilan juga perlu diperhatikan aspek mentalitas. Jadi yang dimaksud tenaga profesional itu ialah tenaga yang benar-benar memiliki keahlian dan keterampilan serta sikap mental terpuji, juga dapat menjamin bahwa segala sesuatunya dari perbuatan dan pekerjaannya berada dalam kondisi yang terbaik dari penilaian semua pihak.
Peningkatan profesionalisme mutlak diperlukan bagi semua jajaran PKK dari tingkat atas hingga tingkat bawah, khususnya bagi unsur yang berbaur langsung dengan masyarakat, yakni kader PKK. Kebutuhan peningkatan profesionalisme tersebut muncul sebagai upaya memenuhi tuntutan dan dinamika perkembangan dan situasi dewasa ini, agar program-program yang dilaksanakan PKK dapat secara nyata dirasakan kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Keanggotaan Tim Penggerak (TP) PKK memiliki kriteria sebagai berikut, a) bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur, b) dapat membaca dan menulis. c) relawan, d) peduli terhadap upaya pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, e) bersifat perorangan dan tidak mewakili suatu organisasi, golongan, partai politik, lembaga atau sektor, f) mempunyai waktu yang cukup dan g) memiliki kemauan dan etos kerja yang tinggi.
Dengan adanya dasar kriteria seperti ini, diharapkan seluruh anggota Gerakan PKK dapat menjadi kader yang handal dan profesional dalam menjalankan program-program PKK demi pemberdayaan masyarakat menuju keluarga yang sehat sejahtera.
GERAKAN PKK
Gerakan PKK merupakan Gerakan Nasional yang tumbuh dari bawah (keluarga) dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat. Tujuan Gerakan PKK tak lain untuk memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan lahir bathin menuju terwujudnya keluarga yang : beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju mandiri, kesetaraan dan keadilan gender, serta berkesadaran hukum dan lingkungan. Pemberdayaan Keluarga meliputi segala upaya bimbingan, pembinaan dan pemberdayaan agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri.
Sejalan dengan visi dan misi Gerakan PKK dalam memberdayakan keluarga, sasaran Gerakan PKK adalah seluruh anggota keluarga yang masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan kemampuan dan kepribadiannya dalam aspek :
1. Mental spiritual, meliputi sikap dan perilaku sebagai insan hamba Tuhan, anggota masyarakat dan warga negara yang dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
2. Fisik material, meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, kesempatan kerja yang layak serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan,pengetahuan dan keterampilan.
Untuk mewujudkan hal tersebut memang tidaklah semudah membalik telapak tangan, apalagi penyebab masalah sosial, kemiskinan dan penganguran semakin kompleks. Ini menjadi tantangan bagi jajaran Tim Penggerak PKK dengan segenap unsurnya untuk meningkatkan pemberdayaan kesejahteraan keluarga di Indonesia melalui program-programnya.
Di tahun 2007, TP PKK berupaya untuk mengarahkan 10 Program Pokok PKK pada percepatan penanggulangan kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Pertama, di bidang ekonomi, TP PKK dapat lebih mendorong upaya peningkatan pendapatan keluarga, melalui program murni kreasi TP PKK maupun program kemitraan dengan berbagai program pemerintah atau pemerintah daerah di bidang ekonomi, seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), program pembinaan usaha mikro, pemanfaatan pekarangan usaha produktif, dan berbagai basis variasi program yang ada. Kedua, di bidang sosial budaya, TP PKK diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga, melalui peningkatan pelayanan kesehatan seperti posyandu yang harus terus direvitalisasi. Di samping itu, TP PKK juga dapat mendorong meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia melalui upaya pendidikan masyarakat, pelatihan keterampilan perempuan, dan pengembangan wawasan yang dibutuhkan.
Di samping itu, seluruh anggota TP PKK beserta kader PKK dapat berpartisipasi dalam upaya mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga dalam berbagai cara dan variasi kegiatan, seperti melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K-PKK, UPPKS), Pengelolaan Warung Obat Desa (WOD)-PKK, Pengelolaan Program Desa Siaga, pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga, remaja putri dan anggota keluarga lainnya, penyuluhan tentang KB, kesehatan reproduksi, tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, dan penyuluhan tentang makanan beragam, bergizi, berimbang serta pemanfaatan tanah pekarangan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.
Posisi dan peranan gerakan PKK sendiri selaku mitra pemerintah, memang telah diakui melalui Kepmendagri nomor 53 tahun 2000. Dalam pelaksanaan Undang-Undang Nomor : 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah ditegaskan bahwa bilamana pemberian otonomi luas kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan pelayanan pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Disamping itu, melalui otonomi luas, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatlkan prinsip demokratisasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem negara kesatuan Republik Indonesia.
Tugas dan fungsi lembaga pemerintah daerah akan efektif apabila didukung oleh seluruh pemangku kepenting (stakeholder) yakni pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Salah satu lembaga kemasyarakatan yang telah ada dan diakui manfaatnya bagi masyarakat terutama dalam upaya meningkatkan keberdayaan dan kesejahteraan keluarga, adalah Gerakan PKK.
Gerakan PKK yang dilaksanakan secara nasional sejak tanggal 27 Desember 1972, telah mendapat pengakuan dan penghargaan baik dalam negeri maupun dari badan internasional. Selama kurun waktu tersebut 10 Program Pokok PKK tidak mengalami perubahan karena dinilai masih relevan. Dalam pelaksanaannya, prioritas 10 Program Pokok PKK, diserahkan kepada daerah, disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kemampuan yang ada, sehingga tidak merupakan “paksaan” dari “atas” melainkan merupakan “kesadaran” dalam membangun keluarga dan daerah.
Di Kabupaten Belitung, Hari Kesatuan Gerak PKK diperingati dengan menggelar berbagai kegiatan dan perlombaan seperti lomba administrasi PKK, Lomba Azan untuk murid SD dan SLTP, Lomba APE, BKB dan UP2K-PKK, Lomba Lingkungan Halaman Rumah Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, Lomba Menu 3 B, Lomba Masakan 3 B, Lomba Menu Olahan Mie, Lomba Kader Posyandu dan Lomba Posyandu.
Sebagian dari kegiatan ini diikutsertakan dalam perlombaan di tingkat Propinsi dan berhasil menyabet gelar juara II, seperti Lomba Menu 3 B, Lomba Alat Permainan Edukatif (APE) yang diwakili Desa Air Saga Kecamatan Tanjungpandan, Lomba Menu 3 B, dan lomba UP2-PKK yang diwakili UP2K-PKK Desa Badau. Prestasi lain diraih oleh M. Anas yang mendapat juara harapan II dalam lomba Dai dan Daiyah.
Selain kegiatan-kegiatan perlombaan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Belitung juga melaksanakan kegiatan bhakti sosial seperti memberikan bantuan ibu-ibu dari kelompok pengajian sebanyak 640 orang, sunatan massal untuk 75 orang anak dari keluarga miskin dan anak yatim, pemberian bantuan untuk anak yatim di Pulau Seliu sebanyak 8 orang, pemberian bantuan untuk 75 orang anak yatim di Kecamatan Tanjungpandan, pemberian bantuan untuk penderita TB Paru sebanyak 80 paket dan pemberian bantuan untuk lansia dan keluarga miskin berupa paket sembako di Kecamatan Tanjungpandan dan Badau.
Dalam mendukung program Tanam dan Pelihara Pohon yang dicanangkan pemerintah pusat, Tim Penggerak PKK Belitung mengaktualisasikannya melalui kegiatan Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon seluruh Desa se-Kabupaten Belitung. PKK juga turut andil dalam kegiatan Bedah Kampung di Gang Takas, Kecamatan Tanjungpandan.
Puncak dari Hari Kesatuan Gerak PKK ke-35 Tahun 2008 ini dirayakan dengan mengadakan resepsi yang digelar pada tanggal 26 Januari 2008 di Gedung Serba Guna Pemerintah Kabupaten Belitung yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belitung, Ny. Ir. Hj. Titiek Yoesiati Darmansyah.
Bupati Belitung, Ir. H. Darmansyah Husein selaku Dewan Penyantun Gerakan PKK Kabupaten Belitung mengungkapkan bahwa, program-program PKK telah berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Belitung. Salah satunya di bidang kesehatan keluarga dengan adanya kegiatan Posyandu dan program-program perbaikan gizi lainnya.
Di samping itu, menurutnya, Gerakan PKK juga telah banyak berperan dalam pemberdayaan para anggotanya dengan memberikan pengetahun dan pelatihan-pelatihan. Kesemuanya itu, sesuai dengan tema peringatan yaitu “Melalui Hari Kesatuan Gerakan PKK Kita Tingkatkan Profesionalisme Menuju Keluarga Sejahtera Lahir dan Batin.”
Dalam hal ini, Bupati menyatakan dukungannya terhadap pembinaan-pembinaan kader demi meningkatkan kualitas dan profesionalismenya. “Pembinaan kader harus dilakukan terus menerus mengingat kader-kader PKK merupakan ujung tombak dari keberhasilan program-program PKK dalam mendukung program dan kebijakan Pemerintah. Perhatian terhadap kader harus menjadi prioritas,” tegas Bupati.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak semua elemen dalam PKK untuk meningkatkan aktivitas dan tanggung jawab seluruh kader PKK dengan bersama-sam melaksanakan program dan tujuan utama, sehingga peranan PKK sebagai mitra pemerintah dapat direalisasikan dengan sebaik mungkin. “Seluruh anggota PKK juga harus lebih progresif dalam menyahuti berbagai persoalan sosial yang terjadi ddi masyarakat, seperti peningkatan kesehatan masyarakat dengan mengubah prilaku masyarakat agar lebih sadar untuk hidup sehat, mengembangkan kemandirian masyarakat dalam pembiayaan pelayanan kesehatan serta pengembangan kebijakan kependudukan dan keluarga berencana.
Beliau juga berharap agar Gerakan PKK tidak hanya tercermin pada peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK saja, tetapi bisa dilakukan secara kontinu dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan hingga ke tingkat yang paling kecil yaitu keluarga.
Sementara itu, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Ny. Effi Mardiyanto, dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belitung, Ir. Hj. Titiek Yoesiati Darmansyah menegaskan bahwa para anggota Tim Penggerak PKK maupun kader PKK merupakan relawan yang bekerja secara sukarela, tanpa menerima imbalan apapun serta bekerja tanpa pamrih. Effi berharap, jajaran PKK dapat memperkokoh prinsip kerja TP-PKK dengan membangun jaringan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung program-programnya. “Bangun citra Gerakan PKK, sebagai gerakan yang profesional, memiliki semangat pengabdian, dan mempunyai dedikasi yang tinggi untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegas Effi.
Resepsi Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-35 Kabupaten Belitung ini di meriahkan oleh murid-murid SMAN I Tanjungpandan yang menampilkan Acapela lagu-lagu religius serta tarian dari sanggar seni dan paduan suara TP-PKK Kabupaten Belitung. (Desy Resmita)
